
Oleh: Andi Gunawan
KOTA Batam di era 90-an, geliat ekonominya dikenal sebagai kawasan Industri. Seiring perkembangan zaman, Batam dijuluki Kota Bandar Dunia Madani ini mulai bertrasformasi menjadi kota pariwisata. Hal itu menjadi kabar baik bagi perupa sebagai pelaku seni agar tetap konsisten dalam berkarya di tengah kondisi apapun sebagai bentuk tanggungjawab berkesenian.
Korelasi yang kuat antara seni rupa dan pariwisata menjadi energi positif bagi perupa. Ibarat menemukan oase di padang pasir untuk menghasilkan karya seni terbaiknya. Sebagai perupa ada pertanyaan cukup mengusik, yaitu mengapa seni rupa Batam masih sulit berkembang?
Padahal secara geografis, Batam berdekatan dengan negara Singapura dan Malaysia yang notabene kunjungan wisatawan ke kota ini cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS pada periode Januari hingga Juli 2025 tercatat 861.712 kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam atau naik 21,72 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Meskipun secara statistik meningkat, sebagai perupa berdomisili di Batam, saya menilai ada beberapa faktor yang perlu ditingkatkan agar pariwisata dan iklim berkesenian, khususnya seni rupa dapat menjadi barometer, seperti kawasan wisata di Indonesia lainnya.
Misalnya, tingkatkan infrastruktur yang mendukung proses berkesenian perupa, seperti galeri dan ruang pameran sebagai wadah para seniman berkreasi agar masyarakat mendapatkan edukasi dan apresiasi. Perlu dukungan atau kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak swasta, agar terbuka pasar dan promosi karya perupa secara luas.
Hubungan Antara Seni Rupa dan Pariwisata
Mengapa seni rupa perlu mendapat perhatian agar menjadi ruhnya pariwisata? Seni rupa berfungsi sebagai daya tarik utama, mempromosikan budaya dan identitas suatu daerah serta mendorong pelestarian melalui dukungan ekonomi dari pariwisata.
Sebaliknya, pariwisata juga perlu mendukung perkembangan seni rupa dengan menyediakan insfrastuktur, akses pasar dan audiens global untuk karya seni, serta menginspirasi bentuk-bentuk seni rupa baru melalui interaksi budaya.
Peran Seni Rupa dalam Pariwisata
Seni rupa, baik tradisional maupun kontemporer, menjadi aset krusial yang menarik wisatawan, membuat destinasi wisata menjadi lebih hidup, berkesan dan memberikan pengalaman bagi mereka saat berkunjung ke Kepri, khususnya Batam. Branding dan promosi karya seni rupa dapat digunakan sebagai identitas visual untuk mempromosikan pariwisata suatu daerah, seperti dilakukan Pemerintah Kota Jakarta, Jogja, Bandung, Bali dan beberapa kota lainnya.
Karena pariwisata dan seni rupa memberikan insentif ekonomi bagi pelaku seni dan masyarakat lokal untuk melestarikan dan menjaga warisan budaya, termasuk karya seni rupa agar tidak punah. Seni rupa meningkatkan kesadaran masyarakat lokal dan wisatawan akan nilai keunikan budaya, yang mendorong upaya pelestarian lebih lanjut disamping nilai nilai terkandung dalam karya seni rupa melalui garis, warna, tekstur, bentuk, ruang dan lainnya.
Dampak Seni Rupa terhadap Pariwisata
Seni rupa adalah produk, sedangkan pariwisata adalah etalase yang menyediakan pasar dan potensi ekonomi lebih luas bagi para perupa dan pelaku seni. Yang memungkinkan karya mereka dinikmati dan dikoleksi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pertukaran budaya melalui pariwisata dapat memicu kreativitas dan inovasi dalam seni rupa, di mana seniman menggabungkan elemen lokal dengan pengaruh global untuk menciptakan bentuk seni rupa baru.
Seni rupa dapat dikembangkan menjadi produk dan jasa budaya yang menambah nilai pada pengalaman wisatawan, membuat perjalanan menjadi lebih kaya imajinasi dan menarik. Melalui pariwisata, seni rupa tradisional dan budaya lokal dapat diperkenalkan ke khalayak lebih luas.
Sehingga membantu menjaga keberlangsungannya di era modernisasi hampir menggerus nilai-nilai seni budaya, rasa dan estetika. Untuk memajukan pariwisata dan seni rupa di Batam dibutuhkan upaya terpadu yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku industri, perupa hingga masyarakat.
Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan kedua sektor secara berkelanjutan dan saling menguatkan. Beberapa cara untuk kemajuan pariwisata dan seni rupa adalah dengan meningkatkan atraksi wisata, seperti pameran lukisan, festival kesenian, pertunjukan seni dengan mengangkat budaya lokal.
Cara lain, dengan mengidentifikasi dan mengembangkan potensi wisata yang unik dan otentik, termasuk wisata alam, sejarah dan budaya lokal Melayu termasuk tempat-tempat bersejarah dan kuliner Nusantara, sehingga wisatawan benar-benar menikmati kearifan lokal yang berbeda di negara asalnya.
Mengembangkan berbagai jenis wisata, seperti ekowisata, wisata kreatif (misalnya, melukis, membatik, mematung dan sebagainya), dan wisata berbasis komunitas untuk menarik segmen pasar lebih luas. Sediakan akses jalan yang baik, transportasi publik efisien dan fasilitas akomodasi nyaman dan beragam. Lengkapi destinasi dengan fasilitas, seperti pusat informasi turis, toilet bersih dan restoran menawarkan kuliner lokal.
Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor pariwisata, mulai dari pemandu wisata hingga staf hotel, agar dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung. Gunakan media sosial, situs web interaktif dan konten digital yang menarik untuk mempromosikan destinasi dan cerita di baliknya.
Gunakan teknologi untuk menciptakan pengalaman baru, seperti personalisasi cerita di situs bersejarah. Terapkan kebijakan yang mendukung pengembangan pariwisata, termasuk insentif untuk investor dan peraturan ramah lingkungan. Pastikan pengembangan pariwisata memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal.
Dampak Pariwisata terhadap Seni Rupa
Adanya ruang art studio, galeri dan workshop yang dapat diakses oleh para seniman untuk berkarya dan berinteraksi. Berikan pelatihan berkelanjutan mengenai teknik seni, kuratorial, manajemen seni dan pemanfaatan teknologi baru dalam berkarya. Dorong seniman untuk terus bereksperimen dengan teknik dan media baru, serta belajar dari seniman lain untuk memperkaya karya dan wawasan seni budaya.
Tempatkan karya seni rupa seperti patung, mural, atau instalasi di ruang publik agar lebih mudah diakses dan diapresiasi secara langsung oleh masyarakat luas. Adakan pameran seni rupa secara rutin, baik di galeri maupun ruang alternatif, untuk mempromosikan karya seniman lokal.
Masukkan seni rupa dalam kurikulum sekolah tingkat dasar, menegah dan atas bahkan membangun sekolah tinggi atau universitas dengan fakultas seni rupa dan desain untuk menumbuhkan minat dan apresiasi generasi muda terhadap seni. Dukung pembentukan asosiasi atau dewan kesenian untuk memperkuat jaringan dan advokasi bagi para seniman.
Dorong seniman untuk menciptakan produk kreatif, seperti kerajinan tangan atau desain, yang memiliki nilai seni dan dapat menarik pembeli. Kembangkan cultural tourism yang mengintegrasikan seni rupa lokal, seperti kunjungan ke sanggar seniman, galeri, atau lokakarya membatik atau melukis.
Selenggarakan pameran seni rupa yang berkaitan dengan sejarah atau keunikan Batam untuk menarik wisatawan karena pariwisata tanpa seni rupa ibarat zombie, hidup dan bergerak namun tidak ada ruh. ****
(Penulis: seniman dan pelukis, berdomisili di Batam, telah berhasil menggelar pameran tunggal ke-6 karya lukisan. Karya-karyanya mendapatkan apresiasi positif dari kurator hingga Pemerintah Kota Batam, melalui dinas teknisnya)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id











