Menteri BUMN Apresiasi PLN Bina Ratusan Anak Penyandang Disabilitas di Bandung

0
247
MENTERI BUMN Erick Thohir saat meninjau hasil kerajinan batik karya anak-anak disabilitas

BANDUNG, KABARTERKINI.co.id – Anak-anak Panti Sosial Penyandang Disabilitas Mental, Sensorik Netra, Rungu Wicara dan Tubuh di Dinas Sosial Jawa Barat tampak gembira. Mereka baru saja mendapat kunjungan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Yang mengapresiasi kreativitas dan daya juang mereka.

Di sela kunjungan, Erick Thohir sempat berhenti sejenak melihat beberapa penyandang tuna netra bernyanyi. Suara penyanyi yang merdu membuatnya turut berdendang bersama. Rasa haru dan bangga tampak dari para penyanyi setelah diapresiasi, salah satunya Nurlela.

Gadis tuna netra ini begitu bersemangat menyambut kehadiran Erick Thohir yang hadir meninjau program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN di panti itu. “Senang, terus bangga bisa ketemu dengan Pak Menteri. Bisa berjabat tangan, luar biasa. Senang sekali,” ujar Nurlela melalui keterangan tertulis.

Nurlela merupakan penerima manfaat dari dukungan program TJSL PLN di panti ini. Ia gembira bisa mendapatkan dukungan PLN sekaligus motivasi dari Menteri BUMN. Kegemarannya menyanyi pun diketahui Erick Thohir dan berjanji mengajak Nurlela bernyanyi dengan idolanya Judika secara daring. Janji yang semakin menambah kegembiraan dan semangat Nurlela.

Erick dalam kunjungan, memuji fasilitas panti, disertai dengan pendampingan yang bagus. Ia menyebut hadirnya anak-anak disabilitas merupakan realita yang ada di Indonesia. Sehingga, menjadi peran setiap pihak memberi dukungan.

“Kami di Kementerian BUMN membuka tempat bekerja bagi penyandang disabilitas sesuai kita sepakati waktu itu,” ujarnya terkait kebijakan Kementerian BUMN yang telah banyak menyerap tenaga kerja dari kalangan disabilitas.

Erick Thohir menyebut pekerja disabilitas juga ada di BUMN lainnya. Pemerintah tidak membedakan karena kalangan disabilitas bagian dari anak bangsa dan memiliki kesempatan yang sama. “Sudah seharusnya kita hadir untuk mereka,” pungkasnya.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril membenarkan pihaknya telah menerima pekerja dari kalangan disabilitas. Sejauh ini sudah ada puluhan insan PLN yang merupakan kalangan disabilitas. Sebagaimana pekerja lain, mereka berkarya dengan baik.

Umumnya berada di bidang yang berkaitan dengan layanan konsumen, seperti di unit Call Centre hingga tim IT. “Saya kira itu potensi sangat luar biasa dan mereka sangat berkembang sekali,” ujarnya.

Berdayakan Disabilitas

PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat (UID Jabar) menyerahkan bantuan alat membatik untuk UKM Batik Mulia Hati yang didirikan Pegiat Batik Disabilitas. Prosesi penyerahan bantuan dilakukan Erick Thohir secara simbolik kepada Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, Dodo Suhendar.

Bob menyebut pada kesempatan kali ini PLN memberikan dukungan lewat permodalan hingga peralatan membatik. Bantuan disalurkan berkelanjutan dan tidak akan berhenti sampai di sini. Total dana dikucurkan mencapai Rp200 juta.

Dengan rincian, Rp100 juta digunakan pembuatan tempat olah pangan pada September 2019, pengadaan sarana peralatan olah pangan senilai Rp50 juta pada Februari 2020, dan tempat membatik dengan anggaran Rp50 juta pada November 2020.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyerahkan bantuan berupa 6 unit alat bantu dengar, 10 tongkat netra, 1 unit walker, 1 unit kursi roda, 1 buah kaki palsu dan satu unit infra red.

Bob menjelaskan, jika bantuan ini sesuai dengan semangat dan pilar pemberdayaan dalam program TJSL PLN. Dengan tidak menilai kalangan disabilitas sebagai beban, melainkan potensi yang mesti didorong untuk mandiri.

Dia pun menilai keterampilan mereka dalam berkreasi membatik yang hasilnya berkualitas menjadi bukti dari program PLN ini. Bob pun mengaku akan terus melihat bagaimana program bantuan ini dapat berkelanjutan.

Memanfaatkan jejaring serta Rumah BUMN, produk batik dihasilkan panti, bisa didukung pemasarannya. Dengan dukungan berbentuk kail, bukan sekadar ikan. Sehingga dengan sarana yang ada, penyandang disabilitas bisa berhasil.

“Tetapi kita membantu jangan sepotong-sepotong. Harus terintegrasi. Kenapa? Harus diukur sampai keberhasilannya. Jadi ini tugas kita bersama,” tegas Bob. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here