Presiden Ingatkan Daerah Terus Kendalikan Penyebaran Covid19

0
108

Kabarterkini.co.id, Kalimantan Tengah – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pemerintah daerah agar tetap berhati-hati dalam mengendalikan sebaran pandemi Covid19. Mengingat akan berpengaruh terhadap sebaran di seluruh Tanah Air. Jadi daerah jangan terlena dengan angka positif Covid19 rendah dan tidak menganggap enteng pandemi ini, terutama setelah melihat laporan penambahan kasus positif hari ini mencapai 2.657 orang.

“Sebaran Covid19 di seluruh Tanah Air sangat tergantung sekali kepada bagaimana daerah mengendalikan. Perlu saya ingatkan, saya kira lampu merah lagi. Hari ini secara nasional kasus positif 2.657,” kata Jokowi saat memberikan sejumlah arahan di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah yang berada di Aula Jaya Tingang, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, dilansir BPMI Setpres, Kamis 9 Juli 2020.

Oleh sebab itu, Kepala Negara meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar tetap bisa mengendalikan Covid19 dengan baik disertai manajemen krisis tegas. Sebab berdasarkan laporan, kasus positif Covid19 di Kalimantan Tengah mencapai 1.093 orang, dalam perawatan sebanyak 393 orang, sembuh sebanyak 634 orang, dan meninggal 66 orang.

“Kalau angka masih kecil ini tidak dikendalikan baik, manajemen krisis tidak dilakukan tegas, rakyat tidak diajak bekerjasama menyelesaikan, hati-hati angka saya sampaikan bisa bertambah banyak. Jangan dianggap enteng. Bisa menyebar ke mana-mana,” tegas Jokowi.

Kepala Negara juga mengingatkan pandemi Covid19 telah menyebabkan perekonomian global dan nasional terganggu. Karena itu, mengendalikan kedua sisi baik kesehatan maupun ekonomi sangat penting. Jokowi berpandangan bahwa kesehatan tetap harus menjadi prioritas, tetapi perekonomian harus tetap berjalan.

“Gas dan remnya itu betul-betul dikendalikan. Jangan sampai digas hanya ekonomi, tetapi Covid19 meningkat. Hati-hati dua-duanya harus dikendalikan baik,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Jokowi menyarankan bagi para kepala daerah membantu penyaluran bantuan sosial agar secepatnya bisa diterima masyarakat. Tanpa ada tercecer. Di samping itu, stimulus ekonomi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus segera diberikan kepada para pelaku usaha terdampak Covid19.

“Cek betul, bantu mereka baik dengan APBD kota/kabupaten, APBD provinsi, dan kami di APBN akan membantu, baik lewat sistem perbankan maupun lewat sistem di kementerian,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara mengingatkan pemerintah daerah berhati-hati dalam membuat kebijakan penerapan adaptasi kebiasaan baru. Sejumlah tahapan harus dilewati, mulai dari prakondisi, menentukan waktu, hingga menentukan sektor prioritas akan dibuka terlebih dahulu. Setiap kepala daerah perlu menerapkan data sains dan saran dari para pakar dan ilmuwan dalam merumuskan sebuah kebijakan.

“Jangan sampai memutuskan sesuatu tanpa tanya kanan kiri, tidak memakai data sains, ini berbahaya. Sekali lagi, ini bukan sesuatu yang mudah. Oleh sebab itu, semua harus di-back up data sains dan saran-saran masukan para scientist,” tegasnya.

Di penghujung arahan, Jokowi mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah melakukan tes masif. Namun hal tersebut belum cukup dan meminta daerah bersinergi bersama unsur Pangdam dan Kapolda untuk melakukan pelacakan agresif dan senantiasa mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

“Saya kira tiga hal ini tugasnya pemerintah: tes masif, pelacakan agresif, isolasi ketat. Masyarakat harus kita ingatkan terus: pakai masker ke manapun, jaga jarak di mana pun, menghindari kerumunan. Diingatkan terus ini, saya kira sosialisasinya harus terus menerus, enggak bisa berhenti. Hati-hati angka 1.093 kasus positif ini harus setop, jangan sampai ada tambahan lagi,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam acara, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here