Program DSS di SD Negeri 5 Bengkalis, Diskominfotik Edukasi Soal Gawai, Bullying dan Hoaks

0
128
KOORDINATOR DSS Diskominfotik Bengkalis Muhammad Jazam

BENGKALIS, KABARTERKINI.co.id – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Bengkalis kembali menggelar program Diskominfotik Sambangi Sekolah (DSS), Kamis 18 Juni 2026. Kali ini program menyasar SD Negeri 5 Bengkalis.

Sementara program ini merupakan upaya Diskominfotik Bengkalis mengedukasi para pelajar mengenai penggunaan gawai secara bijak, pencegahan perundungan (bullying), serta peningkatan kewaspadaan terhadap informasi hoaks yang banyak beredar di ruang digital.

Kepala SD Negeri 5 Bengkalis Rahmad mengapresiasi pelaksanaan program DSS karena dinilai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital saat ini.

“Kami siap menerima dan mendukung seluruh program pemerintah daerah yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya berkaitan dengan pembentukan karakter, peningkatan literasi, serta perlindungan anak,” kata Rahmad.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh peserta didik,” katanya lagi.

Pada kesempatan tersebut, Rahmad turut menyinggung prestasi terbaru diraih pelajar SD Negeri 5 Bengkalis atas nama Rindu. Yang berhasil mendapat juara III cabang olahraga pencak silat pada ajang O2SN-SD tingkat Kabupaten Bengkalis.

BACA JUGA :  Covid-19 Meningkat, Polsek Bunguran Timur Gencar Semprot Disinfektan

Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa pelajar tidak hanya dituntut cakap dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan bakat dan kemampuan di berbagai bidang secara positif.

Koordinator DSS Diskominfotik Bengkalis Muhammad Jazam menjelaskan SD Negeri 5 merupakan sekolah ketiga yang dikunjungi. Setelah sebelumnya di SD Negeri 46 dan SD Negeri 1 Bengkalis.

Tidak lupa, Jazam menjelaskan bahwa Diskominfotik memiliki fungsi sebagai regulator sekaligus perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam bidang komunikasi dan digital. Apalagi pemerintah saat ini memberikan perhatian besar terhadap perlindungan anak di ruang digital.

“Beberapa negara juga telah menerapkan kebijakan serupa. Ini menunjukkan bahwa di tengah perkembangan teknologi digital begitu pesat, terdapat aspek-aspek harus dilindungi, terutama berkaitan dengan tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Jazam menambahkan pelaksanaan program DSS juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program Kabupaten Layak Anak (KLA). Dalam program tersebut, Diskominfotik memiliki tugas mengedukasi anak-anak agar mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab serta hal lainnya yang berkaitan dengan Diskominfotik.

BACA JUGA :  Ketua Muhammadiyah Natuna Dukung Presiden Tunjuk Komjen Listyo Calon Tunggal Kapolri

Materi edukasi selain disampaikan Jazam, juga disampaikan Siti Rohani dan Nurfaiza. Narasumber dari Diskominfotik Bengkalis ini memberikan pemahaman mengenai penggunaan gawai yang sehat, dampak bullying terhadap korban maupun pelaku, cara membangun sikap saling menghormati antar teman, serta langkah-langkah sederhana mengenali dan menghindari hoaks di media sosial maupun aplikasi perpesanan.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama siswa. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan dan aktif berbagi pengalaman terkait penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program DSS, Diskominfotik Bengkalis berharap dapat meningkatkan literasi digital sejak usia dini serta membentuk generasi yang cerdas, beretika, peduli terhadap sesama, dan mampu menggunakan teknologi secara aman serta bertanggung jawab. (*Ramanda)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini