Urgensi Perubahan Pola Pikir Wujudkan Transformasi Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia

0
279
PRESIDEN Joko Widodo (foto BPMI Setpres)

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Presiden Joko Widodo menjelaskan perlunya perubahan pola pikir dalam mendukung transformasi sistem pendidikan tinggi Indonesia. Agar dapat melakukan transformasi menghadapi perubahan global, maka diperlukan cara-cara dan pemahaman baru yang harus diwujudkan untuk melahirkan sumber daya manusia unggul di masa mendatang.

Demikian disampaikan Jokowi -biasa disapa- dalam perbincangan mengenai Kampus Merdeka yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dengan dihadiri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Ketua Forum Rektor Indonesia Profesor Arif Satria, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, Direktur Utama Tokopedia William Tanuwidjaja, dan sejumlah perwakilan mahasiswa sebagaimana ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa 15 Juni 2021.

“Ada beberapa hal. Pertama, iptek terbaru itu ada di mana-mana. Bukan hanya di kampus, tetapi juga di industri. Kearifan itu bukan hanya di kampus, tetapi juga ada di masyarakat,” ujarnya.

Maka, sambung Jokowi, mahasiswa harus diberikan kesempatan untuk berguru kepada siapa saja, bukan hanya kepada dosen, tapi dapat dilakukan di lingkungan industri dan masyarakat. Selain itu, bahan ajar para mahasiswa bukan hanya buku, tetapi praktik lapangan.

“Karya mahasiswa bukan hanya akademik, tetapi karya-karya berupa teknologi solutif bagi masyarakat dan karya kewirausahaan sosial yang memecahkan masalah sosial,” ucap Kepala Negara.

Pembentukan pola pikir ini, menurutnya, tentu memerlukan dukungan berbagai pihak. Perguruan tinggi misalnya, yang harus memberi kesempatan para mahasiswa belajar dari siapa saja, mengenai apa saja. Sehingga diperlukan cukup banyak porsi pembelajaran dilakukan di luar lingkungan kampus.

Jadi kalangan industri juga dapat mengambil peran dengan lebih membuka diri menerima mahasiswa magang. Selain itu, industri juga dapat mulai mengenalkan diri ke lingkungan kampus dengan turut terlibat dalam kegiatan belajar mengajar dan riset bersama dosen serta mahasiswa.

“Mahasiswa harus lebih aktif mencari sumber pembelajaran baru di luar kampus, belajar apa saja, kepada siapa saja. Dengan perkembangan teknologi digital sekarang ini, hal tersebut lebih mudah dilakukan,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara meminta kepada jajaran kabinet dan pemerintah daerah untuk mengembangkan ekosistem kondusif bagi pengembangan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang diinisiasi pemerintah.

“Dengan ekosistem yang baik akan muncul antusiasme semua pihak. Saya harapkan bisa berkelanjutan dan terus meningkat,” pungkasnya. (*bpmi setpres)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here