Semester I, Penerbangan di Bandara Hang Nadim Belum Mengalami Peningkatan

0
173
PESAWAT udara di Bandara Hang Nadim Batam

BATAM, KABARTERKINI.co.id – Jumlah penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam hingga semester I tahun 2021 masih belum mengalami peningkatan. Hal itu dikarenakan pandemi Covid-19 yang masih terjadi di wilayah Indonesia.

Jadi hingga semester I 2021, tercatat sebanyak 5.594 pesawat datang dan 5.592 pesawat berangkat, serta 352 penerbangan lokal. Total pesawat di sepanjang Semester I 2021 adalah 11.538 pesawat.

Jumlah ini mengalami penurunan sebesar -9,82 persen. Jika dibandingkan pada 2020, di mana total pesawat pada tahun itu adalah 12.794 pesawat.

Adapun jumlah penumpang berangkat sebanyak 555.166 orang dan penumpang datang tercatat sebanyak 557.167 orang, serta sebanyak 90.199 orang transit di Bandara Hang Nadim.

Akumulasi penumpang di Bandara Hang Nadim sepanjang Januari hinggaJuni 2021 adalah 1,2 juta orang atau mengalami penurunan -9,96 persen.

Sementara itu, kegiatan bongkar muat bagasi mengalami peningkatan secara y-o-y. Tercatat sebanyak 3 juta kg bongkar dan 4 juta kg muat, dengan total akumulasi 7 juta kg pada 2021.

Sedangkan pada 2020, tercatat sebanyak 2,5 juta kg bongkar dan 3,7 juta kg muat, dengan total akumulasi 6,2 juta kg. Total peningkatan sebesar 13,61 persen.

AKTIFITAS barang dan penumpang masih tampak lengang di Bandara Hang Nadim Batam

Aktivitas kegiatan bongkar muat barang transit turut mengalami peningkatan. Sebanyak 7 juta kg bongkar, 7 juta kg muat, dan 8.689 kg barang transit.

Akumulasi kegiatan barang di Bandara Hang Nadim tercatat 15 juta kg dengan total peningkatan 9,73 persen.

General Manager BUBU Hang Nadim Batam Benny Syahroni, mengatakan, penurunan jumlah penumpang diakibatkan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Melihat perkembangan penyebaran Covid-19 belakangan ini sangat pesat menimbulkan dampak sangat besar. Selain itu beberapa aturan dari pemerintah yang memberlakukan pembatasan dan pengetatan syarat perjalanan dengan transportasi udara, juga memberikan dampak sangat besar terhadap penurunan jumlah penumpang,” ujar Benny.

Sedangkan meningkatnya jumlah kargo, menurutnya, disebabkan meningkatnya kebutuhan barang-barang e-commerce saat pandemi Covid-19.

“Selain itu beberapa barang-barang keperluan industri di Batam juga menjadi salah satu faktor, karena dibawa dengan menggunakan pesawat cargo wide body,” kata Benny.

Melihat tren positif pengiriman kargo ini, ia berharap, perkembangan pergerakan barang melalui transportasi udara dapat lebih baik ke depannya. (*herbin/rud/humas bp batam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here