Bayangan Kesejahteraan Petani di TMMD Perbatasan

0
425
DANDIM 0318/Natuna Letkol (Arm) Asep Ridwan (tengah) saat berbincang dengan Camat Bunguran Timur Hamid Hasnan saat gotong royong

Pembukaan jalan, Dusun Sebayar menuju Desa Selemam bakal berdampak pada ekonomi masyarakat. Program kerja TMMD ke 110 Kodim 0318/Natuna.

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Sinar matahari pagi, Rabu 3 Maret lalu, bagai membakar kulit. Hembusan angin sepoi-sepoi tidak mampu membawa kesejukan. Namun Letnan Kolonel (Arm) Asep Ridwan tidak menghiraukan. Berseragam dinas lapangan, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0318/Natuna itu, tetap santai mengayunkan cangkulnya.

Rupanya di pagi panas itu, Letkol Asep dengan para camat ingin turun tangan gotong royong bersama prajurit Kodim 0318/Natuna yang sedang meratakan bahu jalan penghubung, antara Dusun Selemam, Kecamatan Bunguran Timur menuju Desa Selemam, Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Jalan penghubung baru dibuka memakai bulldozer kemarin itu, sepanjang dua kilometer, dengan lebar enam meter. “Ayo, pagi-pagi cari keringat,” ajak Letkol Asep pada awak media.

Sementara jalan penghubung, Dusun Sebayar menuju Desa Selemam, salah satu program kerja TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke 110. Program ini merupakan Operasi Bhakti TNI, dengan kegiatan pembangunan di pedesaan, khusus kawasan tertinggal, terisolasi dan perbatasan.

Dengan sasaran berdasarkan kebutuhan masyarakat, sesuai hasil analisa Babinsa disampaikan ke Dandim hingga komando atas. Dalam TMMD ke 110, menurut Letkol Asep saat istirahat makan siang ditenda, akan dilaksanakan kegiatan fisik dan non fisik.

DANDIM 0318/Natuna Letkol (Arm) Asep Ridwan (tengah) saat berbincang di tenda TMMD ke 110

Kegiatan fisik, pembukaan jalan pedesaan. Non fisik, sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Narkoba, Hukum, Pertanian, Perikanan dan Pariwisata. “Kalau bidang pariwisata, kita akan mengangkat tema Geopark Natuna dari nasional menuju internasional. Semoga kegiatan ini berjalan sesuai direncanakan,” katanya.

Camat Bunguran Timur Hamid Hasnan sangat berterimakasih dalam program kerja TMMD ke 110 Kodim 0318/Natuna membuka akses jalan penghubung, antara Dusun Sebayar menuju Desa Selemam. Dengan terbuka akses jalan ini, bakal mendongkrak ekonomi masyarakat. Sebab sepanjang jalan dusun di wilayahnya ini, rata-rata masyarakat berprofesi sebagai petani.

“Saya berharap, pemerintah dapat meneruskan dengan membangun hotmix, jalan penghubung telah dibuka TMMD. Sebab akses jalan ini bukan hanya lokasi perkebunan, melainkan jalan pintas masyarakat Desa Selemam ke Kantor Pemerintah Kabupaten Natuna,” terang Hamid.

Segendang seirama disampaikan Camat Bunguran Timur Laut Isparta Chairaiyadi. Menurutnya, jalan penghubung ini, merupakan jalan pintas terdekat ke Kantor Pemerintah Kabupaten Natuna. Sehingga ia sangat mendukung Camat Bunguran Timur meminta pemerintah segera membangun hotmix.

“Sebenarnya, jalan penghubung ke Desa Selemam belum tuntas. Tinggal beberapa kilometer. Tapi masyarakat tetap bisa ke desanya, karena ada jalan setapak dapat dilewati kenderaan roda dua,” kata Isparta sambil menambahkan, kalau bisa TMMD berikutnya, membuka jalan sisa belum dibuka itu.

DANDIM 0318/Natuna Letkol (Arm) Asep Ridwan (tengah) saat memberi pengarahan pada Danramil 01/Ranai Mayor (Inf) Narta

Kepala Desa Selemam Bustami teringat pada 2017 lalu, ia bersama masyarakatnya telah berencana membuka jalan penghubung ini, semula hanya jalan setapak. Namun rencananya tidak pernah kesampaian, apalagi 2019 difokuskan bantuan langsung tunai, akibat pandemi Covid-19.

“Dengan dibuka Pak Dandim melalui TMMD ke 110, kami merasa bersyukur. Jika berharap membuka jalan memakai Dana Desa, jelas perlu bertahun-tahun baru selesai,” ungkap Bustami.

Tidak lama berselang, Komandan Rayon Militer (Danramil) 01/Ranai Mayor (Inf) Narta bergegas datang. Ia melaporkan kepada Letkol Asep sedang istirahat siang ditenda TMMD ke 110.

Laporannya, mushola tempat masyarakat Dusun Sebayar telah siap dibangun. Namun, Mayor Narta harus meminta persetujuan, penamaan rumah ibadah umat Muslim itu.

“Sesuai kesepakatan bersama masyarakat Dusun Sebayar, namanya Mushola TMMD ke 110 Kodim 0318/Natuna. Kalau Komandan berkenan,” kata Mayor Narta kepada Letkol Asep. Alumni Akmil 2001 itu, hanya tersenyum, tanda setuju.

Dusun Sebayar bakal dibangun Agrowisata Buah-Buahan

ERDI, petani Dusun Sebayar ditengah-tengah perkebunan buah-buahan miliknya

Wajah Erdi tampak senang, Selasa siang 2 Maret lalu. Duduk diteras depan gubuk kayu cukup megah miliknya, lelaki setengah abad itu, menceritakan jalan kiri kanan kebunnya, semula jalan setapak, kini menjadi lebar. Meskipun jalan itu masih tanah merah, ia tetap merasa bersyukur.

“Hasil bincang-bincang bersama petani, kami sepakat menanam pohon buah-buahan, seperti semangka, mangga, nanas, jeruk hingga durian. Biar dusun ini, dikenal sebagai kawasan Argowisata Buah-Buahan,” papar petani Dusun Sebayar itu, sambil menawarkan kopi hangat pada awak media.

Para petani dusunnya semakin semangat bercocok tanam, menurut Erdi, tidak terlepas dari program kerja TMMD ke 110 dilaksanakan Kodim 0318/Natuna, salah satu kegiatannya membuka akses jalan penghubung, antara Dusun Sebayar menuju Desa Selemam.

“Dulu, sebelum dibuka jalannya, harga tanah pertanian di dusun ini hanya berkisar Rp6 juta perhektar. Tapi sejak dibuka, harganya naik berlipat-lipat hampir Rp25 juta perhektar,” ungkapnya sambil menambahkan, meski harga tanah mulai mahal, belum tentu ada yang mau jual.

Namun, ia berharap, pemerintah meneruskan program pembukaan jalan Dusun Sebayar menuju Desa Selemam, dengan meningkatkan menjadi hotmix. Sebab pembukaan jalan telah dirintis TNI Angkatan Darat ini, sangat disayangkan jika tetap tanah merah.

PLANG program kerja TMMD ke 110 Kodim 0318/Natuna

“Kalau pemerintah berkenan, tahun depan bisa dibangun hotmix. Sebab dusun ini kelak bakal menjadi lokasi Agrowisata Buah-Buahan. Sebab kami mulai menanam. Sepuluh petani mempunyai kebun disini sekitar 40 hektar,” papar Erdi.

Akhir bincang-bincang dengan awak media, tidak lupa Erdi mengucapkan terimakasih pada TNI AD melalui program kerja TMMD ke 110 dengan membuka jalan penghubung dari Dusun Sebayar menuju Desa Selemam. Dengan pembukaan jalan ini, dusunnya mulai ramai dikunjungi masyarakat, khususnya pemilik tanah.

“Saya sudah bertekad menjadi petani meninggalkan pekerjaan lama sebagai pegawai honorer salah satu instansi pemerintah. Belasan tahun saya sebagai pegawai honorer tidak menghasilkan. Kini beralih menjadi petani buah-buahan, semoga kerja saya berhasil, dapat membantu pangsa pasar buah-buahan lokal, terutama mensejahterakan keluarga,” katanya.

Sementara Letkol Asep merasa senang mendengar para petani sangat terbantu dengan dibuka akses jalan penghubung, antara Dusun Sebayar menuju Desa Selemam. Apalagi akses dibuka sebagai lokasi Agrowisata Buah-Buahan oleh petani. Otomatis kedepan, Natuna akan dibanjiri buah-buahan tempatan, dengan harga semakin murah.

“Argowisata Buah-Buahan, termasuk salah satu sektor wisata. Kita sangat mendukung, kelak wisata Natuna bukan hanya pada sektor keindahan alamnya, termasuk buah-buahannya,” papar Letkol Asep merasa gembira, program kerja TMMD ke 110 dapat mensejahterakan masyarakat, khusus para petani. (*andi surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here