Asa Warga Desa Tapau di Pundak WS-RH

0
371
SUASANA pertemuan
Pertemuan warga Desa Tapau, Paslon Nomor Urut 2, banyak mendapat masukan, jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Natuna 2021-2024.
MALAM mulai menyapa, Rabu 30 September 2020. Dari kediamannya, Jalan Pramuka, Ranai, Wan Siswandi bersemangat menetapi janji bertemu dengan warga Desa Tapau. Bersama rekannya, Rodhial Huda, serta belasan lain, Wan Sis -biasa disapa- akan mengadakan pertemuan, meminta doa dan dukungan warga desa di bawah naungan Kecamatan Bunguran Tengah itu.

Karena Wan Sis, dalam Pilkada Serentak 2020, mendaftar sebagai Calon Bupati Natuna, bersama rekannya, Rodhial Huda, sebagai wakilnya. Kedua tokoh pemuda asli Natuna itu, mendapat nomor urut 2. Wan Sis, berpengalaman dalam birokrasi.

Sebelum mengundurkan diri sebagai PNS, ia pernah menjabat Sekretaris Daerah Natuna. Sementara Rodhial Huda, Tokoh Maritim Natuna. Yang selalu di undang sebagai pembicara tentang dunia kelautan dan perikanan hingga tingkat nasional, dan beberapa negara tetangga.

Tidak lama berselang, sejumlah kenderaan roda empat, berhenti di salah satu rumah warga Desa Tapau. Ramai warga menyambut, namun tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, tanpa bersalaman serta menjaga jarak. Mereka antusias menyambut kedatangan para tamu menggunakan sejumlah kenderaan itu, tidak lain, Wan Sis, Rodhial dan rombongannya.

Seperti biasa, kedua paslon Bupati dan Wakil Bupati Natuna Nomor Urut 2 itu, menceritakan kehadiran mereka dalam pertemuan. “Kami ingin memantapkan kepengurusan Tim Sukses Pemenangan WS-RH, atau Wan Sis – Rodhial Huda di Desa Tapau,” sambutan Wan Sis.

Namun, Wan Sis dan Rodhial tidak hanya ingin memantapkan kepengurusan Tim, melainkan meminta saran dan masukan, jika terpilih menjadi pemimpin di negeri perbatasan ini. Mengingat, negeri perbatasan ini, warganya harus sejahtera, dengan kekayaan cukup melimpah, laut sebagai sumber perikanan, serta daratan, dengan tanah nan subur.

“Dari dulu, jaringan internet menjadi permasalahan belum terselesaikan, mohon menjadi perhatian, jika WS-RH terpilih menjadi pemimpin negeri ini,” usulan salah seorang Timses Pemenangan WS-RH. “Masalah lain, harga karet petani, dan lapangan kerja bagi pemuda Desa Tapau.”

Menurut Wan Sis, permasalahan jaringan internet, akan menjadi agenda penting jika ia dengan Rodhial dipilih masyarakat menjadi pemimpin negeri maritim ini. Karena jaringan internet, sangat diperlukan di era digital, terutama anak sekolah di masa pandemi Covid-19.

Sedangkan harga karet, dan lapangan pekerjaan juga menjadi prioritas utama harus diselesaikan. “Harga karet, harga di pasaran sudah jelas,” katanya. “Tinggal pemerintah atur, bagaimana diterapkan kembali anggaran penyangga komoditi, itu solusinya.”

Terkait lapangan pekerjaan, Wan Sis menilai kekayaan alam Natuna, sangat menjanjikan, terutama sektor pariwisata dan perikanan. Seandai dikelola baik, pasti memerlukan banyak tenaga kerja.

“Contoh, calon wakil saya banyak kenal teman investor luar,” papar Wan Sis. “Kalau mereka investasi di sektor pariwisata maupun pengalengan ikan, tentu memerlukan tenaga kerja tidak sedikit.”

Keturunan Datok Kaya Wan Mohammad Benteng itu, ahkulyakin, jika terpilih akan sejalan dengan program pemerintah pusat. Sebab ia bersama Rodhial di usung 7 partai serta di dukung 2 partai yang mempunyai kursi mayoritas di DPR RI.

“Setidaknya jika terpilih, kami sedikit mudah berurusan dengan pemerintah pusat,” kata Wan Sis. “Dari soal perizinan investasi wisata maupun industri.”

Rodhial Huda, ahli Maritim Natuna, memaparkan, lapangan pekerjaan di pemerintahan suatu daerah harus mampu membuka ruang bagi investor pariwisata dan industri ingin berinvestasi. Sehingga suatu daerah itu, dapat membuka peluang lapangan kerja bagi warganya.

“Menjadi ASN atau PTT bukan satu-satunya solusi membuka lapangan pekerjaan,” terang Rodhial. “Mengingat, daerah mempunyai kekayaan melimpah, harus memanfaatkan demi kesejahteraan warganya.”

Di samping harus mampu mendatangkan investasi, sambung Bang Yal -sapaan akrabnya- suatu pemerintahan daerah itu, harus mampu menyiapkan Sumber Daya Manusia, sesuai keahlian. Sehingga investor mempergunakan SDM lokal.

“Ketika investor ingin menanamkan modal, salah satu mereka butuhkan, SDM unggul,” kata Bang Yal. “Jadi kita harus mempersiapkan segala sesuatunya.” (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here