Meski Masa Pandemi Covid-19, Realisasi Investasi di Batam Lampaui Target pada 2020

0
93

BATAM, KABARTERKINI.co.id – Meski terkendala pandemi Covid-19, Batam masih menjadi salah satu destinasi investasi untuk menanamkan modal. Hal ini menandakan optimisme para penanam modal terhadap iklim investasi di Batam.

Dengan dibuktikan perkembangan investasi melebihi target ditetapkan pada 2020. Demikian disampaikan Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, Jumat 7 Mei 2021.

Menurut Dendi, pada 2020 merupakan tahun tantangan untuk seluruh negara di dunia. Tercatat, hanya China dan Vietnam berhasil membukukan pertumbuhan ekonomi positif.

Sedangkan ratusan negara lain, justru membukukan hasil sebaliknya. Demikian halnya dengan Batam yang pada 2020 menyentuh angka pertumbuhan -2,55 persen.

“Walaupun angka itu masih lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau, tapi tetap masih menjadi tantangan bagi Batam yang merupakan daerah investasi dengan status FTZ,” ujar Dendi.

Selama masa pandemi Covid-19 berlangsung, BP Batam kemudian mengambil beberapa langkah strategis untuk terus meningkatkan daya saing, sebagai kawasan tujuan investasi internasional dan nasional.

“Beberapa prioritas pembangunan infrastruktur, seperti Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Batu Ampar dan infrastruktur jalan, ditingkatkan dengan cepat. Kami terus menjalin hubungan dengan para investor internasional dengan meningkatkan kegiatan pemasaran yang efektif, melalui platform digital dan membuka Kantor Hubungan Ekonomi Internasional di Singapura,” terang Dendi.

Seluruh usaha, menurutnya, berbuah manis saat BP Batam mampu melampaui total target Investasi. Semula ditargetkan Rp14,6 triliun, rupanya mampu tercapai hingga Rp22,3 triliun atau 152 persen pada 2020.

“Penanaman Modal Asing (PMA) berhasil mencapai Rp9,3 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berhasil unggul mencapai Rp13 triliun. Ini tentu melebihi ekspektasi kita semua,” kata Dendi.

Data dihimpun Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, dari data realisasi investasi PMA berdasarkan negara pada 2020 masih dipimpin negara Singapura dengan nilai investasi USD360,4 juta dan 867 proyek.

Kemudian Luxembourg dengan nilai investasi USD140,7 juta dan 15 proyek, dan di posisi ketiga adalah Jerman dengan nilai investasi USD26,6 juta dan 25 proyek.

“Total dari 34 negara berinvestasi di Batam, nilai investasinya sebesar USD643 juta dan 1.714 proyek. Ini harus kita jaga dan tingkatkan, agar capaian realisasi investasi pada 2021 semakin baik,” kata Dendi.

Sedangkan realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor pada 2020, Industri Kimia dan Farmasi merupakan penyumbang utama capaian realisasi investasi dan di posisi pertama dengan nilai sebesar Rp4,2 triliun dan 33 proyek.

Disusul sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran. Nilai investasinya Rp3,4 triliun dan 124 proyek. Lalu di posisi ketiga sektor Pertambangan dengan nilai investasi Rp2,6 triliun dan 20 proyek. “Untuk jumlah proyek terbanyak adalah sektor Perdagangan dan Reparasi dengan jumlah proyek 1.119,” lanjut Dendi.

Dengan meningkatnya realisasi investasi PMA, paparnya, menunjukkan optimisme negara asing berinvestasi di Indonesia, khususnya Batam. Ini juga sekaligus pertanda kondusivitas iklim investasi di Batam yang baik.

“Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, didapati realisasi investasi asing Kota Batam mulai dari 2016-2020 mencapai angka USD2,78 miliar dan 4.369 proyek. Kita harapkan ini dapat meningkat pada 2021,” pungkas Dendi. (*herbin/rud/humas bp batam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here