Bertemu PM Australia, Presiden Jokowi Bahas Vaksinasi, Pemulihan Ekonomi dan Isu Perubahan Iklim

0
277
PRESIDEN saat mengadakan pertemuan dengan PM Australia (foto: BPMI Setpres)

ROMA, KABARTERKINI.co.id – Presiden Joko Widodo mengawali agenda kerjanya di Roma, Italia, pada Sabtu, 30 Oktober 2021. Dengan mengadakan pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison. Dalam pertemuan berlangsung di Hotel Splendide Royal, kedua pemimpin membahas tiga hal utama, mulai dari vaksinasi hingga isu perubahan iklim.

“Untuk hubungan bilateral saya senang melihat kemajuan yang terus terjadi. Pertama, saya sampaikan apresiasi atas dukungan vaksin Australia untuk Indonesia, 1,2 juta dosis vaksin telah tiba minggu lalu dan kami sambut baik rencana kedatangan 10,5 juta dosis vaksin,” ujar Jokowi dikutip dari BPMI Setpres.

Saat ini, sambung Jokowi, kondisi Covid-19 sudah sangat membaik. Positivity rate di Indonesia mencapai di bawah 1 persen dan lebih 185 juta vaksin telah disuntikkan. “Tidak kalah pentingnya protokol kesehatan masih terus kita jaga,” imbuhnya.

Tren penanganan Covid-19 telah membaik, membuka ruang bagi kedua negara untuk mulai memikirkan pemulihan ekonomi, termasuk di sektor pariwisata. Oleh karena itu, Jokowi mengusulkan pembentukan vaccinated travel lane (VTL) Indonesia dan Australia dan kerja sama saling pengakuan sertifikat vaksin.

“Saya paham dua Menteri Luar Negeri sudah mulai mengomunikasikan kemungkinan kerja sama itu. Mudah-mudahan VTL dan pengakuan sertifikat vaksin dapat segera diselesaikan. Saya yakin ini akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi, tentu dengan aman,” jelasnya.

Ketiga, Kepala Negara ingin Indonesia-Australia dapat terus melakukan kerja sama pembangunan ekonomi hijau dan transisi energi. Karena isu teknologi dengan harga terjangkau dan investasi memegang peran penting bagi keberhasilan transformasi ekonomi.

“Oleh karena itu, saya sambut baik Joint Statement on Cooperation on the Green Economy and Energy Transition. Kerja sama yang termuat dalam joint statement ini sejalan dengan semangat presidensi G20 Indonesia pada 2022,” ungkapnya.

Di masa presidensi Indonesia, Jokowi ingin mendorong sejumlah kerja sama konkret di beberapa sektor utama, dari digital, transisi energi, dan inklusi keuangan. Di sektor digital, ia ingin memastikan transisi digital yang inklusif bagi pertumbuhan dan pembangunan.

Di sektor transisi energi, G20 harus dapat memastikan ketersediaan teknologi rendah karbon dengan harga terjangkau. Sehingga transisi energi dapat dilakukan semua negara. Sedangkan sektor inklusi keuangan, secara khusus Jokowi menekankan soal UMKM dan perempuan.

“Saya harap dukungan kuat Australia bagi ketiga usulan Indonesia tersebut. Saya juga berharap untuk dapat menyambut Yang Mulia secara pribadi tahun depan saat KTT kami di Bali, pada 30-31 Oktober 2022,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Jokowi dalam pertemuan bilateral tersebut, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (*andi surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here