Industri Kreatif, Menaker: Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional

0
127
Menaker Yassierli (foto Biro Humas Kemnaker

SEMARANG, KABARTERKINI.co.id — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan industri kreatif bisa menjadi laboratorium bagi program Magang Nasional (MagangHub). Sektor ini dinilai memberi ruang pembelajaran kerja yang berbeda, sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja dari sektor ekonomi baru yang terus tumbuh.

Hal itu disampaikan Yassierli saat meninjau pelaksanaan program magang di PT Rasa Kreasi Karya (Tandhok Space), Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa 31 Maret kemarin. Peninjauan ke sektor industri kreatif dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana model pembelajaran kerja di sektor ini dapat memberi pengalaman, keterampilan, dan kesiapan kerja bagi peserta magang.

“Kita memilih lokasi ini karena melihat ada perusahan rintisan berbasis ekonomi kreatif yang unik. Sebelumnya kita telah meninjau pelaksanaan magang di perusahaan manufaktur, jasa, media hingga perbankan. Kita ingin memastikan pelaksanaan magang nasional ini benar-benar memberikan pengalaman dan peningkatan kompetensi bagi peserta,” ujar Yassierli.

Industri kreatif, menurutnya, memiliki karakter yang khas karena menuntut adaptasi, kreativitas, kolaborasi, dan ketepatan eksekusi. Oleh karena itu, sektor ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang baik, menguji dan memperkaya model pelaksanaan magang nasional di luar sektor-sektor konvensional.

BACA JUGA :  Bupati Natuna Hadiri Sertijab Kepala BPK Perwakilan Kepri

Apalagi jika dikelola dengan baik, industri kreatif tidak hanya dapat menjadi tempat belajar kerja yang efektif, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan industri nasional.

“Kami melihat ini sebagai sesuatu yang positif. Industri kreatif merupakan sektor yang perlu didukung karena dapat membuka lapangan kerja dan menumbuhkan industri di Indonesia,” kata Yassierli.

Dalam kunjungan, ia menyempatkan diri berdialog langsung dengan peserta dan mentor Maganghub untuk memastikan program berjalan tidak sekadar formalitas administratif. Sebab pemerintah ingin program magang benar-benar memberi pengalaman kerja nyata, pendampingan, dan penguatan kompetensi relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Mengingat program magang dirancang agar peserta memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan melalui pendampingan mentor, serta pencatatan aktivitas pembelajaran harian sebagai bagian dari evaluasi perkembangan kompetensi. Dengan pola tersebut, peserta diharapkan tidak hanya menjalani masa magang, tetapi juga mengalami peningkatan keterampilan yang terukur.

“Tujuan utama program pemagangan bukan semata-mata menjadikan peserta langsung direkrut sebagai pekerja tetap, melainkan menyiapkan mereka agar lebih siap bersaing di pasar kerja,” kata Yassierli.

BACA JUGA :  Perluas Keanggotaan Visa, Rain Ekspansi ke Asia Pasifik

“Sasaran utama magang adalah penyiapan tenaga kerja agar siap bekerja. Sebelum magang, banyak peserta merupakan fresh graduate tanpa pengalaman. Setelah enam bulan, mereka memiliki pengalaman kerja dan sertifikat magang sehingga kompetensinya meningkat,” katanya lagi.

Meski demikian, Yassierli mengungkapkan, dalam praktiknya, tidak sedikit perusahaan yang pada akhirnya merekrut peserta magang setelah melihat kemampuan dan kontribusi mereka selama program berlangsung. Hal ini dampak positif dari program pemagangan, meskipun bukan tujuan utamanya.

“Di beberapa tempat, perusahaan akhirnya merekrut peserta karena sudah enam bulan bekerja bersama dan dinilai siap. Itu memang bukan tujuan utama, tetapi menjadi dampak positif dari program ini,” katanya lagi mengakhiri.

Sementara penyelenggara pemagangan nasional di Jawa Tengah sebanyak 700 mitra dengan peserta mencapai 8.518 orang. Sedangkan di Kota Semarang, jumlah mitra penyelenggara pemagangan sebanyak 153 mitra dengan peserta mencapai 1.687 orang. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini