Peserta Pelatihan Vokasi Harus Bangun Portofolio, Menaker: Bukan Sekadar Sertifikat

0
122
SAMBUTAN Menaker Yassierli

BEKASI, KABARTERKINI.co.id — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) harus menguasai keterampilan, menambah pengalaman dan membangun portofolio sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Kompetensi diperoleh juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Pesan tersebut disampaikan Yassierli dalam Orientasi Peserta PVN Batch V Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jumat 16 Oktober 2026.

PVN Batch V diikuti 14.688 peserta yang menjalani pelatihan di berbagai balai pelatihan vokasi di Indonesia. Yassierli menegaskan, pelatihan vokasi harus memberikan manfaat nyata bagi peserta, bukan sekadar menghasilkan sertifikat.

Oleh karena itu, peserta perlu memastikan kemampuan yang dipelajari dapat diterapkan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai bidang kompetensinya. “Kita ingin pelatihan ini menjadi sesuatu yang mengantarkan kesuksesan adik-adik semua,” katanya.

BACA JUGA :  Cegah Narkoba, Pemkab Natuna Bakal Tes Urine ASN

Yassierli meminta peserta aktif belajar bersama instruktur, memahami standar kerja, dan terbuka terhadap masukan. Arahan instruktur perlu diterapkan dalam praktik agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengerjakan tugas sesuai kebutuhan dunia kerja.

Ia juga mengingatkan peserta agar berani mencoba hal baru dan terus belajar. Kemampuan menerima kritik dan mengevaluasi hasil pekerjaan menjadi bagian penting dari proses meningkatkan kompetensi sekaligus membentuk sikap profesional.

“Orang-orang yang sukses adalah orang yang berani mencoba, terus belajar dan siap menerima masukan,” kata Yassierli sambil menambahkan perjalanan karier merupakan proses bertumbuh yang tidak berhenti pada pekerjaan pertama.

BACA JUGA :  Hafizha Buka Pelatihan Keterampilan Pembuatan Pastry Bagi UMKM Sektor Kuliner

Pengalaman diperoleh dan kemampuan yang terus dikembangkan dapat membuka kesempatan baru, baik untuk bekerja maupun merintis usaha. Jadi ia meminta peserta tidak berhenti pada sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan.

Peserta perlu membangun portofolio yang menunjukkan kemampuan, memperluas jejaring, dan menjaga reputasi melalui hasil kerja yang baik. Keterampilan yang dikuasai juga dapat menjadi modal untuk membuka usaha, misalnya bengkel sesuai kompetensi yang dimiliki. (*Red)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini