Dongeng Kenal Pejabat Pusat

0
802
FOTO ilustrasi

Oleh: Andi Surya

JANJI politik saat pemilihan kepala pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, merupakan visi misi sang kandidat. Ketika terpilih, visi misi ini menjadi acuan dilaksanakan, karena merupakan kontrak sosial yang tertulis antara calon pemimpin dan masyarakatnya.

Dalam janji politik atau visi misi memuat arah kebijakan, program pembangunan, serta tujuan akan dicapai selama menjabat. Janji-janji diucapkan sangat penting diwujudkan sebagai tolok ukur keberhasilan kepemimpinan yang berintegritas, bukan sekadar trik atau taktik selama kampanye.

Berikut poin-poin terkait visi misi sebagai janji politik, dikutip dari berbagai sumber:

Kontrak sosial dan arah pembangunan

Visi misi memuat arah kebijakan dan program pembangunan dalam lima tahun kedepan. Yang wajib diimplementasikan setelah dilantik.

BACA JUGA :  Layaknya Ibukota Kabupaten, Bupati Natuna Ingin Kota Ranai Terang Benderang

Alat ukur kinerja

Visi dan misi digunakan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin, mencakup integritas, inovasi dan manajerial.

Dasar kampanye

Visi misi dijabarkan saat kampanye untuk memenangkan simpati pemilih dengan menawarkan solusi konkret, seperti perbaikan pelayanan kesehatan, infrastruktur dan lainnya.

Potensi inkonsistensi

Meskipun krusial, seringkali terdapat tantangan di mana visi-misi hanya menjadi alat pemenangan dan diabaikan saat sudah menjabat.

Pentingnya integrasi

Visi misi idealnya dirancang secara teknokratis dan terukur untuk menjawab permasalahan strategis wilayah agar dapat menyejahterakan masyarakatnya.

Sebaiknya mundur, jika visi misi tidak terbukti

Tapi ketika terpilih, misalnya visi misi pemimpin daerah saat berkampanye, mengaku banyak kenal pejabat pusat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang peningkatan ekonomi, pergerakan pembangunan, hingga murahnya tiket transportasi udara dan lainnya.

BACA JUGA :  Sekitar Rp1,7 Miliar Dua Proyek di Swakelola Dishub Kepulauan Anambas, Kabid Perhubungan Laut: 2020, Bukan Saya Kabidnya

Ternyata janji tidak terbukti, sebaiknya sang pemimpin mundur dari jabatan. Sebab janji kampanye, merupakan kontrak sosial tertulis antara calon pemimpin dan masyarakatnya.

Apalagi janji paling krusial tentang peningkatan ekonomi tidak terwujud, jelas merupakan ancaman nyata bagi kelangsungan hidup masyarakatnya. Karena janji politik bukan dongeng sebelum tidur, seperti cerita tentang banyak kenal pejabat pusat. ****

(Penulis: Pimpinan Perusahaan KABARTERKINI.co.id)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini