Di Hadapan Menteri Kehutanan, Kasmarni Komitmen Jaga Lahan Gambut dan Perkuat Restorasi di Bengkalis

0
177
PEMASANGAN tanda komitmen menjaga lingkungan bersama

BENGKALIS, KABARTERKINI.co.id – Bupati Bengkalis Kasmarni berkomitmen menjaga lahan gambut dan memperkuat restorasi kawasan hutan. Mengingat di dua kawasan sangat penting, demi kemajuan Kabupaten Bengkalis kedepan.

“Kami tidak hanya memadamkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan, perlindungan dan restorasi ekosistem dua kawasan,” kata Kasmarni di hadapan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Rumah Runding Restorasi, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Rabu 30 September 2026.

Sementara Raja Juli hadir di Bengkalis, dalam rangka kunjungan kerjanya. Dalam kunker, ia didampingi, antara lain, Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan serta Danlanud Roesmin Nurjaddin Marsma TNI Abdul Harris.

Tampak juga, Kepala BKSDA Riau Supartono, Wakil Rektor UNRI Prof. Dr. Hermandra, Akademisi Universitas Riau sekaligus Pakar Gambut Nasional Haris Gunawan, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Riau M. Job Kurniawan, Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto serta Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Harris Nur Priatno.

“Soal lahan gambut dan konservasi kawasan hutan, kami akan mendorong penanganan yang menyentuh akar persoalan, menjaga tata air gambut, memperkuat peran masyarakat, memperbaiki tata kelola lahan, serta memastikan kelestarian ekosistemnya,” kata Kasmarni lagi.

Berdasarkan ground check per-22 September 2026, paparnya, karhutla di Bengkalis tercatat mencapai 946 hektar dengan 87 titik api. Berdasarkan pemantauan citra satelit per-28 September 2026, luas indikatif mencapai 8.573,25 hektar dengan 73 titik api.

“Angka ini menjadi pengingat, karhutla tidak boleh dilihat hanya sebagai persoalan api. Ada persoalan gambut, tata air, akses, aktivitas masyarakat, hingga koordinasi dan kewenangan yang harus di tangani secara bersama-sama,” kata Kasmarni.

Menghadapi kondisi tersebut, pihaknya telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla di Bengkalis. Dengan membentuk Satgas Operasi Bersama yang melibatkan TNI dan Polri, menetapkan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut atau RPPEG, memperkuat sarana pemadaman, serta meningkatkan patroli dan koordinasi di wilayah rawan.

BACA JUGA :  Plt. Asisten I Setda Natuna Bersama TNI/Polri Bagikan Seribu Masker ke Masyarakat

“Kami juga memperoleh dukungan anggaran penanganan karhutla sebesar Rp15 miliar dari pemerintah pusat,” kata Kasmarni sambil menambahkan, dukungan anggaran dan kekuatan pemadaman harus berjalan beriringan dengan langkah pencegahan dan restorasi.

Untuk itu, pemerintah daerah terus mendorong pendekatan berbasis masyarakat melalui program Transfer Anggaran Berbasis Ekologi (TAKE), sekaligus memberikan dukungan agar masyarakat dapat membuka dan mengelola lahan dengan cara yang aman tanpa membakar.

“Gambut dapat tetap aman apabila airnya terjaga, masyarakatnya kuat, datanya tersedia, dan semua kita bekerja dalam satu arah. Karhutla membutuhkan kerja bersama yang konsisten. Pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, dunia usaha dan akademisi harus bergerak dalam satu orkestrasi, bukan berjalan sendiri-sendiri,” kata Kasmarni.

SAMBUTAN Bupati Bengkalis Kasmarni di hadapan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan rombongan

Tidak lupa, ia menempatkan Rumah Runding Restorasi Tanjung Leban sebagai salah satu contoh konkret kolaborasi dalam menjaga ekosistem gambut. Kawasan ini dikembangkan sebagai ruang konsolidasi, riset, edukasi dan pembelajaran restorasi, termasuk pengelolaan tata air pada lanskap sekitar 2.400 hektare.

“Rumah Runding ini harus kita rawat sebagai ruang bersama. Di sini Pemerintah, masyarakat dan akademisi dapat bertemu, berdiskusi, melakukan riset dan mencari solusi nyata untuk menjaga gambut,” katanya.

Bagi Kasmarni, keberhasilan restorasi tidak cukup diukur dari berapa hektare lahan yang berhasil dipulihkan. Lebih penting, bagaimana kawasan tersebut mampu memberikan pengetahuan, membangun kesadaran dan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga lingkungannya.

“Kita ingin ada tanda bahwa di tempat ini kita berkomitmen bersama menjaga lingkungan. Dua pohon ini nantinya kita jadikan ikon atau spot foto sebagai simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk terus menjaga dan melestarikan hutan mangrove,” kata Kasmarni.

Dalam waktu dekat, sambungnya, sejumlah pengembangan kawasan juga disiapkan. Di antaranya pembangunan Tugu Bintangor di Bengkalis, gerbang masuk melalui dukungan CSR PT BBHA, jaringan listrik PLN, serta peningkatan akses jalan yang akan didukung Pemerintah Provinsi Riau.

BACA JUGA :  Geger! Nelayan Serasan Temukan Mayat Terapung di Pulau Temoloi, Subi

Berbagai dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat aksesibilitas dan fasilitas kawasan, sekaligus menjadikan Rumah Runding Restorasi sebagai pusat edukasi, kolaborasi dan pembelajaran lingkungan.

“Kita ingin kawasan ini memiliki identitas yang jelas dan menjadi tempat yang bisa dikenang. Bukan hanya sebagai lokasi restorasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan simbol kepedulian kita bersama terhadap lingkungan,” tambahnya.

Kasmarni juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Bapak H. Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, atas dukungannya dalam penanganan karhutla di Bengkalis, termasuk dukungan anggaran yang disalurkan melalui BPBD Bengkalis.

Selain itu, Kasmarni turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Riau Kapolda Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Danrem 031/Wira Bima, Badan Restorasi Gambut, Kapolres Bengkalis, Dandim 0303 Bengkalis, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, Masyarakat Peduli Gambut serta seluruh pihak yang selama ini telah membangun kerja sama dan komunikasi yang baik dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Bengkalis.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sinergi, dukungan dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik. Tidak hanya kepada TNI dan Polri, tetapi juga kepada seluruh pihak serta masyarakat yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Kebersamaan dan komunikasi yang baik ini menjadi kekuatan kita dalam menjaga hutan, lahan dan lingkungan di Bengkalis,” kata Kasmarni. (*Ramanda)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini