Tiket Pesawat Natuna “Maju” ke Batam Stabil Mahal, Tertinggi Rp2,8 Jutaan (1)

0
160
FOTO screenshot dari www.tiket.com, Jumat 17 April 2026, pukul 19,40 WIB

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Harga tiket pesawat Natuna ke Batam, selalu stabil tertinggi dari kabupaten atau kota lain se-Indonesia. Padahal, kabupaten kepulauan perbatasan di tengah Negara Asean, yang didengung-dengungkan sejak Pilkada tahun lalu, dengan slogan “Bupati Baru Natuna Maju” ini hanya berjarak sekitar 569 kilometer dari Kota Batam, dan masih dibawah naungan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan waktu tempuh penerbangan sekitar sejam.

Dilansir dari www.tiket.com, Jumat 17 April 2026, pukul 19,40 WIB, harga tiket pesawat Natuna-Batam berkisar Rp2,2 juta hingga Rp2,8 jutaan sekali terbang, ini jadwalnya:

1. Maskapai NAM Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Sabtu 18 April 2026,  harga tiket Rp2.291.040, kelas Ekonomi.

2. Maskapai Wing Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Ahad 19 April 2026, harga tiket Rp 2.687.200, kelas Ekonomi.

3. Maskapai Wing Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Senin 20 April 2026, harga tiket Rp 2.776.000, kelas Ekonomi.

4. Maskapai NAM Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Selasa 21 April 2026, harga tiket Rp 2.490.008, kelas Ekonomi.

5. Maskapai Wing Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Rabu 22 April 2026, harga tiket Rp2.864.800, kelas Ekonomi.

6. Maskapai Wing Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Jumat 24 April 2026, harga tiket Rp2.776.000, kelas Ekonomi.

BACA JUGA :  Janji Turunkan Harga Tiket Pesawat Natuna "Maju" ke Batam, Nyatanya Semakin Mahal Capai Rp3 Jutaan
FOTO screenshot dari www.tiket.com, Jumat 17 April 2026, pukul 19,40 WIB

Sementara, saat pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P) Natuna 2025, Fraksi PDI Perjuangan Natuna Plus dalam tanggapan akhirnya, menyinggung mahalnya harga tiket pesawat udara. Jadi meminta Bupati Natuna Cen Sui Lan mencari solusi, sesuai janji politiknya.

“Persoalan mahalnya tiket transportasi udara yang berdampak kurangnya ketertarikan wisatawan berkunjung ke Natuna,” tulis Fraksi PDI Perjuangan Plus Natuna itu (baca berita: “APBD-P, PDI Perjuangan Minta Bupati Natuna Cari Solusi Mahalnya Harga Tiket Pesawat Sesuai Janji Politik”).

Selain itu, meminta pada saudari Bupati mengutamakan transparansi, kredibilitas dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran sesuai dengan amanat undang-undang. Menyarankan Pemerintah Kabupaten Natuna dalam penganggaran kegiatan pada masing-masing OPD harus sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan daerah.

Fokus belanja pada pelayanan dasar dan infrastruktur publik, khususnya kesehatan, pendidikan, air bersih, listrik dan transportasi. Dengan kondisi ekonomi saat ini, meminta pada saudari Bupati agar tiap OPD menggali nilai-nilai yang berkenaan dengan pajak, tanpa membebani masyarakat. Sehingga dapat menaikan Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

Fokus menjemput atau melobi anggaran dari pusat atau Kementerian agar bisa menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Lalu mendatangkan investor agar berinvestasi di Natuna, sehingga tercipta lapangan kerja bagi generasi muda.

BACA JUGA :  Bertabur Bunga Hari Bhayangkara ke-76 di Mapolres Natuna, Antaranya dari NATO

Menyarankan pada pemerintah daerah mencari solusi jangka pendek tentang peningkatan ekonomi masyarakat yang kian susah serta daya beli mereka kian memperihatinkan. Melindungi daya beli masyarakat dengan melakukan monitoring secara rutin, baik terhadap bahan pokok, material bahan bangunan serta lainnya yang harganya mengalami kenaikan.

“Kita menyayangkan Natuna yang katanya hasil lautnya melimpah menjadi lumbung ikan nasional tapi harga ikan di daerah sendiri masih cukup tinggi,” tanggapan akhir Fraksi yang mendudukan salah seorang kadernya menjadi Ketua DPRD Natuna tersebut.

Kemudian, saudari Bupati dapat memperhatikan atau mencari solusi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM. Sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal, otomatis berdampak pada penurunan pengangguran dan kemiskinan.

Mencari solusi krisis listrik yang sering mengalami pemadaman bergilir, termasuk di pulau-pulau. Lalu, persoalan jaringan internet di pulau-pulau serta air bersih atau air baku. Menyegerakan pembangunan Pos Pemadam Kebakaran di pulau-pulau demi antisipasi kebakaran hutan dan lahan. Terakhir, persoalan izin tambang galian C agar di respon dan dicarikan solusinya. Supaya persoalan cepat selesai dan tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini