Gunakan eVTOL Kelas 2 Ton, AutoFlight Sukses Kirim Teh di Pegunungan Tiongkok

0
109
(PRNewsfoto/AUTOFLIGHT)

TIONGKOK, KABARTERKINI.co id – Autoflught menuntaskan uji coba perdana pengiriman teh musim semi dengan pesawat eVTOL kelas 2 ton ke Provinsi Guizhou, kawasan pegunungan di Tiongkok bagian barat. Dalam uji coba, AutoFlight mengoperasikan CarryAll (V2000CG), pesawat eVTOL tanpa awak.

Pesawat ini sepenuhnya otonom untuk mengangkut teh segar dari Anshun ke Guiyang, dua kota di Guizhou yang berjarak sekitar 120 kilometer. Penerbangan tanpa awak ini, ditulis PR Newswire, Sabtu 18 April 2026, melintasi medan pegunungan terjal hanya dalam waktu 37 menit, jauh lebih cepat dibanding jalur transportasi darat.

Setelah diangkut melalui jalur udara dengan eVTOL, teh segar tersebut lalu dikirim dengan kereta cepat dari Guiyang ke Shanghai, berjarak hampir 2.000 kilometer. Dengan model logistik terintegrasi eVTOL dan kereta cepat, pengiriman berlangsung pada hari yang sama.

Sehingga teh yang baru dipetik dari perkebunan di pegunungan barat dapat diterima oleh konsumen di kota-kota besar di wilayah timur Tiongkok dalam waktu kurang dari 24 jam.

Keunggulan Utama eVTOL Otonom

Kemampuan terbang otonom, tanpa kehadiran pilot di dalam pesawat, meningkatkan keselamatan kerja dan efisiensi operasional untuk pengiriman kargo.

BACA JUGA :  Dukung Program Presisi Kapolri, Polsek Jemaja Gelar Sosialisasi Anti Narkoba 

Menempuh jarak 120 km di wilayah pegunungan dalam waktu 37 menit, memangkas jarak tempuh hingga berjam-jam dibandingkan transportasi darat.

eVTOL ramah lingkungan, karena sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, bebas emisi operasional dan memiliki tingkat kebisingan rendah, sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan.

Fleksibilitas tinggi karena mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa membutuhkan landasan pacu dan mendukung pengiriman langsung dari satu titik ke titik berikutnya.

Tentang AutoFlight CarryAll (V2000CG)

CarryAll (V2000CG) merupakan pesawat eVTOL kelas 2 ton pertama di dunia yang memperoleh Sertifikat Tipe (Type Certificate/TC), Sertifikat Produksi (Production Certificate/PC), dan Sertifikat Kelaikudaraan (Airworthiness Certificate/AC) dari Civil Aviation Administration of China (CAAC).

Sebagai pesawat kargo tanpa awak yang sepenuhnya otonom, CarryAll (V2000CG) menawarkan performa unggul untuk berbagai kebutuhan logistik, seperti:

1. Kapasitas muatan maksimum 400 kg.

2. Jangkauan maksimum hingga 200 km.

3. Kecepatan jelajah sekitar 180 km/jam.

Li Yun, CCO AutoFlight mengatakan, pengiriman udara menggunakan eVTOL otonom dan jalur utama kereta cepat mampu mengatasi hambatan logistik di wilayah pegunungan.

BACA JUGA :  Bupati dan Wabup Natuna Buka Resmi Musrenbang Kecamatan Serasan

AutoFlight akan terus berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk memperluas penerapan model logistik kargo otonom efisien dan ramah lingkungan ke lebih banyak sentra produksi pertanian.

Dengan demikian, komoditas pertanian lokal berkualitas tinggi dapat menjangkau pasar nasional lebih cepat. Sehingga mendorong pemutakhiran industri daerah dan revitalisasi pedesaan.

Model eVTOL kargo dari AutoFlight telah diterapkan dalam berbagai skenario, termasuk aktivitas operasional di anjungan minyak lepas pantai, transportasi produk pertanian antarkota, hingga penanganan darurat dalam bencana kebakaran.

AutoFlight juga berkolaborasi dengan pelanggan global guna mempercepat proses komersialisasi teknologi eVTOL. Selain itu, model eVTOL penumpang berkapasitas enam kursi, V2000EM Prosperity, saat ini tengah menjalani proses sertifikasi kelaikudaraan oleh CAAC dan telah memasuki tahap verifikasi kepatuhan fase IV. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini