Pemkab Aceh Tamiang Komitmen Kembangkan Sektor Pertanian

0
185

kabarterkini.co.id, ACEH TAMIANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang komitmen kembangkan sektor pertanian. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Aceh Tamiang Tengku Insyafuddin dalam kegiatan Gerakan Panen Penangkaran Benih Tanaman Pangan berlangsung di Kampung Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara, Rabu 2 Oktober 2019.

Menurut orang nomor dua di Aceh Tamiang itu, selaku pimpinan daerah, pihaknya telah mengamanahkan dinas terkait untuk mengimplementasikan misi sektor pertanian itu. Apalagi pihaknya, saat ini tengah melakukan gerakan intensifikasi komoditas unggulan hortikultura, tanaman pangan dan perkebunan.

Pada komoditas tanaman pangan, pihaknya melalui APBA dan APBN melakukan ekstentifikasi dengan program cetak sawah. Program ini untuk memenuhi kebutuhan beras sebagai bahan pangan utama di Aceh Tamiang.

“Tanaman pangan, khususnya padi, kita selalu mendorong para petani agar menggunakan benih bersertifikat. Semua itu untuk menjamin keamanan dan mutu. Yang tentu berimbas pada hasil produksi,” ungkapnya.

Sementara, kata Insyafuddin, keberadaan penangkar benih saat ini, masih belum mencukupi permintaan di lingkup lokal Aceh Tamiang. Karena itu, ia mengajak para petani atau kelompok tani menjadi mitra pemerintah dalam menjamin ketersediaan dan suplai benih bagi 9.089,18 hektar sawah di kabupaten Bumi Muda Sedia ini.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Syafrizal mengatakan Pemerintah Provinsi Aceh akan terus mendorong penggunaan benih padi unggul, bermutu dan bersertifikat. Karena, sampai saat ini penggunaan benih unggul, bermutu dan bersertifikat di Aceh baru mencapai 90 persen.

“Tantangan bagi kita semua, agar dapat memperbaiki sistem pengelolaan produksi benih ke arah lebih baik. Sehingga mampu menyediakan benih sesuai kebutuhan petani. Akhirnya peningkatan penggunaan benih padi unggul bermutu akan tercapai,” terangnya.

Khusus di Aceh Tamiang, kata Syafrizal, pada 2019 ada beberapa kegiatan dialokasikan, di antaranya penguatan benih padi di tingkat penangkaran seluas 60 hektar. Penguatan Desa Mandiri Benih (DMB) seluas 60 hektar. Penguatan sumberdaya penangkaran dan kelembagaan balai benih.

Penyediaan sumber benih padi. Sertifikat benih padi kelompok penangkar. Pengadaan saprodi dan benih. Pengembangan komoditi padi lahan kering dengan sumber dana APBN 2019. Alokasinya, komoditi padi 500 hektar, jagung 1000 hektar, serta intensifikasi lahan sawah seluas 500 hektar.

“Aceh Tamiang merupakan salah satu kabupaten sangat proaktif mendukung program peningkatan produksi benih padi melalui dana APBA/APBN. Atas dasar ini, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh mengalokasikan kegiatan penguatan Desa Mandiri Benih seluas 60 hektar,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Aceh Tamiang Yunus mrngatakan Aceh Tamiang merupakan daerah telah memberi kontribusi berupa benih padi bersertifikat di Aceh. Sejauh ini Aceh Tamiang memiliki 8 Kelompok Penangkar Benih Padi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi para kelompok tani penangkar, agar lebih bersemangat dalam mengelola usahanya. Sehingga tercapai produksi memadai sesuai harapan Pemprov Aceh dan Pemkab Aceh Tamiang,” tuturnya.

Menurut Yunus, pada 2015, Aceh Tamiang melakukan penangkaran seluas 80 hektar dengan hasil produksi sebanyak 170.000 kilogram benih padi bersertifikat. Pada 2016, seluas 190 hektar dengan hasil produksi 251.000 kilogram. Pada 2017, seluas 105 hektar dengan hasil produksi sebanyak 132.000 kilogram. Pada 2018 seluas 115 hektar dengan hasil produksi sebanyak 158.000 hektar, serta pada 2019 seluas 155 hektar dengan hasil produksi sebanyak 157.000 kilogram.

“Semoga kegiatan telah kita lakukan selama ini membawa manfaat bagi semua, serta mendapat berkah Allah SWT. Kita semua selalu diberi kekuatan untuk melaksanakan kegiatan demi masa depan Aceh Tamiang,” doa Yunus. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here