Lapangan Sepakbola Tidak Sesuai Bestek, Arifin: Kami Jumpa Ketua BPD Bukan Kades Batu Gajah

0
339

kabarterkini.co.id, NATUNA – Ketua Karang Taruna Batu Gajah Arifin perlu meluruskan pemberitaan sebelumnya, tentang pertemuan hasil pekerjaan pembangunan lapangan sepakbola di kampungnya tidak sesuai rencana pembangunan (bestek-red). Pertemuan antara ia bersama para pemuda desa bukan dengan Kepala Desa Batu Gajah Bahtiar, melainkan Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Batu Gajah Wahyudin.

“Kami jumpa Pak Wahyudin, Ketua BPD Batu Gajah, mempertanyakan fungsi pengawasan lembaga itu terhadap kinerja Kades dalam mengelola anggaran desa,” kata Arifin via WhatsApp, Jumat 17 Mei 2019. “Khusus dalam penggunaan anggaran pekerjaan pembangunan Lapangan Sepakbola Batu Gajah pada 2018.”

Pekerjaan pembangunan itu, menurut Arifin, tidak sesuai rencana awal, misal dalam penggunaan tanah timbun. Karena pihak desa sebagai pengelola kegiatan, menggunakan jenis sirtu (pasir batu).

Jadi, atas kejanggalan penggunaan tanah timbun itu, ia beserta sejumlah pemuda desanya mendatangi Kantor BPD Batu Gajah pada Selasa 14 Mei 2019. Padahal anggaran pembangunan lapangan sepakbola itu, cukup besar, sekitar Rp261 juta. “Tapi hasil pekerjaan, kami nilai asal-asalan,” katanya.

Pekerjaan pembangunan Lapangan Sepakbola Batu Gajah, terang Arifin, dimulai sejak 14 Maret 2018. Target pekerjaan selama dua bulan. Nyatanya, memasuki April 2019, Lapangan Sepakbola Batu Gajah, tidak bisa dipergunakan untuk olahraga.

“Kalau di hitung-hitung, total pembangunan Lapangan Sepakbola Batu Gajah hampir mencapai Rp591 juta,” terangnya. “Bebas lahan sekitar Rp330 juta, pekerjaan sekitar Rp261 juta.

Ketua BPD Batu Gajah Wahyudin hingga berita dipublikasi belum dikonfirmasi tentang kunjungan Ketua Karang Taruna Batu Gajah Arifin dan sejumlah pemuda ke kantornya, mempertanyakan pengawasan lembaganya terhadap pekerjaan pembangunan Lapangan Sepakbola Batu Gajah pada 2018, tidak sesuai rencana pekerjaan.

Sementara, Kades Batu Gajah Bahtiar menyangkal pembangunan Lapangan Sepakbola Batu Gajah tidak sesuai rencana pekerjaan. Malahan dalam pembangunan, ia rela mengeluarkan uang pribadi, demi siapnya lapangan sepakbola itu.

“Anggaran banyak habis pada pematangan lahan,” alasan orang nomor satu di Desa Batu Gajah yang bermasalah pada pekerjaan pembangunan Surau Sekebun itu, via ponsel. “Target menggunakan alat berat hanya tiga hari, ternyata lebih.”

Yang anehnya keputusan Bahtiar membangun Lapangan Sepakbola Batu Gajah, hanya berjarak sekitar 100 meter dari lapangan bola lama. Kenapa lapangan sepakbola lama tidak ditingkatkan sarana prasarananya?

“Lapangan bola lama, lahan milik masyarakat,” kelit Bahtiar. “Lagi pula luas lahan tak sesuai dengan luas lapangan sepakbola sesungguhnya,” kelitnya lagi, sambil menambahkan, Lapangan Sepakbola Batu Gajah yang baru belum bisa dipergunakan, mengingat masih dalam tahap pemeliharaan rumput. (*andi surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here