Presiden Ajak Masyarakat Panjatkan Doa dan Tetap Optimistis Hadapi Pandemi  

0
513

Kabarterkini.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo bersama sejumlah pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Indonesia Maju, dan para pemuka agama mengikuti acara doa kebangsaan dan kemanusiaan melalui telekonferensi sebagai bagian dari ikhtiar dan memohon pertolongan Tuhan Maha Kuasa agar pandemi Covid19 dapat segera berakhir.

“Selain berikhtiar dengan berbagai usaha lahiriah, kita juga wajib melakukan ikhtiar batiniah dengan tidak henti-hentinya memanjatkan doa memohon pertolongan Alloh SWT. Agar rakyat, bangsa, dan negara kita segera terbebas dari pandemi ini,” ujar Jokowi dari Istana Merdeka, Jakarta, dilansir dari BPMI Setpres, Kamis 14 Mei 2020.

Masyarakat, menurutnya, di sebagian besar belahan dunia tengah menjalani masa-masa sulit dan berjuang menghadapi pandemi Covid19. Dengan cepat wabah tersebut menyebar ke lebih dari 213 negara dan hampir 4,4 juta orang di seluruh dunia terinfeksi.

Pandemi ini membuat masyarakat harus menyesuaikan kehidupan sehari-hari, dengan melakukan isolasi secara mandiri di rumah masing-masing. Ada pula harus berbaring di rumah sakit, namun banyak berpulang, meski banyak juga telah diberikan kesembuhan.

“Dalam menghadapi kesulitan ini, kita tidak boleh pesimistis. Kita semua wajib berikhtiar, berusaha sekuat tenaga melindungi diri, keluarga, saudara, bangsa, dan negara kita dari penularan Covid19. Sehingga semua bisa terjaga keselamatan jiwa dan raganya,” kata Jokowi.

Tidak lupa, ia mengingatkan bahwa untuk melindungi diri dari wabah Covid19, masyarakat harus berdisiplin dalam menjaga kesehatan. Di antaranya, menjaga imunitas, cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menggunakan masker, tidak mudik, serta menerapkan kebijakan bekerja di rumah, bersekolah dari rumah, dan beribadah di rumah.

Di tengah kesulitan dihadapi saat ini, Jokowi mengaku bersyukur atas apa yang dilihatnya di masyarakat. Masyarakat dari berbagai lapisan ikut membantu dan bergerak cepat memberikan contoh teladan baik dengan mengulurkan tangan dan saling tolong-menolong.

Pandemi ini menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial. Antar tetangga kini saling menjaga, antar.kampung saling membantu, dan antar anak bangsa dari berbagai suku, agama, dan kelompok bergerak bersama-sama berbagi kepedulian.

“Bangkitnya rasa kemanusiaan, persaudaraan, dan persatuan dari segala penjuru adalah sebuah kekuatan maha besar yang menambah keyakinan saya bahwa musibah ini Insya Alloh akan mampu kita atasi bersama-sama,” ucap Kepala Negara.

“Marilah kita bersama menundukkan kepala, merendahkan hati, memohon kepada Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang, agar diberikan kesabaran menerima musibah ini dengan lapang dada, diberikan kekuatan agar kita bisa selamat dan melewati ujian diberikan Alloh SWT,” tuturnya.

Lebih jauh, Jokowi mengajak rakyat Indonesia menjauhkan diri dari ketakutan berlebihan, sekaligus menghidupkan optimisme dan tetap menjaga empati dan solidaritas sosial selama masa pandemi. Inilah saat tepat bagi seluruh pihak melihat sekeliling dan membantu beban saudara sebangsa dan setanah air.

“Insya Alloh Tuhan Mahakuasa akan membukakan jalan bagi kita, rakyat, dan bangsa Indonesia untuk bangkit kembali,” pungkasnya. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here