Konversi Minyak Tanah ke LPG, Apakah Warga Kepulauan Siap?

0
867
MASYARAKAT sedang ngantri minyak tanah (foto istimewa)

Catatan Andi Surya

KONVERSI atau perubahan dari pemakaian minyak tanah ke liquefied petroleum gas (LPG) atau elpiji bersubsidi, apakah warga kepulauan siap? Karena peralihan ini, kawasan itu bakal mempunyai penjual gas elpiji, serta pemasoknya. Lalu, bagaimana dengan nasib masyarakat tinggal di kepulauan dan perbatasan terpisah lautan dari ibukota kabupaten, seperti Natuna?

Pertanyaan ini sulit terjawab atau terbayangkan. Masyarakat tinggal di pelosok pulau terpencil, biasa memakai minyak tanah, kini harus berganti memakai gas elpiji. Di mana mereka bisa membelinya. Siapa yang sanggup menjual atau sebagai pemasoknya.

BACA JUGA :  𝐉𝐞𝐟𝐫𝐢𝐝𝐢𝐧 𝐓𝐢𝐧𝐣𝐚𝐮 𝐏𝐫𝐨𝐠𝐫𝐞𝐬 𝐑𝐞𝐡𝐚𝐛𝐢𝐥𝐢𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐑𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐊𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐒𝐌𝐏𝐍 𝟑𝟎 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧𝐚𝐧 𝐓𝐨𝐢𝐥𝐞𝐭 𝐒𝐃𝐍 𝟏𝟏 𝐁𝐞𝐧𝐠𝐤𝐨𝐧𝐠

Belum lagi, musim pancaroba. Laut Natuna Utara, dahulu Laut China Selatan, setiap akhir tahun muncul namanya Musim Utara. Di kala itu, laut tidak bersahabat. Gelombang bisa mencapai delapan meter. Angin berembus kencang.

Sedangkan di Kota Ranai, Ibukota Kabupaten Natuna terkadang putus pasokan gas elpiji, apatah lagi di pelosok kepulauan. Yang jauh dari kota kabupaten. Harusnya pemerintah pusat membuat kebijakan, jangan hanya berpikir Indonesia seperti satu benua atau satu tanah.

Sehingga masyarakatnya tinggal start kenderaan darat roda dua atau empat, berkunjung ke provinsi, kabupaten atau kota lain dengan mudah. Biaya dikeluarkan tidak seberapa. Berbanding terbalik dengan kawasan kepulauan.

BACA JUGA :  Suara DPRD Dapil Bintan 3 Capai 70,45%, Ini Tujuh Besar Tertinggi

Masyarakatnya harus menggunakan transportasi laut, dengan biaya dikeluarkan cukup mahal dan memakan waktu cukup lama. Belum lagi, jadwal kapal tidak jelas, terutama di masa pandemi Covid-19.

Jadi wacana pemerintah pusat ingin mengkonversi minyak tanah ke gas elpiji di Natuna harus ditinjau ulang atau dibuat zona. Bagi masyarakat tinggal di pulau besar, tidak mendapat jatah minyak tanah bersubsidi, kecuali mereka tinggal di pelosok pulau. ****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini