Rakor di Kantor Bupati, Anggota DPRD Natuna Minta Anggaran MTQ Maksimal

0
305
KETUA Komisi II DPRD Natuna Marzuki dan Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Arismunandar saat rapat

Kabarterkini.co.id, Natuna – Sejumlah anggota DPRD Natuna mengikuti rapat koordinasi pelaksanaan MTQ Natuna ke X di Kecamatan Pulau Tiga pada 23 Maret akan datang. Rakor berlangsung di ruang pertemuan Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai Ranai, Senin 10 Februari 2020.

Asisten II Setda Natuna Tasrif dalam sambutan mengatakan, pembangunan sarana prasarana MTQ Natuna ke X di Pulau Tiga terus di gesa. Demi sukses acara keagamaan tersebut.

“Saya minta panitia pelaksana memaparkan, kendala dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan MTQ itu,” kata Tasrif. “Agar segera kita bahas dalam Rakor, sehingga dapat di cari jalan keluarnya.”

Ketua PPTK Pembangunan Astaka Heri harus mengakui anggaran pembangunan Astaka MTQ Natuna ke X tidak sampai Rp1 miilyar. Otomatis atapnya akan menggunakan terpal.

SUASANA rapat MTQ Natuna ke X

“Proyek pembangunan Astaka sedang dikerjakan kontraktor pemenang lelang,” ungkap Heri. “Kemarin kita sudah melakukan pelelangan.”

Camat Pulau Tiga Tabrani menuturkan, kesiapan tuan rumah pada pelaksanaan MTQ ke 10 tidak ada masalah. Pasalnya berbagai tempat telah disiapkan, mulai dari lokasi lomba, penginapan dan sarana transportasi.

Hanya, penimbunan lahan, lokasi Astaka, longsor dihantam ombak. Karena saat dibangun kemarin, tidak memakai batu miring. Kendati demikian pihak rekanan telah melakukan perbaikan.

Ketua Komisi II DPRD Natuna Marzuki didampingi Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Arismunandar mengaku, mereka sempat memantau kesiapan pembangunan MTQ Natuna ke X di Pulau Tiga.

SEJUMLAH panitia pelaksana MTQ Natuna ke X

Soal Astaka, menurut mereka, memakai sistem bongkar pasang. Alias sistem rakit, bahan di beli di Tanjungpinang. Jadi tinggal bawa ke Natuna, lalu dipasang.

“Sebenarnya kami memantau MTQ, untuk melihat sejauh mana kesiapan pembangunannya,” kata Marzuki. “Kami tidak ingin, MTQ di ikuti 15 kecamatan se-Natuna, tiba hari H, bermasalah,” timpal Wan Aris.

Terkait kekurangan anggaran, saran Marzuki, bisa disampaikan ke pihaknya, agar dapat di tambah pada APBD-Perubahan Natuna 2020. Tapi, balas Wan Aris, “Usahakan, maksimalkan anggaran yang ada.” (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here