Kasus Covid-19 Meningkat, Gerindra Minta Pemerintah Bangun Rumah Sakit Darurat

0
241
SEKJEN Gerindra Ahmad Muzani

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Beberapa rumah sakit di Indonesia telah melebihi kapasitas perawatan, akibat banyaknya pasien positif dirawat. Sehingga pasien Covid-19, termasuk penyakit lain, diharuskan menunggu antrean perawatan. Karena tidak ketersediaan tempat tidur dan ruangan.

“Kita minta kepada bupati, walikota dan gubernur yang wilayahnya masuk zona merah, bersama pemerintah pusat segera buka rumah sakit darurat dengan memanfaatkan gedung-gedung milik pemerintah, seperti pusat pendidikan dan pelatihan atau stadion olahraga. Termasuk pusdiklat dimiliki sejumlah BUMN. Atau segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN penggunaan fasilitas itu,” kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani melalui keterangan tertulis, Selasa 29 Juni 2021.

Pembukaan rumah sakit darurat, menurut Muzani, sangat penting, mengingat peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di banyak daerah. Jadi ia berharap agar fasilitas kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan digunakan sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19. Karena saat ini Jakarta merupakan zona merah. Laju peningkatan kasus baru terbesar di Indonesia.

“Kami menyarankan,beberapa fasilitas gedung di kompleks GBK Senayan digunakan sebagai rumah sakit darurat. Karena rumah sakit di area Jabodetabek, mayoritas telah melebihi kapasitas yang menyebabkan antrean panjang pasien,” katanya sambil menambahkan, selain itu beberapa asrama haji dapat difungsikan sebagai rumah sakit darurat. Apalagi tahun ini ibadah haji ditiadakan.

Saat ini, sambung Wakil Ketua MPR RI itu, fasilitas kesehatan di Wisma Atlet telah melebihi kapasitas. Sebab sarana prasarana perawatan di sana telah penuh. Sehingga pasien Covid-19 harus menunggu antrean. Khusus di Jakarta, kondisi seperti sekarang ini tidak mungkin bergantung pada Wisma Atlet.

“Wisma Atlet sudah hampir melebihi kapasitas. Menyebabkan pasien positif lainnya harus mengantre. Otomatis pembukaan rumah sakit darurat perlu dilakukan di daerah-daerah zona merah Covid-19, khususnya di Pulau Jawa,” papar Muzani.

Dalam situasi seperti ini, tegasnya, yang diperlukan adalah kerjasama maksimal, antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh komponen bangsa. Pemerintah juga diharap membuka kembali peluang bagi pihak yang ingin menjadi relawan penanganan Covid-19 di Indonesia. Karena saat ini seluruh tenaga kesehatan dan para dokter yang menangani pasien Covid-19 sangat kelelahan akibat terus meningkatnya jumlah kasus.

“Saya minta pemerintah terus melakukan kontrol di lapangan agar protokol kesehatan bisa diterapkan dengan baik. Masyarakat diharap tidak berkerumun, menjaga jarak aman, dan selalu menggunakan masker. Sekarang saatnya kita bahu membahu, bekerjasama dan saling membantu dalam rangka penanganan Covid-19 ini,” pungkas Muzani. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here