Presiden Dukung Penuh Riset dan Inovasi Terkait Penanganan Covid19

0
383

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Upaya Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional terkait dengan pengembangan alat tes PCR, alat tes diagnostik non-PCR, ventilator, serta unit laboratorium bergerak dengan bio safety level (BSL) 2 harus didukung penuh. Nantinya, pengembangan tersebut ditargetkan dapat melalui proses produksi massal dalam waktu dekat.

“Saya minta inovasi-inovasi telah dilakukan ini mulai bisa produksi secara massal. Sehingga kita tidak tergantung pada produk-produk impor dari negara lain. Kita harapkan paling tidak akhir Mei atau awal Juni sudah bisa kita produksi,” ujar Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas percepatan penanganan pandemi Covid-19 melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, dikutip BPMI Senin 11 Mei 2020.

Jokowi juga mendapat kabar akan adanya kemajuan pesat dalam pengujian plasma darah. Yang nanti akan dilakukan uji klinis berskala besar di beberapa rumah sakit. Pengujian dengan menggunakan plasma darah dari pasien Covid19 telah sembuh.

Hal tersebut merupakan salah satu dari sejumlah upaya mencari formula yang tepat menangani Covid19. Selain itu, pengujian sel punca (stem cell) dilakukan untuk mengupayakan perbaikan jaringan paru yang rusak akibat Covid19.

“Kemajuan signifikan juga terjadi pada penelitian genome sequencing. Ini tahapan sangat penting menuju tahapan berikut. Untuk menemukan vaksin yang sesuai dengan negara kita,” imbuhnya.

Kepala Negara kemudian meminta seluruh pihak agar dapat mendukung riset dan inovasi tersebut. Selain itu, meminta jajarannya turut mendukung riset dan inovasi dengan proses perizinan cepat dan menghubungkan hasil riset telah terverifikasi dengan industri baik BUMN maupun swasta. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here