BP Batam Gelar Sosialiasi Auto Gate Pelabuhan Batu Ampar

0
503

BATAM, KABARTERKINI.co.id – Badan Usaha Pelabuhan BP Batam menggelar sosialisasi Integrasi Sistem Autogate dengan B-SIMS BP Batam dan TPS Online Bea Cukai. Acara sosialisasi terselenggara di Conference Hall IT Center BP Batam, Batam Center, Rabu 3 Maret 2021.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam Nelson Idris dalam sambutan mengatakan, dengan digitalisasi sistem sedang dilakukan Pelabuhan Batu Ampar menjadi bukti bahwa Badan Usaha Pelabuhan BP Batam mengarah ke pelabuhan berstandar Smart dan Green Port.

Dengan dikelola Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Pelabuhan Batu Ampar sebagai Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang merupakan bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE). Sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur memadai, antara lain, melalui Auto Gate System dan TPS Online Bea Cukai.

“Beberapa hal telah kami lakukan, selain Autogate dan TPS Online menuju Smart Port, misal InaPortnet, Single Entry untuk kegiatan STS-FSU, Pemberitahuan Keagenan Kapal Asing (PPKA) dan B-SIMS,” ujar Nelson.

Sementara tujuan integrasi dengan TPS Online Bea Cukai untuk memperbarui proses kegiatan bongkar-muat barang pada setiap kapal yang saat ini masih menggunakan pola truck lossing. Jadi, menurut Nelson, BP Batam, melalui Badan Usaha Bandar Udara TIK, telah merancang sistem bernama BP Batam Seaport B-SIMS untuk melakukan integrasi sistem yang mengakomodir pendaftaran keagenan, register barang masuk, register barang keluar dan informasi denah kontainer di TPS.

“Sedangkan sistem Autogate akan meminimalisir antrean panjang. Sebab pemasukan dan pengeluaran barang, kini tidak perlu tatap muka dengan petugas Bea Cukai di gate dan dapat dilakukan 24 jam,” tutur Nelson.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Kota Batam Susila Brata, menyambut baik integrasi sistem di antara kedua instansi. Semua itu demi kelancaran arus masuk dan keluar barang di pelabuhan.

“Dengan bersinergi, manajemen kargo di pelabuhan mudah termonitor. Disamping itu, data di Bea Cukai dapat terekam di BP Batam. Demikian dengan infrastruktur menjadi lebih efisien. Karena petugas Bea Cukai tidak perlu melakukan proses tatap muka dengan pemilik barang,” ujar Susila.

Layanan telah berjalan, menurutnya, adalah Single Entry untuk kegiatan STS-FSU. Sedangkan sistem Autogate dan TPS Online masih dalam proses sosialisasi dan simulasi. Rencana integrasi berikutnya melalui layanan perizinan barang konsumsi dan barang impor.

“Kami berharap proses ini dapat terlaksana sesegera mungkin, agar memudahkan para pemangku kepentingan di bidang logistik dan perkapalan di Batam,” pungkas Susila.

Tampak hadir dalam acara, General Manager Teknologi Informasi Dan Komunikasi BP Batam, Sylvia Jeannette Malaihollo dan para pelaku usaha bidang logistik dan perkapalan. (*herbin/humas bpbatam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here