Natuna Wilayah Strategis Nasional, Pj Sekda: Pengembangan Geopark Harus Sinergi Program Kerja Pemerintah Pusat

0
280
PJ Sekda Natuna Hendra Kusuma

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Pj Sekda Natuna Hendra Kusuma dalam rapat bersama Satgas Pengembangan Geopark Natuna mengatakan, dimasa pandemi Covid-19, pengelolaan Geopark Natuna sedikit vakum. Karena semua rencana atau kegiatan tentang Geopark harus dibatalkan atau ditunda.

“Kita akan selalu mendukung pengembangan Geopark Natuna, agar tidak jalan ditempat. Namun kita harus membangun koordinasi dan sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan, bagi memacu sektor pariwisata menjadi unggulan, meningkatkan jumlah kunjungan wisata, baik domestik maupun internasional,” kata Hendra di ruang rapat utama Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir, Ranai, Kamis pagi 1 Oktober 2020.

Rapat dihadiri para Asisten dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Natuna itu, kembali Hendra menegaskan, pemerintah pusat telah menetapkan Natuna menjadi kawasan strategis nasional. Mengingat kabupaten ini, salah satu wilayah perbatasan dengan sejumlah negara tetangga.

SUASANA rapat

“Oleh karena itu, pengembangan sektor pariwisata harus mempertimbangkan aspek keamanan. Jadi setiap program kerja, kita harus bersinergi dengan program pusat. Tujuan utama, memacu pembangunan sekaligus memperkuat penjagaan wilayah kedaulatan NKRI,” terangnya.

Ketua BP Geopark Natuna Muhammad Alim Sanjaya memaparkan, Geopark merupakan sebuah konsep manajemen pengembangan kawasan, dengan luas tertentu, dan secara berkelanjutan. Yang memadukan tiga keanekaragaman alam, yaitu geologi, hayati dan budaya.

“Konsep ini berpilar pada aspek konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penumbuhan nilai ekonomi lokal melalui Geowisata. Setidaknya, ada sembilan Geosite atau potensi destinasi wisata masuk Geopark Natuna,” kata Muhammad Alim Sanjaya.

KEPALA Dinas Pariwisata Natuna Hardinansyah (kanan)

Kesembilan Geosite, yaitu Pulau Akar, Batu Kasah, Gunung Ranai, Pantai Gua dan Kamak, Pulau Senua, Pulau Setanau, Senubing, Tanjung Datuk serta Taman Batu Alif. Hal ini menjadikan potensi wisata luar biasa dikembangkan kedepan.

“Untuk itu perlu kita melibatkan masyarakat tempatan bagi menjaga dan mengelola Geopark. Sehingga bisa dimanfaatkan menjadi objek wisata, tempat penelitian, konservasi flora dan fauna dan sebagainya. (*pro kopim/sri/diana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here