Perbatasan Vietnam, Pulau Laut Krisis Signal

0
652
ANGGOTA DPRD Natuna Azi, dan bawah plang tower Indosat Desa Tanjung Pala

Kabarterkini.co.id, Natuna – Anggota DPRD Natuna Azi merasa resah. Keresahan mantan Kades Tanjung Pala itu, karena terbangun tower Indosat di desanya pada akhir 2017, signal ponsel, tetap krisis. Jangankan jaringan internet, komunikasi antar ponsel, terdengar nada masuk, suara tidak nyambung.

Terpaksa masyarakat desanya di bawah naungan Kecamatan Pulau Laut, mempunyai wilayah hingga ke Pulau Sekatung itu, berkomunikasi via ponsel hanya di ujung Pelabuhan Tanjung Pala.

“Kita dapat signal bukan dari tower Indosat terpasang di Tanjung Pala,” tegas Azi saat ditemui di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Ahad 26 Januari 2020. “Melainkan signal tower Telkomsel Desa Air Payang.”

Yusnal, warga Pulau Laut membenarkan, signal tower Indosat aktif tapi tetap tidak maksimal di Desa Tanjung Pala. Hal sama terjadi pada tower Indosat Desa Kadur.

“Kalau tower Indosat Tanjung Pala aktif, tapi tidak maksimal, bagus Kemenkominfo atau pihak Indosat bongkar bangunan itu,” timpal Azi. “Percuma di bangun, silahkan bongkar bawa kembali ke Jakarta,” katanya lagi sedikit kesal.

Yusnal menilai wajar masyarakat Desa Tanjung Pala sangat kesal. Berharap terbangun tower Indosat pada akhir 2017, desanya tidak krisis signal. Nyatanya tak sesuai kenyataan.

“Terus terang, tower Indosat Desa Tanjung Pala aktif, tapi masyarakatnya masih krisis signal,” terang Yusnal. “Segendang seirama di alami masyarakat Desa Kadur,” ulangnya lagi.

Dengan krisis signal, Azi sangat kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat desanya. Terpaksa, masyarakat menghubunginya harus di ujung pelabuhan, ketika tengah malam tiba.

Sementara Pulau Laut, berbatasan langsung dengan Negara Vietnam. Dari Kota Ranai, ibukota Kabupaten Natuna, perlu delapan jam melewati Laut Natuna Utara, dulu bernama Laut China Selatan.

“Masyarakat Desa Tanjung Pala, ibarat kampung orang maju selangkah, kampung mereka mundur beberapa langkah,” kata Azi.

Sekali lagi ia meminta Kemenkominfo atau pihak Indosat segera membongkar towernya telah tiga tahun di bangun di Desa Tanjung Pala. Percuma di bangun, jika tidak maksimal beroperasinya.

“Saya yakin, Pak Presiden Joko Widodo sangat perhatian dengan masyarakat pulau terluar. Sehingga beliau meminta Kementeriannya segera membangun infrastruktur memadai, agar masyarakat pulau terluar tidak ketinggalan. Namun, bawahan Pak Presiden ini, asal-asalan membangun, contoh tower Indosat Desa Tanjung Pala,” katanya.

Foto diterima, terlihat papan plang terpasang di pagar tower Indosat Desa Tanjung Pala tertulis, BTS Perbatasan, Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Kanan kiri tercetak simbol, dengan tulisan Kemenkominfo dan BPPPTI. Di bawah plang tertulis huruf cukup mencolok, “Persembahan Untuk Indonesia”.

Azi berharap, seandai pemerintah ingin membangun infrastruktur telekomunikasi, bagusnya merata di desa-desa Pulau Laut, seperti Desa Tanjung Pala, Kadur dan Air Payang.

Sebab tiga desa dibawah naungan Kecamatan Pulau Laut ini, tiap detik krisis signal. “Kami minta di bangun tower Telkomsel,” katanya. “Jaringan komunikasi itu, sangat bagus di kabupaten perbatasan ini.” (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here