Kenali Saham IPO Sebelum Investasi

0
112
FOTO di desain ChatGPT

Oleh: Tim BEI

HINGGA akhir Agustus 2026, sebanyak tujuh perusahaan telah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan total dana berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun dan menyisakan tujuh perusahaan yang mengantre dalam pipeline IPO. Oleh karena itu, pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu alternatif pendanaan bagi perusahaan, sekaligus membuka lebih banyak pilihan investasi bagi masyarakat.

Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI Listyorini Dian Pratiwi menilai semakin banyak dan besar perusahaan melakukan IPO menunjukkan pasar modal Indonesia masih menjadi pilihan pendanaan yang menarik bagi dunia usaha.

Mengingat bertambahnya jumlah perusahaan tercatat memberikan lebih banyak alternatif investasi bagi masyarakat sebagai sarana diversifikasi portfolio investasi. IPO merupakan proses ketika perusahaan menawarkan sahamnya kepada masyarakat untuk pertama kalinya.

Setelah proses penawaran umum selesai, saham perusahaan kemudian dicatatkan dan dapat diperdagangkan di BEI. Bagi perusahaan, IPO dapat menjadi salah satu alternatif memperoleh pendanaan bagi pengembangan usaha serta peningkatan good corporate governance.

Sementara bagi investor, IPO memberikan kesempatan untuk memiliki bagian dari perusahaan yang baru menjadi perusahaan terbuka. Meningkatnya aktivitas IPO turut menarik perhatian investor. Setiap kali perusahaan melantai di BEI, antusiasme pasar biasanya meningkat.

Bahkan tidak sedikit saham yang mencatatkan kenaikan harga pada hari pertama perdagangan. Kondisi ini kerap memunculkan anggapan, berinvestasi pada saham IPO selalu menguntungkan. Padahal, kenaikan harga pada awal perdagangan belum tentu mencerminkan nilai fundamental perusahaan maupun menjamin kinerja saham dalam jangka panjang.

Setelah tercatat di Bursa, harga saham bergerak mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran serta dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kinerja perusahaan, kondisi industri, ekonomi, dan sentimen pasar.

Oleh karena itu, keputusan berinvestasi sebaiknya tidak didasarkan semata pada euforia pasar, tetapi melalui analisis yang matang agar sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing investor.

Jadi IPO tidak seharusnya dipandang hanya sebagai momentum pada hari pertama perdagangan atau akhir dari perjalanan perusahaan. Melainkan, IPO merupakan titik awal pertumbuhan perusahaan di pasar modal Indonesia.

“Setelah melaksanakan IPO, perusahaan diharapkan dapat melakukan berbagai aksi korporasi lanjutan pada tahun-tahun berikutnya, tumbuh bersama pasar modal Indonesia, serta memanfaatkannya sebagai house of growth untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan,” kata Listyorini.

BACA JUGA :  Jaga Kekayaan Desa Adat Bali, Kapolri Kukuhkan Bankamda dan Sipandu Beradat

Apa yang perlu diperhatikan sebelum membeli saham IPO?

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mempelajari prospektus perusahaan. Dokumen ini merupakan sumber informasi utama memuat profil perusahaan, bidang usaha, kondisi keuangan, strategi bisnis, penggunaan dana hasil IPO, hingga berbagai risiko yang mungkin dihadapi.

Dengan memahami informasi tersebut, investor dapat memperoleh gambaran lebih utuh mengenai kualitas perusahaan dan prospek bisnisnya ke depan. Investor juga perlu mencermati bagaimana dana hasil IPO akan digunakan. Dana tersebut dapat dialokasikan untuk ekspansi usaha, belanja modal, pembayaran utang, maupun kebutuhan lainnya sesuai dengan rencana perusahaan.

Selain memahami terkait dengan pengunaan dana disampaikan melalui prospektus, pasca pencatatan investor juga harus terus memantau penggunaan dana hasil IPO melalui Laporan Realisasi Penggunaan Dana (LRPD) sebagaimana telah diatur pada POJK Nomor 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

Selain membaca prospektus, investor perlu memahami bagaimana perusahaan menjalankan bisnis dan menghasilkan pendapatan. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain target pasar, sumber pendapatan, keunggulan kompetitif, serta strategi perusahaan mengembangkan bisnis.

Tidak kalah penting, investor juga perlu melihat prospek industri tempat perusahaan beroperasi. Perusahaan dengan model bisnis yang jelas dan berada pada industri yang memiliki peluang pertumbuhan dapat memiliki ruang untuk berkembang, meskipun tetap terdapat risiko dan ketidakpastian yang perlu dipertimbangkan.

Cermati valuasi saham dan prospek bisnis, bukan sekadar harga saham. Karena harga saham ditawarkan dalam IPO tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan, apakah suatu saham tergolong murah atau mahal. Investor perlu melihat harga tersebut dalam konteks nilai dan fundamental perusahaan.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah membandingkan valuasi perusahaan dengan perusahaan tercatat lain yang memiliki karakteristik atau bergerak di sektor yang sama. Investor dapat mempertimbangkan sejumlah rasio, seperti Price to Earnings Ratio (PER) atau Price to Book Value (PBV).

BACA JUGA :  Hadir di Kecamatan Subi, Kedai BRK Syariah Bakal Rekrut SDM Lokal

Dengan tetap memperhatikan karakteristik dan prospek bisnis masing-masing perusahaan. Tujuan utama dalam menilai saham IPO bukan sekadar mencari saham dengan harga murah, tetapi memastikan bahwa harga ditawarkan sebanding dengan fundamental dan potensi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.

Lalu, kenali berbagai risiko investasi. Sebab saham IPO tetap memiliki risiko investasi. Sebagai perusahaan yang baru memasuki pasar modal, kinerja perusahaan tercatat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari internal perusahaan maupun kondisi ekonomi dan industri.

Selain itu, harga saham setelah tercatat di Bursa dapat bergerak fluktuatif mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran di pasar. Oleh karena itu, investor perlu memiliki ekspektasi yang realistis dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam jangka pendek.

Alih-alih berfokus pada euforia ketika saham mulai diperdagangkan, investor dapat memanfaatkan momentum IPO untuk membangun portofolio yang lebih berkualitas melalui analisis yang komprehensif. Dengan membaca prospektus, memahami model bisnis, menilai valuasi, serta mengenali berbagai risiko yang ada, investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih rasional dan terukur.

Pada akhirnya, IPO dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang menarik bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam potensi pertumbuhan perusahaan sejak menjadi perusahaan terbuka. Meski demikian, setiap keputusan investasi perlu didasarkan pada informasi yang memadai serta disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan profil risiko masing-masing investor

Sebelum mengambil keputusan investasi, pastikan Anda telah mempelajari prospektus dan informasi penawaran umum secara menyeluruh. Informasi mengenai perusahaan yang sedang melaksanakan IPO, jadwal penawaran, serta dokumen prospektus dapat diakses melalui e-ipo.co.id maupun website BEI idx.co.id.

Akhir dari tulisan ini, berinvestasi di saham IPO bukan semata-mata tentang seberapa cepat mengikuti tren, tetapi seberapa baik investor memahami perusahaan dipilih. Dengan informasi yang memadai dan analisis dilakukan secara cermat, investor dapat mengambil keputusan lebih rasional dan terukur.****

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini