Warga Natuna Tolak 250 WNI Asal Wuhan

0
548
Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto (baju putih) dihadapan ribuan warga Natuna

Kabarterkini.co.id, Natuna – Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto tetap tidak dipercaya warga Natuna, ketika memberi berbagai alasan tentang kehadiran 250 WNI asal Wuhan, China. Karena warga kabupaten perbatasan negara Asean ini, tetap dengan pendirian, menolak.

“WNI asal Wuhan ini, sangat sehat, tidak terjangkit virus Corona,” jelas Terawan di halaman depan Gedung DPRD Natuna, Jalan Yos Sudarso, Ranai, Sabtu sore 1 Februari 2020. “Lagi pula mereka saudara kita sendiri.”

“Kalau sehat, kenapa harus di karantina di Natuna,” kata pendemo berjumlah ribuan itu. “Silahkan antar kerumah orang tuanya masing-masing, sesuai daerah asalnya.”

Kembali Terawan membujuk warga Natuna, agar menerima WNI asal Wuhan ini, di karantina di Natuna. Agar warga Natuna percaya, ia akan menyambut langsung WNI itu, tanpa pelindung tangan.

“Saya sudah sampaikan juga pada dokter akan karantina WNI asal Wuhan itu,” terang dokter TNI Angkatan Darat bintang tiga itu. “Mereka tidak perlu, memakai masker serta sarung tangan, saat mengkarantina.”

Berkali kali warga Natuna menolak. Apapun alasannya. Jika benar sehat, tidak terjangkit virus Corona, kenapa Pemerintah RI tetap memutuskan karantina di pulau perbatasan ini.

“Kami merasa heran, kenapa pemerintah pusat tidak karantina di Jakarta, jika para WNI itu sehat,” tanya pendemo lainnya. “Intinya, kami menolak, apapun alasannya.”

Dikutip dari Halodoc.web, 11 juta penduduk Kota Wuhan, China, dibuat panik. Setelah banyak orang jatuh sakit sesudah berkunjung ke pasar seafood Huanan. Anehnya, jumlah korban semakin cepat. Padahal, sebagian besar dari mereka tidak pernah berkunjung ke pasar tersebut.

Fenomena apa yang terjadi? Setelah diselidiki secara mendalam, virus Corona menjadi biang keladi utama dari kepanikan itu. Hal yang perlu digarisbawahi, virus ini bisa menular dengan cepat, hingga menimbulkan kematian.

Lalu, bagaimana perkembang kasus virus Corona secara global? Bagaimana respons pemerintah Indonesia terhadap kondisi ini? Lalu, apa kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap virus misterius ini?

Nah, berikut data dan fakta yang Halodoc himpun dari berbagai sumber internasional maupun nasional.

1. Menyebar ke Negara Lain

Virus yang dapat menyebabkan pneumonia tersebut pertama kali muncul di Kota Wuhan, China. Pemerintah China mengatakan virus Corona ini berasal dari hewan liar yang dijual di pasar seafood Huanan.

Sejak itu, para pelancong terinfeksi dari Wuhan telah menular virus tersebut ke negara-negara lain. Sampai saat ini, virus Corona sudah menyebar ke tujuh negara. Mulai dari Thailand, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Vietnam, dan Amerika Serikat.

2. Diduga dari Kelelawar

Virus Corona merupakan penyakit zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika juga telah menegaskan mengenai hubungan antara kelelawar dan virus Corona. Menurut ahli di sana, virus Corona merupakan virus beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar.

Sebenarnya virus Corona jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia dan menyebar ke individu lain. Namun, kasus di China kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia.

3. Kerabat dekat SARS dan MERS

Menurut para pakar di WHO, virus Corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit flu, hingga penyakit lebih parah. Misalnya, Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).

Kilas balik ke belakang, SARS yang muncul pada November 2002 di China, menyebar ke beberapa negara lain. Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat.

Epidemi SARS yang berakhir hingga pertengahan 2003 itu menjangkiti 8.098 orang di berbagai negara. Bagaimana dengan jumlah korbannya? Setidaknya 774 orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut.

4. Misterius, Belum Ada Vaksinnya

Virus yang menyebabkan wabah pneumonia di Wuhan, China ini terbilang misterius. Para ahli mengidentifikasi sebagai virus Corona jenis baru. Virus menyerang pernapasan ini dinamai dengan Novel Coronavirus atau 2019-nCoV.

Sebenarnya terdapat beberapa vaksin pneumonia yang ditujukan untuk mencegah pneumonia. Akan tetapi, vaksin ini tidak bisa mencegah pneumonia sedang mewabah, karena virus Corona jenis baru. Oleh sebab itu, pemerintah China mengkarantina Kota Wuhan yang berpenduduk 11 juta orang.

5. Sudah Memakan Korban

Hingga saat ini belum ada kasus virus Corona masuk ke Indonesia. Akan tetapi, tidak boleh abai dengan serangan virus misterius ini. Sebab, virus ini setidaknya sudah menjangkiti 830 orang yang sebagian besar terjadi di Wuhan. Menurut pemerintah, setidaknya 25 orang telah meninggal akibat serangan virus Corona.

6. Dari Demam Sampai Nyeri Dada

Virus Corona bisa menimbulkan beragam keluhan pada pengidapnya. Mulai dari demam, batuk, sulit bernapas, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Selain itu, menurut ahli di National Institutes of Health – MedlinePlus, virus yang menginfeksi saluran pernapasan atas ini juga bisa menyebabkan gejala parah. Infeksi virus ini bisa berubah menjadi pneumonia dengan beragam gejala.

Contohnya, demam tinggi, batuk dengan lendir, sesak napas, hingga nyeri dada. Gejala-gejala ini bisa semakin parah bila terjadi pada pengidap penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.

7. Risikonya Bisa Diminimalisir

Meski kini belum ada vaksin mencegah infeksi virus Corona, setidaknya ada beberapa cara bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini. Melansir National Institutes of Health – Coronavirus, ada beberapa tips bisa dilakukan.

a) Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.

b) Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.

c) Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.

d) Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda sering digunakan.

f) Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.

g) Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.

Hal yang perlu digarisbawahi, ketika mengalami gejala-gejala infeksi virus Corona, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan tepat.

8. Pintu Masuk Indonesia Diperketat.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan RI, mengatakan, ada satu pasien terduga tertular virus Corona. Pasien yang kini di rawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, memiliki riwayat perjalanan dari China. Sampai saat ini, pihak rumah sakit masih melakukan observasi lebih lanjut.

Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, dalam rilis di Sehatnegeriku – Kemenkes, mengatakan pemerintah memperketat pintu masuk negara dengan menyiagakan alat deteksi berupa thermo scanner.

Tujuannya jelas, guna mencegah masuknya Novel Coronavirus (2019-nCoV) ke Indonesia. Melalui alat tersebut, nantinya para penumpang bisa dideteksi sejak dini apakah ada potensi gejala terjangkit virus tertentu.

Sampai saat ini, sebanyak 135 thermo scanner telah diaktifkan di 135 pintu masuk negara, baik darat, laut maupun udara. Tidak cuma itu, pemerintah juga memberikan health alert card, hingga menyiapkan 100 RS rujukan infeksi emerging. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here