Hadapi Lonjakan Covid-19 di Indonesia, Kapolri: Perlu Percepat Vaksinasi

0
594

BANJARMASIN, KABARTERKINI.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung akselerasi vaksinasi Covid-19 serentak di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis 10 Februari 2022. Selain meninjau langsung, ia juga memantau pelaksanaan vaksinasi secara virtual pada 4.988 tempat vaksinasi di 34 provinsi di Indonesia.

Sigit mengingatkan, target vaksinasi pada hari ini untuk Kalsel, sebanyak 21 ribu dosis. Ia pun mengapresiasi jajaran Forkopimda yang telah bersinergi dan berusaha keras melakukan akselerasi percepatan vaksinasi untuk masyarakat.

“Saya ucapkan terimakasih, atas kerja keras TNI/Polri dan seluruh pemda baik provinsi, kotamadya maupun kabupaten se-Indonesia. Yang terus bekerjasama membantu percepatan program akselerasi vaksinasi nasional,” katanya melalui keterangan tertulis.

Angka harian Covid-19, menurutnya, mengalami kenaikan. Tercatat pada hari kemarin angka positif Covid-19 sebanyak 46 ribuan atau meningkat 10 ribu dibanding hari sebelumnya. Bahkan, angka ini hampir mendekati puncak angka positif harian Covid-19 di Indonesia pada Juli 2021.

Namun terjadinya lonjakan kasus Covid-19 harus dihadapi dengan upaya maksimal dari seluruh elemen masyarakat. Dari penanganan dan pengendalian pandemi. Segala strategi harus dilakukan untuk menekan angka harian. Yang paling terpenting, masyarakat harus tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi penyebaran Covid-19.

“Tentunya ini menjadi kewaspadaan bagi kita semua untuk kemudian bersiap-siap. Walaupun dalam kesempatan ini kita ingatkan masyarakat tidak perlu panik. Tapi upaya menghadapi lonjakan ini kita harus lakukan dengan maksimal,” ujar Sigit.

Adapun untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19, mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, salah satunya adalah strategi mempercepat akselerasi vaksinasi yang wilayahnya belum 100 persen. Dari data di terima, untuk vaksinasi dosis pertama secara nasional sudah mencapai 89 persen. Sehingga, diharapkan secepatnya mencapai 100 persen.

“Saya minta pada masyarakat yang sudah melaksanakan vaksinasi sebanyak dua kali dan sudah memasuki masa enam bulan, agar melaksanakan vaksinasi tahap ketiga atau booster,” kata Sigit.

“Karena ini sangat penting sebab kecenderungan setelah enam bulan tingkat imunitas menurun. Jadi mau tidak mau harus dilaksanakan vaksin untuk kemudian meningkatkan imunitas,” ucapnya lagi.

Vaksinasi, terang mantan Kapolda Banten ini, sangat penting untuk menghindari fatalitas jika terpapar Covid-19. Dari data, rata-rata memang yang sudah divaksin dua kali atau booster bisa terkena Omicron namun kecenderungannya tanpa gejala atau gejala ringan.

“Yang belum vaksin atau belum lengkap, khususnya lansia atau komorbid memang ada beberapa mengalami fatalitas atau meninggal. Tolong ingatkan keluarga, tetangga atau masyarakat yang memiliki usia lansia segera vaksinasi,” tuturnya.

Selain vaksinasi, Sigit tidak henti-hentinya mengingatkan agar masyarakat disiplin terhadap protokol kesehatan. Pemakaian masker menjadi kebiasaan rutin di masa pandemi Covid-19 yang kembali melonjak.

Sementara, Forkopimda menyiapkan tempat isolasi terpusat (isoter), manakala ada masyarakat yang terpapar Covid-19. Namun tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Di isoter disiapkan dokter, disiapkan obat, setiap hari dicek. Ini jauh lebih baik dibanding melaksanakan secara mandiri. Karena kita agak susah mengontrolnya dan risiko tidak terjadi penularan tentunya akan sangat sulit diawasi,” pungkasnya. (*andi surya)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini