Bersama TikTok, Kemnaker Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru

0
111
MENAKER Yassierli saat membuka acara BISA Bareng TikTok di Jakarta (foto Biro Humas Kemnaker)

JAKARTA, KABARTERKINI.co id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan TikTok Indonesia. Kerja sama dilakukan demi memperkuat pengembangan talenta ekonomi digital melalui program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok atau BISA Bareng TikTok.

Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ekonomi digital Indonesia yang berlangsung sangat pesat dan kini menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat membuka acara BISA Bareng TikTok di Jakarta, Rabu 15 April 2026.

Berdasarkan laporan terbaru e-Conomy SEA, sambung Yassierli, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai hampir USD 100 miliar atau sekitar Rp1.656 triliun pada 2025. Otomatis menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan sektor e-commerce sebagai kontributornya.

“Pertumbuhan ekonomi ini bukan hanya menghadirkan pasar baru, tetapi mengubah pola kerja masyarakat. Ruang digital kini tidak lagi sekadar menjadi kanal transaksi, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem penciptaan peluang kerja baru yang semakin terbuka,” katanya.

“Masyarakat yang sebelumnya menggantungkan penghasilan pada sektor-sektor tradisional kini mulai masuk ke ranah digital sebagai reseller, dropshipper, pembuat konten, live streamer hingga affiliate marketer,” kata Yassierli lagi sambil menambahkan, perkembangan ekonomi digital membuka peluang penghasilan tambahan yang fleksibel, terutama melalui tren discovery commerce.

Ketika konsumen menemukan produk melalui konten digital yang informatif dan menghibur. Jelas membuka ruang kerja baru yang harus disambut dengan kesiapan keterampilan memadai. Meski peluang ekonomi baru terus tumbuh, namun tantangan dihadapi masih besar, terutama pada aspek keterampilan digital.

Apalagi banyak tenaga kerja dan masyarakat belum sepenuhnya menguasai strategi konten, teknik penjualan digital, analisis pasar, maupun kemampuan adaptif lain yang dibutuhkan untuk bersaing dan berkembang di ekosistem digital. Oleh karena itu, kehadiran pelatihan menjadi sangat penting agar peluang ekonomi digital tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

BACA JUGA :  TKDN Capai 90 Persen, PLN Operasikan Transmisi Baru SUTET 275 KV Muara Enim-Gumawang

“Program ini hadir untuk memberikan pelatihan praktis guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus membangun kapasitas trainer nasional sebagai agen literasi digital,” kata Yassierli.

Sebagai tahap awal implementasi kerja sama, program BISA Bareng TikTok diikuti oleh 1.400 peserta, terdiri atas 400 peserta offline dan 1.000 peserta online. Peserta berasal dari beragam latar belakang, antara lain instruktur pemerintah dan swasta, tim humas/media sosial Kemnaker, serta masyarakat umum, termasuk calon kreator, affiliator, seller, pelaku UMKM, dan pencari kerja.

Pelatihan ini mencakup dua materi utama, yakni Pelatihan TikTok Live Streaming Host dan Pelatihan Content Commerce Talent Development. “Di sini juga ada instruktur, nanti mereka ikut paket pelatihan training of trainers atau ToT, dan mereka nanti akan menjadi pelatih untuk melakukan pelatihan BISA ini di balai-balai,” kata Yassierli.

Setelah instruktur mengikuti pelatihan, menurutnya, akan menjadi trainers bagi masyarakat umum. Yassierli menargetkan kedepan program ini dapat melahirkan 100.000 alumni pelatihan dalam setahun.

“Tentunya tujuan akhir pelatihan ini adalah penyerapan tenaga kerja dan menumbuhkan semangat kewirausahaan di seluruh Indonesia. Sehingga tercipta ekosistem digital yang inklusif dan tangguh,” katanya.

Pelatihan dirancang nanti, papar
Yassierli, dengan pendekatan workshop hands-on dan learning by doing. Jadi peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung pembuatan konten, strategi promosi, dan pendekatan penjualan berbasis konten digital.

Melalui skema ini, instruktur diharapkan dapat menggandakan pelatihan serupa di balai pelatihan masing-masing, tim humas/media sosial Kemnaker dapat meningkatkan kualitas produksi kontennya, dan masyarakat umum dapat memanfaatkan keterampilan baru tersebut untuk membuka peluang penghasilan dari sektor ekonomi digital.

BACA JUGA :  Presiden Tinjau Perkembangan Pembangunan LRT Jabodebek

“Di sini juga ada instruktur, nanti mereka ikut paket pelatihan training of trainers atau ToT, dan mereka nanti akan menjadi pelatih untuk melakukan pelatihan BISA ini di balai-balai,” katanya.

Tidak lupa, Yassierli mengapresiasi kepada TikTok atas kontribusi dan komitmennya dalam mendukung pengembangan pelatihan vokasi nasional. Dengan sinergi ini, diharap ekonomi digital terus berkembang secara inklusif, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing Indonesia di era digital.

Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia Hilmi Adrianto mengatakan peluang ekonomi digital saat ini semakin terbuka luas, tetapi belum semua masyarakat memiliki akses terhadap keterampilan yang dibutuhkan untuk memanfaatkannya secara optimal. Oleh sebab itu, TikTok memandang kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk memperluas akses pelatihan yang relevan dan aplikatif.

“Melalui program ini, TikTok berkomitmen memberikan dukungan konkret, mulai dari pelatihan praktis hingga pengembangan kurikulum bagi para trainer dan masyarakat umum untuk menjadi content creator, affiliator, maupun pelaku usaha digital,” kata Hilmi.

Dalam jangka panjang, ungkapnya, program BISA Bareng TikTok dapat memberi dampak berkelanjutan bagi ekosistem ekonomi digital nasional. Karena TikTok merupakan platform inklusif, tempat siapa pun, dari latar belakang apa pun, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, menemukan audiensnya, dan menciptakan peluang ekonomi sendiri.

Adapun pengisi acara BISA Bareng TikTok antara lain HR Practitioner & Content Creator Vina Muliana, Government Partnership & Enterprise TikTok Indonesia Novalia Hartono, Content Creator Maryamah, Content Marketing TikTok Indonesia Dhany Damara, Livestream Operations TikTok Live Indonesia Michael Tan, serta TikTok Shop by Tokopedia SMB Partnership Team Yohana Uli Prisilia Damanik. (*Andi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini