Perlindungan Satwa Minta Pemerintah Stop Ekspor Monyet Ekor Panjang

0
132
FOTO istimewa

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id — Jaringan organisasi perlindungan satwa dan konservasi menyuarakan desakan melalui aksi di Jakarta dan Yogyakarta, kemarin. Aksinya meminta Pemerintah Indonesia menghentikan ekspor monyet ekor panjang (macaca fascicularis).

Meskipun ekspor monyet itu, untuk kepentingan penelitian dan pengujian. Aksi dilakukan sejalan dengan dengan Hari Primata Internasional. Seperti di Jakarta, perwakilan Forum United For Primates menyampaikan surat resmi dan petisi kepada
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Petisi diinisiasi oleh JAAN, Action for Primates dan Lady Freethinker tersebut telah mendapat dukungan lebih dari 46.565 orang. Dalam surat disampaikan kepada Kementerian Kehutanan, Forum meminta antara lain agar pemerintah menangguhkan sementara ekspor monyet ekor panjang.

“Kami berharap Pemerintah Indonesia memastikan tidak ada monyet dari populasi liar digunakan untuk memasok fasilitas pembiakan komersial maupun kegiatan ekspor,” kata perwakilan Forum United For Primates Angelina Pane dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 2 September 2026.

Jadi, pihaknya berharap Pemerintah Indonesia meninjau kembali kebijakannya, serta memperkuat pengembangan metode penelitian non-hewan. Mengingat ketika spesies sudah terancam punah mendapatkan kuota ekspor bagi kepentingan penelitian dan pengujian, pemerintah perlu mempertanyakan apakah kebijakan ini masih dapat dibenarkan?

BACA JUGA :  Wisata Durian Ceruk, Bang Deng: Harga Murah, Asal Warga Datang ke Pondok

“Sekali lagi, kami mendesak pemerintah menangguhkan ekspor dan meninjau kembali kebijakannya secara menyeluruh. Selama belum ada langkah nyata, kami akan terus mengawal persoalan ini,” kata Angelina.

Sementara di Yogyakarta, anggota Forum United For Primates bersama masyarakat menggelar aksi damai di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Tampak hadir, antara lain Bandizt, bassis Shaggydog sekaligus pegiat perlindungan satwa.

Dalam aksi diisi dengan orasi dan edukasi publik, serta pertunjukan pantomim oleh seniman Wanggi Hoed. Mengenakan kostum menyerupai petugas laboratorium, Wanggi berada di dalam kandang berukuran besar, membalik gambaran monyet sebagai pihak yang biasanya dikurung.

Turut tampil pula seseorang berkostum Hanoman, sebagai perlambangan makhluk mitologi, yang mengamati terjadinya proses ekspor dan pemanfaatan monyet sebagai objek uji coba di laboratorium.

Pertunjukan pantomim ini menyoroti bagaimana monyet harus menjadi korban sekaligus peneliti di laboratorium yang sering kali juga harus terjebak dalam praktik usang dan permasalahan sistemik ekspor dan pemanfaatan monyet sebagai uji coba di laboratorium ini.

“Manusia dan spesies lain hidup bersama di dunia yang sama. Ketika monyet diekspor untuk eksperimen laboratorium dan mengalami rasa sakit yang sebenarnya tidak diperlukan, bagi saya ada harmoni yang hilang dalam hubungan manusia dengan spesies lain,” kata Wanggi Hoed.

BACA JUGA :  Dukung Pendidikan di Pulau Paling Selatan Indonesia, PLN Bagikan Perlengkapan Sekolah

Semua makhluk yang hidup didunia, menurutnya, berhak hidup dan berada di habitatnya. Apalagi monyet ekor panjang saat ini berstatus endangered atau terancam punah dalam Daftar Merah IUCN.

Dalam surat yang disampaikan kepada Kementerian Kehutanan, Forum mencatat Indonesia menerbitkan kuota ekspor sebanyak 1.928 individu pada 2026. Ini merupakan kuota pertama sejak 2022.

Kekhawatiran juga muncul menyusul laporan mengenai pembangunan fasilitas komersial di Kabupaten Mesuji, Lampung. Dengan kapasitas sekitar 4.000 monyet ekor panjang untuk pembiakan dan ekspor ke fasilitas penelitian biomedis di luar negeri.

Desakan penghentian ekspor juga mendapat dukungan sejumlah figur publik, termasuk Manohara Odelia, Luna Maya, Richard Kyle, dan Rachel Yosi. Di tingkat internasional, Asia
for Animals Coalition bersama organisasi dari berbagai negara telah menyampaikan seruan kepada Pemerintah Indonesia. Agar menangguhkan ekspor monyet ekor panjang untuk penelitian dan pengujian toksisitas. (*Red)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini