Dimasa Covid-19, Penggiat Pariwisata Indonesia Siap Promosi dan Gunakan GeNose C-19

0
230
SAMBUTAN Chairman of Indonesia Tourism Forum Sapta Nirwandar

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – “Dimasa pandemi Covid-19, penggiat pariwisata Indonesia siap mempromosikan dan menggunakan GeNose C-19,” demikian sambutan Sapta Nirwandar, Jumat 19 Februari 2021. “GeNose C-19 terbukti efektif mendeteksi virus corona dengan biaya murah, dan merupakan karya anak bangsa.”

Sementara Chairman of Indonesia Tourism Forum itu memberi sambutan saat sesi acara Hybrid Launching GeNose C-19 Inovasi Indonesia untuk Dunia Pariwisata Nasional di Hotel Raffles Jakarta. Acara terselenggara, berkat kerjasama antara Indonesia Tourism Forum dengan ACCOR Group, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Kesehatan serta Kementerian Perdagangan.

GeNose C-19, menurut Sapta, singkatan dari Gadjah Mada Electronic Nose. Alat dikembangkan UGM dan didukung penuh Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi. GeNose C-19 bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena infeksi Covid-19 keluar melalui hembusan nafas ke dalam kantong khusus. Lalu di identifikasi melalui sensor data diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).

“Ketertarikan industri pariwisata menggunakan GeNose C-19, mengingat alat ini memiliki tingkat akurasi tinggi, di atas 95 persen,” papar Sapta. “Penggunaannya pun hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga menit untuk mengetahui hasil.”

Kemudahan alat ini, membuat pihaknya sebagai penggiat pariwisata Indonesia akan mempromosikan dan menggunakan GeNose C-19 pada seluruh destinasi, dari hotel, restoran, event pameran, spa, café, tempat-tempat hiburan, seperti bioskop, rekreasi dan sebagainya.

“Saya setuju pernyataan Pak Sapta tentang penggunaan GeNose C-19 ditengah pandemi Covid-19,” timpal Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro. “Sebab industri pariwisata paling menderita akibat dampak pandemi ini.”

Jadi, ia mendukung pelaku pariwisata menggunakan GeNose C-19. Karena bisa menskrining Covid-19 secara massif, cepat, nyaman dan harga terjangkau. Segendang seirama disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Ia sangat mengapresiasi seluruh pelaku pariwisata Indonesia mendukung penggunaan GeNose C-19.

“Saya ucapkan selamat dan sukses atas launching GeNose C-19 untuk kepentingan pariwisata Indonesia,” kata Sandiaga. “Dengan penggunaan alat ini dapat mempercepat kebangkitan industri pariwisata.”

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga merasa bangga atas kehadiran GeNose C-19. Mengingat alat canggih mendeteksi dini Covid-19 secara akurat itu, merupakan inovasi anak bangsa, demi kepentingan Indonesia. “Kita harus mendukung,” singkatnya.

Diakhir acara launching didukung Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ini, dilaksanakan Penandatanganan Kerjasama Pembelian 100 Unit GeNose C-19 oleh Accor Group Indonesia, yang diwakili Adi Satria, VP Sales and Marketing Accor Hotels Indonesia, Singapore and Malaysia. Sedangkan Nota Dukungan dari Asosiasi Pariwisata Indonesia, ditandatangani, yakni:

1. Haryadi Sukamdani, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

2. Nunung Rusmiati, Chairman Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).

3. Budi Tirtawisata, Ketua Indonesian Convention & Exhibition Bureau (INACEB).

4. Elly Hutabarat, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (ASTINDO).

5. Panca Sarungu, Ketua Masyarakat Sadar Wisata (MASATA).

6. Ricky, Sekretaris Umum Indonesia Inbound Tour Operator Association (INTOA).

7. Denon Prawiraatmadja, Ketua Indonesia National Air Carrier Association (INACA).

8. I Gede Susila Wisnawa, Ketua Umum Insan Pariwisata Indonesia (IPI).

9. Alphonzus Widjaya, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

10. Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

11. Hosea Andreas Runkat, Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI).

12. Lily G Karmel, Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI).

13. Salman Dianda Anwar, Ketua Jakarta Tourism Forum (JTF).

(*andi surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here