Dana Covid-19 Rawan Diselewengkan, Ketua KPK: Untuk Kepentingan Pilkada

0
398
GEDUNG KPK (foto istimewa)

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan modus dana penanganan Covid-19 diselewengkan untuk kepentingan Pilkada Serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020. Penyalahgunaan dilihat dari besar kecilnya permintaan dana penanganan, bagi daerah menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut.

“Beberapa kepala daerah berkepentingan maju Pilkada, KPK melihat mengajukan alokasi dana Covid-19 cukup tinggi. Padahal kasus di wilayahnya sedikit,” ungkap Firli dalam keterangannya di Jakarta, di lansir dari Antara, Sabtu 11 Juli 2020.

Selain itu, menurutnya, ada kepala daerah mengajukan dana penanganan Covid-19 cukup rendah. Sedangkan kasus Covid-19 di wilayahnya terbilang tinggi. Hal ini terjadi, karena kepala daerah itu sudah memimpin di periode kedua. Sehingga tidak berkepentingan maju Pilkada.

“Saya ingatkan, jangan main-main. Karena menjadi perhatian penuh KPK. Terlebih dana penanganan Covid-19 sebesar Rp695,2 triliun dari APBN maupun APBD adalah uang rakyat. Yang harus jelas peruntukannya dan harus dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya,” tutur Firli.

KPK, sambungnya, mengucapkan terimakasih atas peran aktif seluruh elemen masyarakat bersama KPK turut mengawasi proses penggunaan dana penanganan Covid-19. Yang dilaksanakan penyelenggara negara, baik di pusat maupun daerah.

“Silahkan masyarakat mengakses aplikasi Jaga Bansos. Untuk melaporkan upaya-upaya penyelewengan dilakukan aparatur pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah kepada KPK,” saran Firli sambil menambahkan, beberapa laporan masyarakat masuk ke KPK saat ini sudah ditindaklanjuti.

“Kembali saya ingatkan kepada calon koruptor atau siapapun berpikir atau coba-coba korupsi dana penanganan Covid-19, hukuman mati menanti. Hanya persoalan waktu bagi kami mengungkap semua itu,” pungkasnya. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here