
AFRIKA SELATAN, KABARTERKINI.co.id – Huawei meluncurkan Intelligent Substation untuk kawasan Afrika Sub-Sahara dalam konferensi Southern Africa Electric Power Summit di Enlit Africa 2026. Konferensi terbesar di Afrika untuk sektor listrik, air dan energi ini mempercepat transformasi digital industri kelistrikan kawasan.
Mengusung tema Building Future Power Systems, Unleashing Surging Digital Intelligence Productivity, acara ini mempertemukan berbagai pemimpin industri dan mitra strategis, termasuk Eskom dari Afrika Selatan, BPA Ghana, Transmission Company of Nigeria (TCN), serta International Council on Large Electric Systems (CIGRE).
Dalam sesi utama Enlit Africa 2026, Vice President Electric Power Digitalization BU Huawei Wang Guoyu menyampaikan presentasi bertajuk Advancing All Intelligence, Empowering the Future Power System. Ia menilai, model prosumer ketika konsumen ikut berperan sebagai produsen energi akan menjadi paradigma baru dalam transisi energi global.
Menurutnya, industri listrik kini memasuki fase penting menuju sistem semakin cerdas. Wang menjelaskan bahwa teknologi komunikasi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI) tengah merombak sistem kelistrikan secara fundamental.
“AI dan teknologi digital kini mendorong transformasi rantai nilai industri listrik, mulai dari pembangkit listrik, transmisi hingga distribusi energi. Huawei akan terus menghadirkan teknologi komunikasi yang andal dan kapabilitas AI mutakhir guna mendukung transformasi sistem kelistrikan di Afrika menuju era kecerdasan digital,” kata Wang dikutip dari PR Newswire, Jumat 29 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, sambungnya, Huawei bersama CIGRE dan Zhuhai Unitech Power Technology Co.Ltd resmi meluncurkan Intelligent Power Substation untuk Afrika Sub-Sahara. Peluncuran ini menegaskan komitmen Huawei dalam mempercepat modernisasi gardu induk cerdas melalui kolaborasi bersama mitra industri.
Sejumlah perwakilan perusahaan listrik di Afrika turut berbagi pengalaman tentang penerapannya. Salah satu perwakilan mengintegrasikan video cerdas, algoritma AI dan jaringan nirkabel aman untuk menggantikan empat proses manual dengan otomatisasi cerdas, yakni pemantauan, inspeksi, pembacaan meter, dan analisis.
“Petugas lapangan dan pemeliharaan perangkat kini dapat memantau seluruh gardu induk dari jarak jauh. Waktu inspeksi juga berkurang dari hitungan hari menjadi hanya beberapa menit,” kata sang perwakilan.
“Sementara biaya tenaga kerja untuk operasional dan pemeliharaan turun hingga 70 persen. Bersama Huawei, untuk pertama kalinya, jaringan transmisi kami memiliki kemampuan pengindraan digital yang komprehensif sehingga mendukung peralihan dari metode reaktif menuju sistem peringatan dini yang proaktif,” katanya lagi.
Setelah sesi utama, Huawei bersama CIGRE dan 450 MHz Alliance menggelar sesi diskusi mengenai jaringan nirkabel privat dan jaringan telekomunikasi untuk sistem kelistrikan.
Menurut Executive Chairman, 450 MHz Alliance, Gösta Kallner, jaringan nirkabel privat berbasis spektrum 450 MHz kini menjadi fondasi penting menjaga keandalan dan keberlanjutan operasional jaringan listrik.
Berkat cakupan luas, ekosistem beragam dan kesiapan teknologi untuk pengembangan di masa depan. Perwakilan CIGRE menambahkan, dari perspektif standardisasi internasional, keberadaan kerangka teknologi yang seragam dan kerja sama global menjadi faktor penting mempercepat transformasi digital jaringan listrik.
Seluruh peserta forum sepakat bahwa infrastruktur komunikasi kelistrikan yang luas, aman, dan efisien mendukung sistem kelistrikan generasi baru dan pembangunan energi berkelanjutan di Afrika. Informasi selengkapnya, klik https://e.huawei.com/en/industries/grid/transmission-transformation-communication-network/smart-substation. (*Andi)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id











