Tinjau Posko Peduli K3 Mudik, Menaker Pastikan Awak Angkutan Sehat dan Mudik Aman

0
640
Menaker Yassierli saat berbincang pada salah seorang awak angkutan (foto Biro Humas Kemenaker)

JAKARTA, KABARTERKINI co.id — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, meninjau Posko Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mudik di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Senin 16 Maret kemarin. Posko ini disiapkan demi melayani pemeriksaan awak angkutan, seperti pengemudi dan kernet untuk memastikan saat membawa masyarakat mudik berada dalam kondisi sehat, bugar, dan siap bekerja.

Sehingga perjalanan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah dapat berlangsung aman, nyaman dan selamat. Sementara bagi masyarakat, langkah ini penting karena keselamatan mudik tidak hanya ditentukan kondisi kendaraan dan jalan, tetapi juga oleh kesiapan fisik serta kewaspadaan awak angkutan.

Oleh karena itu, pemeriksaan K3 awak angkutan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan risiko selama masa mudik. Kegiatan pemeriksaan awak angkutan ini dilaksanakan di enam titik wilayah pemantauan mudik, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Samarinda, Medan, dan Makassar.

Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, Perhimpunan Ergonomi Indonesia, serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, dilakukan pengecekan kesiapan para pengemudi mulai dari pemeriksaan kesehatan, wawancara, hingga pengujian berbasis komputer untuk mengukur kesiapan kerja, termasuk waktu reaksi.

BACA JUGA :  Kunjungi Natuna, Investor Tiongkok Keluhkan Harga Tiket Pesawat Udara Cukup Mahal

“Program pengujian K3 bagi awak angkutan umum ini merupakan program terbaru dari Kemenaker dan ini sangat penting. Kita tahu pada masa mudik beban kerja pengemudi cukup berat. Dengan adanya pengujian K3 bagi awak angkutan ini, kita mengharapkan pengemudi yang berada dalam kondisi fit akan lebih waspada dalam menjalankan tugasnya,” kata Yassierli dikutip Biro Humas Kemenaker, Selasa 17 Maret 2026.

Penurunan kewaspadaan, menurutnya, dapat terdeteksi melalui aplikasi yang dikembangkan tim. Sehingga kecukupan waktu istirahat sebelum mengemudi menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan. Dalam peninjauan, Yassierli menemukan masih ada pengemudi yang waktu istirahatnya belum optimal.

“Tadi saya lihat ada pengemudi yang akan membawa bus tetapi baru beristirahat sekitar dua jam. Ada juga yang tekanan darahnya cukup tinggi. Pemeriksaan ini dapat menjadi masukan bagi pengemudi dan perusahaan angkutan. Jika istirahatnya kurang, maka harus diminta beristirahat terlebih dahulu atau diganti dengan pengemudi cadangan,” katanya.

Pemerintah, Yassierli menegaskan, ingin memastikan pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini berjalan aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat dengan memastikan para pengemudi berada dalam kondisi sehat dan cukup beristirahat.

BACA JUGA :  Hari Kedua Penilaian Tahap III PPD, Bupati Tanah Datar Gelar FGD 

“Kita harus pastikan pengemudi memiliki kesehatan yang prima serta istirahat yang cukup. Jangan sampai pengemudi dipaksakan bekerja saat kondisi tubuh tidak fit, karena keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya adalah yang utama,” jelasnya.

Salah seorang pengemudi bus, Saktiawan (43), mengaku sangat mendukung penyelenggaraan Posko Peduli K3 Mudik dan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, pemeriksaan seperti ini membantu memastikan awak angkutan yang melayani masyarakat benar-benar berada dalam kondisi siap bertugas.

“Sebaiknya sering diadakan. Ini sangat bermanfaat. Kami sebagai pengemudi yang melayani masyarakat, khususnya bus umum yang membawa banyak penumpang, wajib dalam kondisi sehat agar bisa memberikan keselamatan bagi masyarakat,” kata Saktiawan singkat. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini