Tiket Pesawat Natuna “Maju” ke Batam, Satu Jam Terbang, Harga Berkisar Rp2,2 Juta Hingga Rp2,8 Juta (2)

0
683
FOTO dilansir dari www.tiket.com, Selasa 9 Desember 2025, pukul 20.31 WIB

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Harga tiket pesawat Natuna ke Batam, masih teratas dari kabupaten atau kota lain se-Indonesia. Padahal, kabupaten kepulauan perbatasan di tengah Negara Asean, yang didengungkan sejak Pilkada tahun lalu, dengan slogan “Bupati Baru Natuna Maju” ini, hanya berjarak sekitar 569 kilometer dari Kota Batam, dan masih dibawah naungan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan waktu tempuh penerbangan hanya sekitar satu jam.

Dilansir dari www.tiket.com, Selasa 9 Desember 2025, pukul 20.31 WIB, harga tiket pesawat Natuna-Batam berkisar Rp2,2 juta hingga Rp2,8 juta sekali terbang, dengan jabaran sebagai berikut:

1. Maskapai Wing Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Rabu 10 Desember 2025, harga tiket Rp2.863.367.

2. Maskapai NAM Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Sabtu 13 Desember 2025, harga tiket Rp2.259.904.

3. Maskapai Wing Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Minggu 14 Desember 2025, harga tiket Rp2.774.612.

4. Maskapai Wing Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Senin 15 Desember 2025, harga tiket Rp2.774.612.

FOTO dilansir dari www.tiket.com, Selasa 9 Desember 2025, pukul 20.31 WIB

Sementara, Natuna adalah kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean. Di sejumlah titik Pulau Bunguran Besar, telah ditetapkan Pemerintah RI sebagai Geosite Nasional.

Arti penetapan ini, Natuna sangat layak sebagai kawasan wisata karena keindahan alamnya. Namun penetapan ini, tidak didukung transportasi udara memadai, sebab harga tiketnya selangit.

Otomatis kabupaten kepulauan perbatasan ini tidak akan pernah maju, serta semakin terisolir. Jika Pemerintah RI melalui Kemenhub-nya tidak mengambil sikap menurunkan harga tiket pesawat Natuna-Batam atau sebaliknya, agar sedikit murah seperti di daerah lain di Indonesia.

Presiden RI ke 7 Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali berkunjung dan pernah menetapkan kabupaten perbatasan ini, dengan lima sektor pembangunan, yakni minyak dan gas, perikanan, pariwisata, lingkungan hidup serta pertahanan dan keamanan. (*andi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini