Ngaku Rp1,7 Miliar Dana Pelayanan Kesehatan Rujukan Natuna 2019 Tidak Terserap, Kenapa 2020 Naik Rp2,4 Miliar?

0
636
KEPALA Dinas Kesehatan PPKB Natuna Rizal Renaldy

Kabarterkini.co.id, Natuna – Kepala Dinas Kesehatan PPKB Natuna Rizal Rinaldy melalui salah satu media online tidak terdaftar di Dewan Pers mengatakan, sekitar Rp1,7 miliar Dana Pelayanan Kesehatan Rujukan Natuna 2019, hanya dicairkan sebesar Rp81 juta. Dengan perincian, 11 orang x Rp7 jutaan.

Lalu, dengan statmennya, menjadi blunder, seandai hanya terserap Rp81 juta pada 2019, kenapa pada 2020 dananya naik sekitar Rp2,4 miliar? Biasanya dalam sistem penganggaran di pemerintahan, terjadi kenaikan penggunaan dana salah satu kegiatan, ketika tahun sebelumnya tidak mencukupi, otomatis perlu ditambah?

Sementara Rizal Rinaldy ingin membantah berita kabarterkini.co.id sebelumnya di media massa lain, judulnya, “Sekitar Rp1,7 miliar dana Pelayanan Kesehatan Rujukan 2019, mengalir kemana?” Apakah dana berada di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Natuna itu, dipergunakan bagi pasien rujuk ke rumah sakit luar daerah?

“Iya, dana itu, untuk pasien rujukan keluar daerah,” kata Kepala BPKAD Natuna Dicky Kusnaidi saat di konfirmasi, kemarin. “Yang mengelola dana itu, Dinas Kesehatan,” katanya lagi, sambil menambahkan, pasien rujukan hanya dibantu sekitar Rp7 juta, atau pengganti uang tiket.

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Natuna Rizal Rinaldy dihubungi melalui WhatsApp, Rabu 1 Juli 2020, tidak mengangkat. Melalui pesan singkat aplikasi ini, dibaca tapi tidak membalas. Sehingga belum diketahui, dana Pelayanan Kesehatan Rujukan Natuna 2019, apakah hanya bagi pasien rujukan, atau ada untuk kegiatan lain?

Karena, menurut sumber kabarterkini.co.id, jika hanya dipergunakan sebagai dana rujukan pasien sekitar Rp7 juta, jelas tidak akan habis Rp1,7 milyar selama setahun. Lalu, pasien mana yang dapat dana rujukan itu?

“Saya belum pernah mendengar ada pasien rujukan dapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Natuna,” kata sumber. “Mungkin ada yang dapat bantuan, tapi tidak pernah terekspos media sekali pun.”

Maksud sumber, Dinas Kesehatan PPKB Natuna sebagai pengelola, sesuai pernyataan Kepala BPKAD Natuna, seharusnya mensosialisasikan tentang dana ini. Sehingga pasien rujukan keluar daerah, terutama kelas ekonomi menengah kebawah, bisa terbantu.

“Meskipun hanya Rp7 juta per-pasien rujukan, lumayan terbantu biaya tiketnya,” ungkap sumber. “Apalagi bagi pasien ekonomi menengah kebawah, sangat berharga uang sejumlah itu.” (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here