
JAKARTA, KABARTERKINI.co.id — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar pertemuan persiapan Delegasi Tripartit Indonesia. Delegasi dipersiapkan untuk menghadiri International Labour Conference (ILC) ke 114.
Direktur Jenderal PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan persiapan Delegasi Tripartit agar Indonesia memiliki posisi yang kuat dan terkoordinasi dalam pembahasan agenda global ketenagakerjaan.
“Kehadiran Delegasi Tripartit Indonesia pada ILC ke-114 memiliki makna strategis yang jauh lebih luas daripada sekadar memenuhi undangan internasional,” kata Putri di kutip dari Biro Humas Kemnaker, Kamis 28 Mei 2026.
Forum ILC ke-114, menurutnya, dijadwalkan akan berlangsung dari 1 Juni hingga 12 Juni 2026. Acara digelar di Geneva, Swiss, dengan mengusung tema “A Moment of Choice: Harnessing Artificial Intelligence for Decent Work”.
Dalam forum, terdapat empat urgensi utama kehadiran Delegasi Tripartit Indonesia. Pertama, sebagai instrumen perlindungan kepentingan nasional. Kedua, sebagai sarana diplomasi untuk memengaruhi standar ketenagakerjaan global.
Ketiga, sebagai wadah menjaga stabilitas hubungan industrial dan sosial ekonomi internasional. Keempat, sebagai momentum menghadapi transformasi dunia kerja akibat digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI).
“Keterlibatan aktif Indonesia dalam proses pembentukan standar global akan menentukan kesiapan bangsa dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja dan perekonomian nasional di masa depan,” kata Putri.
Sementara Delegasi Republik Indonesia bersiap menghadiri ILC ke 114 dengan membawa representasi lengkap dari unsur tripartit. Komposisi delegasi, perwakilan unsur pemerintah, Serikat Pekerja/Serikat Buruh, serta pengusaha.
Semua ini guna mengawal kepentingan ketenagakerjaan Indonesia di kancah global. Pada perhelatan strategis ini, Delegasi Indonesia akan dipimpin langsung Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli.
Kehadiran unsur tripartit yang solid, merupakan komitmen Indonesia dalam mendorong dialog sosial yang inklusif serta merumuskan kebijakan ketenagakerjaan internasional adil dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Adapun agenda prioritas yang akan dibahas dalam ILC tahun ini terbagi menjadi dua, yakni agenda tetap dan agenda teknis. Agenda tetap meliputi Reports of the Chairperson of the Governing Body and Director-General, Information on the Programme and Budget and Other Questions (CF), Information and Reports on the Applications of Conventions and Recommendations, serta Committee on the Application of Standards (CAN).
Terkait agenda CAN, Indonesia secara positif tidak masuk dalam daftar negara dievaluasi atau diperiksa, yang menandakan bahwa kepatuhan ketenagakerjaan Indonesia dinilai baik dan tidak memiliki isu pelanggaran konvensi di tingkat internasional.
Sedangkan agenda teknis meliputi Standard Setting: Platform Economy (Second Discussion), General Discussion: Gender Equality, serta Recurrent Discussion: Social Dialogue and Tripartism.
“Melalui persiapan matang dan soliditas unsur tripartit yang terjaga, Delegasi Indonesia optimistis dapat membawa kontribusi nyata serta mengawal kepentingan nasional dengan optimal dalam forum ILC ke 114 di Jenewa nanti,” kata Putri mengakhiri. (*Andi)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id








