Pangdam Iskandar Muda Ajak Masyarakat Aceh Jaga Perdamaian

0
397

Kabarterkini.co.id, Aceh Utara – Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda Mayjend TNI Hasanuddin mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh menjaga perdamaian. Hal itu sesuai penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.

“Konflik berkepanjangan telah usai, sejak penandatanganan perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Oleh karena itu saya meminta kepada seluruh masyarakat Aceh agar tetap menjaga persatuan dan perdamaian,” kata Hasanuddin saat menghadiri acara Dialog Kebangsaan dalam rangka memperingati 15 tahun perdamaian Aceh di Desa Bukit Linteung Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Sabtu 15 Agustus 2020.

Dengan persatuan dan perdamaian, perwira TNI Angkatan Darat bintang dua emas itu, optimis Aceh akan terus bangkit dan maju dalam menatap masa depan lebih baik. Meskipun masih ada butir-butir perjanjian perdamaian Aceh belum terselesaikan. Namun pihaknya meyakini, butir-butir MoU Helsinki akan terealisasi secara bertahap.

“Kami sudah menampung beberapa aspirasi terkait butir-butir MoU Helsinki belum dirasakan secara maksimal. Memang mungkin ada beberapa tahapan dari pemerintah masih terkendala, sehingga sampai saat ini belum terealisasi,” ulangnya.

Oleh karena itu, kata Hasanuddin, sudah menjadi tugas TNI untuk menampung aspirasi tersebut dan kemudian akan diteruskan sehingga butir-butir MoU Helsinki dapat direalisasikan pemerintah pusat.

“Kita juga menyadari masih ada beberapa eks kombatan GAM dan korban pasca konflik melanda Aceh pada masa silam belum tersentuh. Pemerintah akan mengupayakan mensejahterakan masyarakat Aceh. Tentunya dengan tahapan maupun proses dan masyarakat diminta bersabar,” pesannya.

Hasanuddin mengakui, selama ini sudah banyak masukan saran dari Wali Nanggroe Malik Mahmud dan Ketua KPA Muzakir Manaf atau Mualem terkait upaya merawat perdamaian Aceh demi menatap masa depan lebih baik lagi.

“Banyak saran dari beliau berdua (Malik Mahmud dan Mualem) dan akan kita tindak lanjuti agar perdamaian Aceh telah berusia 15 tahun ini dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh masyarakat Aceh,” ungkapnya.

Sekali lagi, Hasanuddin berpesan, perdamaian di Aceh sudah terawat hingga saat ini, jangan sampai terganggu dengan hal-hal kecil. Karena banyak hal besar sudah dicapai pasca damai Aceh.

“Jangan hanya melihat suasana dari pasir-pasir kecil yang dapat menggangu perdamaian. Masih banyak pencapaian besar menjadi tugas kita bersama demi kebangkitan Aceh dicintai ini,” pungkasnya. (*fadhil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here