
INDONESIA, KABARTERKINI.co.id – Huawei memperkenalkan Xinghe Intelligent Network Solution terbaru di kawasan Asia Pasifik dengan mengusung filosofi, Secure and Intelligent Connectivity alias Konektivitas Aman dan Cerdas. Perkenalan berlangsung dalam ajang Huawei Network Summit 2026 Asia Pasifik di Bali, kemarin.
Dikutip dari PR Newswire, dalam ajang itu mempertemukan lebih dari 500 pemimpin industri, pakar teknologi, dan mitra ekosistem untuk membahas tren transformasi jaringan di tengah maraknya penerapan agen AI. Dalam hal ini Huawei menerapkan teknologi cerdas di berbagai industri bersama pelanggan dan mitra.
Apalagi penggunaan AI kini semakin marak di sejumlah negara, antara lain, Malaysia, Vietnam dan Thailand. Teknologi AI mulai diterapkan di berbagai kebutuhan, termasuk layanan kesehatan pintar, pengelolaan risiko keuangan dan tata kelola perkotaan guna meningkatkan efisiensi biaya.
Namun, penerapan AI dalam skala besar juga membawa tantangan baru bagi jaringan. Pertama, ketika AI mulai digunakan dalam proses bisnis utama, dampak gangguan jaringan dapat meningkat secara signifikan. Kedua, serangan siber berbasis AI melonjak 327 persen. Sehingga kemampuan sistem keamanan jaringan konvensional semakin diuji.
President of Huawei Data Communication Product Line Leon Wang mengatakan gelombang AI global sedang merombak berbagai industri. Perkembangan ini mendorong jaringan menuju paradigma yang berpusat pada AI.
“ada empat pilar utama, yakni komputasi tanpa kehilangan data untuk memaksimalkan efisiensi token, integrasi sensing dan komunikasi guna mempercepat penerapannya di dunia fisik, keamanan menyeluruh untuk menghadapi ancaman baru berbasis AI, serta otonomi jaringan tingkat tinggi untuk memastikan layanan selalu tersedia,” kata Leon.
Vice President of Huawei Asia Pacific Enterprise Sales Dept Zac Chow mengatakan, setelah AI saling bersaing, penggunaan token semakin meningkat. Otomatis AI semakin mampu bertindak secara otonom. Hasilnya, aplikasi kelak menjadi lebih cerdas dan berjalan di atas platform terpadu. Jaringan juga akan berkembang menjadi AI-native dan menjadi tulang punggung bagi AI.
Huawei membangun jaringan konvergensi yang berpusat pada AI dan bekerja sama dengan para mitra untuk menyediakan fondasi jaringan bagi pelanggan di sektor pemerintahan, keuangan, internet dan industri lainnya,” kata Zack.
“Jaringan tersebut menghadirkan transmisi berkecepatan tinggi tanpa kehilangan data serta pengalaman aplikasi yang sangat cepat. Langkah ini akan mempercepat penerapan teknologi cerdas di berbagai industri, serta membangun masa depan Asia Pasifik semakin terhubung dan cerdas,” katanya lagi.
Vice President of Huawei Data Communication Product Line John Cai menyatakan semakin meningkatnya penggunaan AI juga menimbulkan tantangan baru terhadap stabilitas dan keamanan jaringan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Huawei telah meningkatkan Xinghe Intelligent Network dengan paradigma baru Secure and Intelligent Connectivity.
“Pertama, kami meningkatkan kemampuan teknologi cerdas dengan memperluas penerapan AI. Sebelumnya, AI berfokus pada aktivitas operasional dan pemeliharaan (O&M). Kini, peran AI bertambah luas hingga mencakup seluruh jaringan,” kata Jhon.
“Kedua, kami meningkatkan sistem keamanan dengan beralih dari pertahanan pada titik tertentu menuju perlindungan menyeluruh yang mengintegrasikan jaringan dan keamanan. Melalui peningkatan arsitektur ini, kami berkomitmen membangun fondasi konektivitas yang kokoh bagi setiap perusahaan pada era AI yang berbasis Agentic AI dan membantu berbagai industri agar terus berkembang di tengah gelombangnya,” katanya lagi. (*Red)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id











