Berubah-Ubah Tahap Jadwal Lelang Proyek Pembangunan Jalan Seminteh – Segeram

0
446
JADWAL penetapan lelang

Kabarterkini.co.id, Natuna – Proyek Pembangunan Jalan Seminteh – Segeram, terjadi tarik ulur penetapan pemenang lelang. Karena beberapa kali, panitia lelang merubah jadwal tahapan tender, dari Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis dan Harga, Pembuktian Kualifikasi, Penetapan Pemenang, Pengumuman Pemenang hingga Masa Sanggah.

Dengan rincian, Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis dan Harga di ubah sebanyak 1 kali. Pembuktian Kualifikasi di ubah sebanyak 2 kali. Penetapan Pemenang di ubah sebanyak 3 kali. Pengumuman Pemenang di ubah sebanyak 2 kali. Masa Sanggah di ubah sebanyak 1 kali.

Sehingga menjadi tanda tanya, sebab berbeda dengan lelang proyek lain. Padahal waktu pelaksanaan lelang, berdekatan, seperti Lelang Belanja Konstruksi Lanjutan Pembangunan Puskesmas Midai, tayang pada 30 Juli 2020, senilai Rp3,4 miliar, tinggal Penetapan Pemenang Lelang. Lelang Belanja Barang Akan Diserahkan Kepada Masyarakat, tayang 28 Juli 2020, menunggu Masa Sanggah. Kenapa lelang proyek Pembangunan Jalan Seminteh – Segeram, tayang 27 Juli 2020, tahapan jadwalnya, terus terjadi perubahan?

Dipublikasi sebelumnya, proyek Pembangunan Jalan Seminteh – Segeram, hasil Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis dan Harga, dari 30 perusahaan mengajukan penawaran, hanya 8 harga terkoreksi. Lelang proyek mulai menerapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Kontruksi Melalui Penyedia itu, penawaran paling terendah dan terlengkap punya harapan sebagai pemenang.

Lalu, perusahaan mana lulus Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis dan Harga dalam lelang proyek Pembangunan Jalan Seminteh – Segeram, dari Dinas PUPR Natuna, anggaran sekitar 2,4 miliar, mulai tayang di situs lpse.natunakab.go.id pada 27 Juli 2020?

1. CV Utama Persada, harga penawaran terkoreksi Rp1.908.161.978,91.

2. CV Astika Raya, harga penawaran terkoreksi Rp1.921.473.306,23.

3. CV Gunung Ranai Lestari, harga penawaran terkoreksi Rp1.965.546.528,20.

4. CV Bukit Sebong Mandiri, harga penawaran terkoreksi Rp.966.726.087,34.

5. CV Pulau Tenggel, harga penawaran terkoreksi Rp1.969.294.895,59.

6. CV Ananda, harga penawaran terkoreksi Rp2.003.759.199,27.

7. CV Dewa Langit, harga penawaran terkoreksi Rp2.030.023.900,00.

8. CV Karya Abadi, harga penawaran terkoreksi Rp2.135.714.008,67.

Permen PUPR RI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Kontruksi Melalui Penyedia, Bagian Kelima, Persiapan Tender Terbatas/Tender Penyedia Pekerjaan Konstruksi Pasal 50 ayat 1 tertulis, metode evaluasi penawaran Tender Pekerjaan Konstruksi meliputi: a. sistem nilai, atau b. harga terendah.

Ayat 2, metode evaluasi sistem nilai sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf a digunakan pengadaan harga penawaran dipengaruhi kualitas teknis. Ayat 3, metode evaluasi dengan harga terendah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf b, dapat menggunakan: a. harga terendah sistem gugur, atau b. harga terendah ambang batas.

Ayat 4, metode evaluasi dengan harga terendah sistem gugur sebagaimana dimaksud pada ayat 3 huruf a digunakan pengadaan dengan: a. spesifikasi jelas dan standar. b. persyaratan teknis mudah dipenuhi dan/atau c. harga/biaya merupakan kriteria evaluasi utama.

Panitia Lelang Proyek Pembangunan Jalan Seminteh – Segeram, hingga berita di publikasi, belum di konfirmasi. Kenapa jadwal tahapan lelang, berubah-ubah? Apakah proyek kategori “kecil” itu, sulit ditetapkan pemenangnya, atau sulit mencari kesalahan peserta lelang paling terendah agar bisa digugurkan? Hanya Alloh SWT yang tahu. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here