Bisnis Wealth Management, UOB Perkuat Kemitraan dengan Allianz Global Investors

0
82
Chief Financial Officer UOB Leong Yung Chee (kiri) dan Chief Executive Officer Allianz Global Investors Tobias Pross saat menandatangani kemitraan (foto PR Newswire)

SINGAPURA, KABARTERKINI.co.id – UOB Group menjalin kemitraan strategis dengan Allianz Global Investors. Melalui kemitraan ini, Allianz Global Investors akan mengakuisisi UOB Asset Management (UOBAM).

Akuisisi ini, dikutip PR Newswire, Kamis 6 Agustus 2026, mencakup bisnis UOBAM di delapan pasar Asia, yakni Singapura, Brunei, Indonesia, Jepang, Malaysia, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, UOB dan Allianz Global Investors akan menjalin kemitraan distribusi jangka panjang.

Kemitraan ini memperkuat posisi UOB sebagai penyedia layanan distribusi produk investasi dengan pendekatan open architecture, serta memperluas pilihan solusi investasi bagi nasabah.

Langkah ini juga menegaskan fokus UOB pada layanan wealth management berbasis konsultasi investasi yang membantu nasabah mengembangkan dan menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

Melalui kemitraan ini, UOB akan menghadirkan pilihan produk dan solusi investasi yang semakin beragam bagi lebih dari delapan juta nasabahnya di kawasan ASEAN.

Kemitraan tersebut memperkuat strategi open architecture UOB dengan membuka akses ke kapabilitas investasi global, sembari tetap mengedepankan layanan konsultasi, kesesuaian produk dengan profil risiko nasabah, serta pencapaian tujuan investasi jangka panjang.

Selain memperluas pilihan investasi bagi nasabah, kolaborasi ini juga mendukung target pertumbuhan bisnis wealth management UOB melalui solusi investasi yang lebih beragam dan disesuaikan dengan profil risiko, siklus kehidupan, serta tujuan keuangan setiap nasabah.

Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator di seluruh yurisdiksi terkait dan ditargetkan rampung pada 2027. Selama proses tersebut, UOBAM dan Allianz Global Investors berkomitmen memastikan transisi berjalan lancar bagi nasabah maupun karyawan.

Sesuai kesepakatan, 500 karyawan UOBAM di berbagai negara akan bergabung dengan Allianz Global Investors. Sementara Allianz Global Investors berkomitmen mempertahankan hubungan kerja dan membuka kesempatan agar mereka dapat menjadi bagian dari platform investasi global yang lebih luas.

Selama masa transisi, aktivitas operasional UOBAM tetap berjalan normal sehingga nasabah dapat terus mengakses layanan, berinvestasi, dan melakukan pencairan dana investasi UOBAM tanpa perubahan atau gangguan layanan.

Di luar biaya transaksi tunggal (one-off), nilai transaksi ini mencapai S$555 juta. UOB memperkirakan transaksi tersebut akan membukukan keuntungan sebelum pajak sekitar S$330 juta, serta meningkatkan rasio modal inti utama (Common Equity Tier 1/CET1) Grup sekitar 14 basis poin.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Natuna Gelar Rapat Paripurna APBD Perubahan 2022

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang UOB untuk memperkuat fokus bisnisnya. Dengan mengoptimalkan nilai bisnis asset management dan mempertahankan kemitraan strategis dengan Allianz Global Investors, UOB siap mengembangkan bisnis wealth management.

Mendorong pertumbuhan laba secara berkelanjutan, serta meningkatkan valuasi jangka panjang bagi para pemegang saham. Setelah empat dekade menjadi bagian dari UOB Group, UOBAM telah berkembang menjadi salah satu jaringan asset management terkemuka di Asia dengan jangkauan operasional di berbagai negara.

Hingga 31 Desember 2025, total aset kelolaan (assets under management/AUM) UOBAM mencapai sekitar S$42 miliar. Berdasarkan laporan neraca konsolidasian proforma yang belum diaudit per 31 Desember 2025, nilai aset bersih yang terkait dengan kepemilikan saham yang dilepas dalam transaksi ini mencapai S$223 juta.

Deputy Chairman & Chief Executive Officer UOB Wee Ee Cheong, mengatakan, UOB melayani lebih dari delapan juta nasabah di ASEAN yang memiliki kebutuhan investasi dan pengelolaan aset semakin beragam dan kompleks.

“Kemitraan ini semakin memperkuat fokus kami untuk menyediakan layanan konsultasi dan distribusi produk investasi. Dengan memadukan keahlian UOB dalam layanan konsultasi investasi serta menjalin hubungan jangka panjang dengan nasabah, bersama kapabilitas investasi Allianz Global Investors,” kata Wee Ee Cheong.

“Kami pun siap memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang sekaligus membantu mereka mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Kolaborasi ini juga mendukung kami untuk mempercepat pertumbuhan bisnis wealth management dan meningkatkan valuasi jangka panjang bagi para pemegang saham,” katanya lagi.

Selama masa transisi, menurut Wee Ee Cheong, pihaknya akan menjaga kesinambungan layanan bagi nasabah, serta memberikan kepastian bagi karyawan.

“Kami menyampaikan apresiasi atas dedikasi serta kontribusi tim manajemen dan seluruh karyawan UOBAM selama empat dekade terakhir. Sehingga UOBAM dapat berkembang menjadi salah satu jaringan asset management tepercaya di kawasan,” kata Wee Ee Cheong.

Chief Executive Officer Allianz Global Investors Tobias Pross mengatakan, transaksi tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan Allianz Global Investors di Asia Pasifik. Dengan menyatukan keahlian investasi UOB Asset Management di Asia Tenggara dan platform investasi aktif berskala global, pihaknya akan membangun organisasi lebih kuat dengan kemampuan semakin baik untuk melayani nasabah di seluruh kawasan.

BACA JUGA :  Ketua Komisi I DPRD Natuna Sidak, Pastikan Vaksinasi Tenaga Puskesmas Lancar

Melalui kolaborasi ini, nasabah dapat mengakses pilihan solusi investasi, wealth management, dan perencanaan pensiun yang semakin beragam dan inovatif. Yang tidak kalah penting, pengumuman hari ini juga mengawali kemitraan distribusi jangka panjang antara Allianz Global Investors dan UOB, institusi keuangan tepercaya yang melayani jutaan nasabah di Asia Tenggara.

“Dengan kapabilitas yang saling melengkapi serta jangkauan pasar semakin luas, kami optimistis dapat mempererat hubungan dengan nasabah sekaligus menghadirkan nilai tambah lebih besar pada masa depan,” kata Tobias Pross.

Sementara UOB merupakan bank terkemuka di Asia dengan jaringan yang tersebar di Asia Tenggara, Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Utara. Melalui kantor pusatnya di Singapura serta anak usaha perbankan di Tiongkok, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, UOB mengoperasikan sekitar 430 kantor cabang dan kantor layanan di 19 pasar.

Berdiri sejak 1935, UOB berkembang melalui ekspansi organik maupun serangkaian akuisisi strategis. Saat ini, UOB memperoleh peringkat kredit Aa1 dari Moody’s Investors Service, serta AA- dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, menempatkannya sebagai salah satu bank dengan peringkat terbaik di dunia.

Selama lebih dari sembilan dekade, UOB mengedepankan pendekatan yang berfokus pada nasabah untuk menciptakan nilai tambah jangka panjang melalui semangat kewirausahaan dan komitmen memberikan layanan yang tepat bagi setiap nasabah. UOB juga berkomitmen mendukung pembangunan masa depan ASEAN dengan menghubungkan masyarakat dan dunia usaha di kawasan.

Sedangkan Allianz Global Investors merupakan manajer investasi terkemuka di dunia yang menjalankan strategi aktif. Perusahaan ini didukung lebih dari 700 profesional investasi yang tersebar di 22 kantor di berbagai negara. Hingga 30 Juni 2026, Allianz Global Investors mengelola aset senilai EUR 653 miliar. (*Red)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini