Cegah Covid19, Ketua SMSI Kepri Minta Wartawan Waspada

0
336

Kabarterkini.co.id, Tanjungpinang – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Provinsi Kepri Zakmi meminta wartawan, agar terus meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas jurnalistik di tengah-tengah wabah virus corona atau Covid19. Karena tugas wartawan termasuk berada di garda terdepan dalam mencari informasi.

“Selain tenaga kesehatan, wartawan rentan terpapar Covid19,” ungkap Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Tanjungpinang – Bintan itu, dalam keterangan pers, Selasa 14 April 2020. “Contoh, di Kepri, ada dua rekan media kita berstatus PDP atau Pasien Dalam Perawatan.”

Terkait dua wartawan berstatus PDP, menurut Zakmi, bisa menjadi pembelajaran bagi rekan lain. Dengan sementara waktu, jangan wawancara tatap muka, serta berkomitmen menghindari undangan jumpa pers.

“Ada banyak cara menggali data atau informasi, karena teknologi saat ini semakin canggih,” katanya. “Jadi kita bisa menggunakan jaringan internet, menghindari berdesak-desakan mengejar informasi.”

Kini, sambungnya, PWI Tanjungpinang-Bintan sedang mengupayakan mengajukan bantuan ke pemerintah. Karena industri pers terdampak pada pandemi ini. Mengingat sebagian besar wartawan belum menerima gaji selama dua bulan.

Bahkan, lebih dari itu, kondisi keuangan media mulai terpuruk. Sedangkan keberadaan media semakin dibutuhkan menjalankan tugas dan fungsi, sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Apapun kondisinya, wartawan harus tetap semangat dalam menjalankan tugas jurnalistik, dengan catatan, tetap waspada,” saran Zakmi. “Sebab keberadaan wartawan sangat diperlukan masyarakat sebagai sarana informasi, hiburan serta mengawal jalannya pembangunan suatu daerah.”

Sementara dalam rapat via Video Conference Kominfo dengan para Pemred, Dewan Pers dan KPI pada Jumat 3 April lalu, ungkapnya, disepakati perlu ada usulan ke pemerintah, agar memberi stimulus pada perusahaan pers, memasukkan wartawan dalam kelompok masyarakat mendapat fasilitas Jaringan Pengaman Sosial, khususnya wartawan profesional dan telah tersertifikasi.

“Dalam poin ke tiga hasil rapat, Dewan Pers dan Kemenkominfo mendorong pemerintah daerah memberi kontribusi dalam perlindungan kerja wartawan,” kata Zakmi. “Dengan memberi bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) saat mereka meliput Covid19 dan event terkait lainnya.”

Dalam rapat juga terungkap, tuturnya, media massa telah menunjukkan peran dalam membantu memerangi Covid19, dan akan terus melanjutkan partisipasi sampai Indonesia terbebas dari Covid-19. Meskipun dari data Gugus Tugas Provinsi Kepri, sudah 29 orang positif Covid19.

Angka ini baru dari hasil lab Polymerase Chain Reaction (PCR), atau dari pemeriksaan Rapid Test. Informasi lain, di Kepri ada 72 orang reaktif atau menunjuk ke arah positif. Untuk itu, wartawan atau perusahaan media siber Kepri dapat terus mengedukasi masyarakat dan membantu pemerintah tentang pentingnya mengikuti arahan dan himbauan Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid19.

“Terus terang, wabah Covid-19 di Kepri sudah menunjukkan angka mengkhawatirkan,” kata Zakmi. “Tapi saya sangat mengapresiasi keseriusan pemerintah dalam mencegah penyebaran wabah virus belum ada obat penawarnya ini.” (*humas pwi)

Editor: andy surya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here