Di Bumi Serambi Mekah, Jokowi Hadiri Kenduri Kebangsaan

0
416

Kabarterkini.co.id, Bireun – Presiden Joko Widodo hadir dalam acara Kenduri Kebangsaan yang digelar Yayasan Sukma Bangsa dan Forum Bersama (Forbes) anggota DPR dan DPD RI asal Aceh. Acara yang hendak membangun semangat Keacehan, Keislaman, dan Keindonesiaan dalam satu bagian tidak terpisahkan itu digelar di Sekolah Sukma Bangsa, Bireuen, Aceh, Sabtu 22 Februari 2020.

Presiden Jokowi -biasa disapa- dalam sambutan sangat mengapresiasi inisiatif digelarnya acara Kenduri Kebangsaan. Ia sendiri memandang Aceh sebagai provinsi berbudaya dinamis, penuh toleransi, menjunjung nilai-nilai Keislaman, dan memiliki sejarah Kemaritiman kuat.

“Kalau kita ingat saat Asian Games 2018 lalu, tarian membuat seluruh negara di dunia yang hadir berdecak kagum adalah dari Aceh, yaitu tari Ratoh Jaroe. Tari sangat dinamis dan itu menggambarkan budaya Aceh, dinamis, toleran, Keislaman, dan Kemaritiman. Itu adalah kebudayaan Aceh yang semua orang sudah tahu,” ujarnya.

Selain alasan historis perjuangan kemerdekaan Indonesia, menurut Jokowi, Aceh juga kaya sumber daya alam serta sumber daya manusia. Maka itu, Kepala Negara mengajak masyarakat Aceh untuk bersama membangun Aceh, khususnya, bangsa Indonesia, umumnya.

“Mari kita konsentrasi ke arah pembangunan. Aceh memiliki kekuatan dan potensi. Modal sumber daya alam dan modal sumber daya manusia yang saya tahu sejak 86 hingga 88, berada di Lhokseumawe dan di Bener Meriah,” tuturnya.

Untuk membangun dan mendorong perekonomian Bumi Serambi Mekah ini, Jokowi mengajak pemerintah daerah dan masyarakat Aceh bekerja dan duduk bersama dalam menyelesaikan tantangan pembangunan.

Mengingat Aceh merupakan salah satu provinsi penerima anggaran terbesar di Indonesia. Selain APBD yang ada di provinsi, kabupaten, dan kota, Aceh juga memperoleh dana otonomi khusus yang pada 2020 ditetapkan sekitar Rp8,3 triliun. Setiap tahun mengalami peningkatan.

Terkait hal itu, Jokowi berpesan pada pemerintahan seluruh Aceh, agar dapat mengelola anggaran daerahnya dilakukan dengan baik, serta tepat sasaran.

“Saya hanya ingin mengatakan, apapun namanya, pengelolaan anggaran sangat penting. Bagaimana tata kelola. Apakah APBD itu tepat sasaran, bermanfaat untuk rakyat, dan dirasakan rakyat,” ujarnya.

Secara khusus, ia menyampaikan keinginan, agar anggaran dimiliki Aceh dapat diprioritaskan untuk berbagai program pengentasan kemiskinan. Sebab, meski mendapat kucuran anggaran signifikan, angka kemiskinan di Aceh masih cukup besar.

“Saya titip kepada seluruh bupati, walikota, dan gubernur agar gunakan secara fokus, berikan prioritas hal-hal sangat penting. Saya harus sampaikan apa adanya, angka kemiskinan 14 persen itu besar,” kata Jokowi.

“Berikan perhatian kepada angka kemiskinan yang 14 persen itu lewat program-program didesain agar pengentasan kemiskinan bisa diselesaikan,” imbuhnya.

Sementara, tampak hadir dalam acara, antara lain, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar, Pembina Yayasan Sukma Bangsa Surya Paloh, serta sejumlah ulama dan anggota MPR, DPR, dan DPD RI asal Aceh. (*fadhil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here