Tuan Rumah IMT-GT 2023, Gubernur Kepri Ajak Peran Pemerintah Daerah Dalam Pembangunan

0
102
GUBERNUR Kepri Ansar Ahmad saat memimpin rapat (foto istimewa)

TANJUNGPINANG, KABARTERKINI.co.id – Gubernur Kepri Ansar Ahmad terus mendorong peningkatan peran pemerintah daerah untuk menjadi terdepan dalam kerjasama Indonesia -Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Karena Kepri menjadi tuan rumah kerjasama tersebut.

“Hal ini penting mengingat terbatasnya kapasitas pemerintah daerah mengambil manfaat perspektif dan kerjasama sub-daerah,” kata Ansar saat menjadi pimpinan delegasi Indonesia dalam The 19th IMT-GT Chief Ministers and Governors Forum di Saii Laguna Phuket Thailand, Kamis 15 September 2022.

Chief Ministers and Governors Forum (CMGF) adalah forum yang dibentuk sejak 2005 sebagai wadah pertemuan dan diskusi antar pemerintah daerah di wilayah IMT-GT. Selama ini peran CMGF dipandang belum optimal di IMT-GT.

Dalam strategi baru yang disusun melalui Concept Notes on Revitalising IMT-GT Chief Ministers and Governors Forum: Taping Opportunity from Economic Corridors. Terdapat upaya memperkuat peran pemerintah daerah dalam CMGF, antara lain melalui pemfokusan kembali diskusi pada proyek atau program yang relevan dengan kerjasama subregional.

Upaya selanjutnya, yaitu mempromosikan pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam implementasi proyek yang relevan dengan kerjasama subregional dan mengkonfigurasi ulang IMT-GT Chief Ministers and Governors Forum serta membentuk perwakilan pemimpin negara bagian atau provinsi masing-masing koridor ekonomi.

“Forum CMGF harus menggarisbawahi prinsip-prinsip manfaat bersama untuk menghasilkan kerjasama nyata dan terukur. Untuk itu, saya berharap semua elemen dalam IMT-GT untuk mengundang pemerintah daerah dalam mempersiapkan dan mengimplementasikan proyek-proyek yang dimaksudkan,” kata Ansar.

“Kami juga perlu menghasilkan gagasan-gagasan tentang bagaimana membangun inisiatif mekanisme bersama dengan unit-unit yang berhubungan,” kata mantan anggota DPR RI itu lagi.

Tidak lupa, Ansar mengajak Centre for IMT-GT untuk secara pro-aktif mengidentifikasi dan merekomendasikan partisipasi aktif pemerintah daerah dalam proyek-proyek IMT-GT. Karena Centre for IMT-GT dipandang harus mampu memanfaatkan kegiatan ekonomi di daerah perbatasan dan mencari tahu bagaimana mendorongnya menjadi masukan-masukan kepada pemerintah daerah.

“Sehingga akan tumbuh lebih besar dan lebih berkelanjutan, dan untuk mengatasi segala hambatan. Yang mungkin tidak terselesaikan di tingkat daerah,” katanya, sambil menambahkan, saat ini diperlukan agenda besar yang ditetapkan dalam forum Centre for IMT-GT bersama seluruh stakeholder IMT-GT. Misalnya memanfaatkan pendekatan ekonomi koridor mengembangkan perdagangan rantai pasok pertanian bersama.

Bagi Kepri, adanya IMT-GT yang telah berlangsung selama 28 tahun telah membawa dampak signifikan, diantaranya, Batam Green City dan pengaturan harga karet. Ditambah dengan masuknya Johor Bahru sebagai anggota baru IMT-GT dapat memperkuat konektivitas dengan Kepri seperti dibuktikan pada masa lalu melalui ‘Sijori’ (Singapore-Johor-Riau).

“Kami memproyeksikan Karimun untuk menjadi pasar pemasok pekerja. Karena itu kita buat pusat pengembangan pekerja di Karimun,” kata Ansar.

Pada 2023, sebagai perayaan 30th IMT-GT dan 20th Centre for IMT-GT, Kepri didapuk sebagai tuan rumah untuk menghelat forum yang bergengsi ini. Hal itu menunjukkan Kepri dipandang sebagai daerah sangat strategis dan krusial.

“Ini merupakan kehormatan bagi Kepri ditunjuk menjadi tuan rumah IMT-GT. Kita optimis bisa sukses sebagai tuan rumah, dan banyak gagasan bisa lahir dari IMT-GT tahun depan,” pungkas Ansar. (*juwono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here