Hino Faisal Apresiasi RSUD Palmatak Sigap Tangani Korban Keracunan MBG

0
120
ANGGOTA DPRD Kepulauan Anambas Hino Faisal saat menyapa warga di RSUD Palmatak

ANAMBAS, KABARTERKINI.co.id – Dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG pada Rabu 15 April kemarin, mengguncang Kabupaten Kepulauan Anambas. Lebih dari seratus pelajar dilaporkan tumbang dan memadati RSUD Palmatak.

Sehingga membuat fasilitas kesehatan tingkat kabupaten itu kewalahan menghadapi lonjakan pasien secara tiba-tiba. Dengan kondisi ini, Anggota DPRD Kepulauan Anambas Hino Faisal turun langsung ke RSUD Tarempa, Kamis 16 April 2026.

Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan kondisi di lapangan sempat berada di titik kritis. Sebab pasien membludak, fasilitas kesehatan masyarakat ini tidak mencukupi.

“Ini bukan kejadian biasa,” kata Hino sambil menekankan terhadap layanan kesehatan tidak terhindarkan. Sejumlah pasien bahkan harus ditangani dengan fasilitas darurat, termasuk tambahan tempat tidur dari BPBD, demi mengantisipasi keterbatasan ruang rawat.

Meski sebagian besar korban kini berangsur pulih dan telah dipulangkan, besarnya jumlah pelajar yang terdampak langsung memicu perhatian serius DPRD Kepulauan Anambas.

BACA JUGA :  JIP Luncurkan Logo Baru, Ini Filosofinya

“Ini sudah masuk kategori kejadian luar biasa. Tidak bisa dianggap sepele. Harus ada evaluasi total,” kata Hino sambil menambahkan, aspek paling krusial dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari kelayakan dapur, standar kebersihan, hingga kepatuhan terhadap prosedur operasional atau SOP dalam pengolahan makanan.

“Kejadian ini membuka celah besar yang tidak boleh lagi diabaikan, meskipun sebelumnya program serupa berjalan tanpa kendala. Kalau sebelumnya aman, kenapa sekarang bisa terjadi? Ini yang harus dibongkar sampai tuntas,” katanya.

ANGGOTA DPRD Kepulauan Anambas Hino Faizal (kanan) saat memasuki RSUD Palmatak

Sebagai tindak lanjut, Hino memastikan akan memanggil seluruh pihak terkait guna dimintai keterangan menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, dari hulu hingga hilir.

“Semua harus dimintai keterangan. Jangan sampai program yang seharusnya menyehatkan justru membahayakan generasi muda Anambas,” katanya.

Di tengah situasi darurat tersebut, Hino turut memberikan apresiasi kepada tenaga medis yang dinilai sigap dan bekerja maksimal dalam menangani lonjakan pasien.

BACA JUGA :  Akibat Cuaca Ekstrim, Enam Wilayah di Ranai Terjadi Kerusakan Jaringan Listrik

“Tenaga medis bekerja luar biasa. Tanpa mereka, situasi bisa jauh lebih buruk,” katanya mengakhiri.

Data sementara mencatat sebanyak 151 pelajar menjadi korban. Dengan rinciannya, 110 anak dirawat di RSUD Palmatak dan 41 lainnya mendapatkan penanganan di Puskesmas Siantan Tengah.

Mayoritas korban mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi MBG. Mereka kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis.

Para korban diketahui merupakan pelajar dari sejumlah sekolah, yakni TK dan PAUD Air Nangak, SMP Air Nangak, SD Air Asuk, serta SMP Air Asuk. Seluruhnya menerima MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk, Kecamatan Palmatak. (*Yady)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini