Aksi Dua Jari 9 Desember 2020

0
305
WAN Sis (kiri) dan Rodhial Huda foto bersama

Catatan : Andy Surya

AKSI dua jari 9 Desember 2020, merupakan gerakan mengajak masyarakat memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati Natuna Nomor Urut 2, Wan Siswandi-Rodhial Huda atau WS-RH. Karena harapan perubahan pembangunan ditawarkan kedua putra asli Natuna, dahulu bernama Pulau Tujuh itu, sangat nyata. Dengan memberdayakan kekayaan alam kabupaten perbatasan di sejumlah negara luar ini, seperti sektor perikanan, perkebunan, pariwisata, minyak dan gas.

Sektor perikanan, dari hulu hingga hilir perlu digarap. Seperti meramaikan laut perbatasan dengan rumpon. Sehingga nelayan luar ingin mencuri ikan, menjadi sungkan. Kemungkinan ada perjanjian tidak tertulis, ketika suatu perairan telah digarap, antar nelayan tidak bisa mengganggu gugat.

Ketika ikan telah ditangkap, perlu penampung bonafid, jelas peran pengusaha diperlukan, terutama membangun pabrik pengalengan ikan. Berapa ratus atau ribuan lapangan kerja baru diperlukan, saat pabrik pengalengan ikan berdiri.

Sektor perkebunan, Natuna bukan kabupaten “kaleng-kaleng”. Kabupaten perbatasan ini, sejak dahulu kala, masyarakatnya sempat di juluk juragan cengkeh. Anak Pulau Tujuh belajar luar daerah, dikenal anak petani kaya. Namun kekayaan itu, kini mulai sirna. Harga cengkeh, semakin menurun.

Serupa dialami petani kelapa dan karet. Perlu solusi dari WS-RH mendongkrak ekonomi para petani Natuna itu. Jelas ada beberapa program akan ditawarkan, jika WS-RH dipilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Natuna 2021-2024. Apa dia, silahkan pilih pada 9 Desember 2020, nanti Anda akan mendapat jawabannya dengan kerja nyata WS-RH.

Sektor pariwisata. Beberapa opsi akan diperbuat WS-RH. Ya, tetap pelan-pelan. Sebab sektor ini perlu strategi mumpuni. Yang terpenting, bandara sipil Ranai mendapat izin sebagai bandara transit skala internasional. Sehingga tiga ratusan pesawat hilir mudik di ruang udara kabupaten perbatasan ini, bisa singgah sebentar. Dari singgah sebentar, mulai dilakukan promosi wisata pada penumpang bangsa asing itu.

Kalau soal sumber daya alam, Natuna paling indah, terutama wisata pantainya. Tapi tunggu dulu, WS-RH, akan membuat program wisata religius. Pangsa pasar awal, Muslim Brunai, Malaysia dan Singapura. Jelas, Masjid Agung Natuna di kawasan Natuna Gerbang Utaraku akan di sulap menjadi sentralnya. Sebulan sekali bakal di undang ustadz kondang. Bukan rahasia, para ustadz kondang punya penggemar Muslim mancanegara.

Sektor minyak dan gas, atau migas. Eh, sama dengan perikanan, Pemerintah Kabupaten Natuna hanya punya hak mengelola kekayaan hanya di bibir pantai. Kalau berpikir sempit, jelas tidak akan bisa berbuat apa-apa. WS-RH punya solusi. Basecamp, kalau perlu kilang pengolahan dibangun didarat.

Wakil Bupati Natuna Nomor Urut 2 Rodhial Huda membenarkan salah satu rekan investor akan membangun basecamp migas, jika ia dengan Wan Siswandi (Calon Bupati Natuna Nomor Urut 2) terpilih menjadi pemimpin Natuna 2021-2024. Alasan rekan investor, karena mereka percaya akan mendapat kemudahan membangun lokasi tempat tinggal para pekerja migas yang beroperasi di Laut Natuna Utara.

Kalau terbangun basecamp migas, pendapat penulis, akan terserap sekitar sepuluh atau dua puluh tenaga kerja anak tempatan. Yang paling utama, cost recovery atau biaya operasi dikeluarkan kontraktor migas selama cadangan belum ditemukan hingga diproduksi secara komersial, tidak memotong pembagian DBH Migas Natuna terlalu dalam.

Cost recovery, kenapa dibebankan pada pembagian DBH Migas Natuna? Karena salah satu biaya penggantian investasi dibebankan kepada negara. Otomatis ketika salah satu migas Natuna telah berproduksi harus terpotong dengan cost recovery tersebut. Jadi, semakin dekat basecamp, semakin murah cost recovery. Sehingga pembagian DBH Migas Natuna, semakin besar kedepannya.

Dengan terbangun basecamp, WS-RH akan mempersiapkan generasi muda Natuna, rata-rata lulusan sarjana umum di didik keahlian bidang migas. Balai Latihan Kerja (BLK) di Kantor Disnakertrans Natuna, kembali di fungsikan. Alasan WS-RH, jika terbangun basecamp dan beroperasi ladang migas baru di Laut Natuna Utara, generasi muda Natuna jangan hanya sebagai penonton. Mereka harus mengisi pekerjaan di ladang migas itu, tapi sesuai dengan keahliannya. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here