Pembangunan Jembatan Batam-Bintan, BP Batam Berharap Dapat Meningkatkan Konektivitas

0
195
SUASANA acara webinar

BATAM, KABARTERKINI.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi melalui Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis, Fesly Abadi Paranoan dalam webinar memaparkan beberapa poin penting, di antaranya pembangunan dan perkembangan Kota Batam.

“Pada Periode awal pembangunan Batam, dimulai dengan pembangunan infrastruktur jalan, bandara, waduk dan lainnya. Hingga Batam dapat berkembang seperti sekarang. Yang menjadi salah satu pusat kegiatan perekonomian tumbuh pesat. Konsep pembangunan dilakukan adalah konsep ship follow the port, atau trade follow the port,” ujar Fesly, Rabu 7 April 2021.

Jadi, sambungnya, BP Batam menyediakan infrastruktur dan kegiatan ekonomi tumbuh setelahnya. Agar dapat diketahui saat ini Bandara Hang Nadim, memiliki runway terpanjang, dan enam jembatan telah dibangun menghubungkan pulau-pulau di Batam, Rempang dan Galang.

“Saat ini perhatian pemerintah pusat kepada pengembangan kawasan BBK sangat besar. Seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah telah menetapkan UU Cipta Kerja, dan turunannya PP 41/2021 tentang Kawasan Perdagangan Bebas. Dengan peraturan baru ini diharapkan dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam dan Kawasan BBK,” ujar Fesly.

Sementara harapan pemerintah pusat, menurutnya, kawasan BBK setelah diterbitkannya UU Cipta Kerja, percepatan pertumbuhan ekonomi dengan target 0,5% di atas pertumbuhan ekonomi nasional dapat terealisasi.

Lalu dalam PP juga diamanatkan rencana induk kawasan BBK, yang nantinya akan diatur dalam Perpres. Salah satu proyek prioritas utama adalah pembangunan Jembatan Batam-Bintan.

“Pembangunan Jembatan Batam-Bintan, kita berkeinginan semakin meningkatkan konektivitas antara Batam dengan Bintan. Sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi, seperti industri, pariwisata, konstruksi dan lainnya,” kata Fesly.

Pembangunan jembatan ini, ia mengingatkan perlu direncanakan secara cermat, dilakukan pihak berkompeten dan memiliki keahlian, dengan panjang kurang lebih 8 km, melalui Batam, Tanjung Sauh, Buau dan Bintan.

“Dengan demikian sangat diharapkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kota Batam sebagai organisasi profesional yang beranggotakan para insinyur berkompeten,” kata Fesly.

“Adanya kegiatan webinar ini, kami berharap muncul ide-ide menarik serta sharing dari para narasumber yang sangat berkompeten untuk memberikan pencerahan dan masukan bernilai bagi rencana pembangunan Jembatan Batam Bintan,” kata Fesly lagi.

Sementara dalam webinar, tampak, antara lain, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Dengan narasumber Bambang Suhendro, Jodi Firmansyah, Arvila Delitriana, Iwan Zarkasi dan Dian Agustian. (*Herbin/cc/humas bp batam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here