Perubahan Sistem Pemagangan di Jepang, Kemnaker Perkuat Kesiapan Peserta Indonesia

0
172
FOTO bersama seusai acara audiensi Executive Chairman International Manpower Development Organization Japan (IM Japan), Hitoshi Kanamori di Kantor Kemnaker, Jakarta

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Pemerintah Jepang akan menerapkan sistem pemagangan baru melalui Employment for Skill Development Program (ESDP) mulai April 2027. Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat kesiapan peserta pemagangan agar dapat memenuhi kebutuhan keterampilan, bahasa, budaya dan adaptasi terhadap lingkungan kerja di Jepang.

“Dengan perubahan sistem itu, Kami segera antisipasi melalui persiapan terencana agar tenaga kerja Indonesia dapat mengikuti kompetensi dan memperoleh pelindungan selama berada di Jepang,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat menerima audiensi Executive Chairman International Manpower Development Organization Japan (IM Japan), Hitoshi Kanamori, di Kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis 22 Oktober 2026.

Dalam audiensi, Yassierli juga menekankan pentingnya koordinasi antara Kemnaker, IM Japan, perusahaan penerima dan pihak terkait di kedua negara. Koordinasi ini diperlukan demi mempersiapkan mekanisme pelaksanaan program serta memastikan keberlanjutan kerja sama dalam masa transisi menuju sistem baru.

BACA JUGA :  Kunker Bersama Bupati Natuna, Danlanud Kenalkan Prajuritnya Asli Subi

“Yang perlu kami persiapkan bukan hanya jumlah peserta yang akan berangkat, tetapi juga kualitas kompetensinya. Penguasaan bahasa, keterampilan teknis, pemahaman budaya kerja, dan K3 agar peserta mampu beradaptasi dan berkembang di lingkungan industri Jepang,” katanya.

Sebagai salah satu langkah konkret, Kemnaker melalui Ditjen Binalavotas dan IM Japan menandatangani Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dalam rangka Penyelenggaraan ESDP di Jepang.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran data dan informasi untuk evaluasi program, sosialisasi kepada masyarakat, rekrutmen dan seleksi calon peserta, pelatihan pra-pemberangkatan di Indonesia, serta pelatihan pemantapan dan pendampingan peserta selama berada di Jepang. Kerja sama juga mencakup pengembangan program pelatihan, peningkatan kompetensi instruktur, serta pemanfaatan sarana dan prasarana pelatihan.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pelatihan dan pengalaman kerja langsung di perusahaan Jepang,” kata Yassierli.

BACA JUGA :  Government and Community Collaboration, Muhammad Rudi: The Key to Success in Building Batam

Selain itu, ia juga berharap kerja sama antara Kemnaker dan IM Japan terus diperkuat. Sehingga kerja sama ini terus berkembang dan berkelanjutan untuk memberikan manfaat bagi kedua negara.

“Kami juga berharap IM Japan dapat terus memperluas peluang bagi tenaga kerja Indonesia sesuai dengan kebutuhan industri Jepang dan kapasitas pelatihan di Indonesia. Kami terbuka menjajaki perluasan kerja sama ke berbagai sektor potensial, serta mendorong keterlibatan perusahaan Jepang dalam menyelaraskan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan kompetensi di tempat kerja,” pungkasnya. (*Red)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini