Sambut Wisatawan 19 Negara, Pemprov Minta Bandara dan Pelabuhan Ditunjuk Siapkan Fasilitas TCM

0
234
KEPALA Dinas Perhubungan Kepri Junaidi

TANJUNGPINANG, KABARTERKINI.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Riau (Kepri) Junaidi meminta agar semua manajemen bandara dan pelabuhan ditunjuk, agar segera menyiapkan sarana dan prasarana menyambut kedatangan wisatawan dari 19 negara. Sarana prasarana paling terpenting di tengah pandemi Covid-19, yakni alat Tes Cepat Melekurel atau TCM sebagai pengganti PCR.

“Sesuai arahan Pak Gubernur (Ansar Ahmad-red), kita akan buka program Travel Buble, khsusnya di wilayah Batam dan Bintan. Kami berharap bandara dan pelabuhan keluar masuk wisatawan mancanegara, tersedia TCM. Sehingga para wisatawan itu merasa tenang dan tidak waswas penularan Covid-19,” ungkap Junaidi pada awak media di kantornya, Senin 18 Oktober 2021.

TCM di berlakukan, sambungnya, para wisatawan mancanegara itu dapat cepat mengetahui positif atau negatif Covid-19. Mengingat hanya perlu waktu satu jam. Sementara PCR, harus menunggu selama delapan jam. Jadi TCM lebih efesien dan tidak memakan waktu lama.

“Sebenarnya Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang sudah punya peralatan TCM. Namun sementara kita fokus di Bandara Hang Nadim Batam. Kita akan evaluasi, jika ternyata wisatawan mancanegara datang lewat Bandara Hang Nadim membludak, baru kita fungsikan Bandara RHF Tanjungpinang,” terang Junaidi.

Informasi ia terima, ternyata Bandara Hang Nadim Batam sampai saat ini belum menyediakan alat TCM. Padahal sarana prasarana tes Covid-19 itu, menjadi syarat utama program Travel Buble.

“Bandara Hang Nadim Batam dibawah pengelolaan BP Batam. Seharusnya sarana prasarana TCM segera dipersiapkan. Pemprov dalam hal ini tetap melakukan pengawasan melalui Satgas Covid-19 Kepri,” kata Junaidi.

Demi mensukseskan program Travel Buble, pihaknya meyakini akan mampu menjadi sumbu hidupnya kembali pariwisata di Kepri. Otomatis perlu kerjasama semua pihak, dari pemerintah kabupaten/kota dan perangkat lainnya.

“Masing-masing bekerja sesuai tupoksinya. Pihak Bandara perlu mempersiapkan apa, begitu juga pelabuhan hingga objek wisatanya. Kita tidak perlu menunggu. Pak Gubernur ingin gerak cepat, agar ekonomi masyarakat kembali seperti sedia kala,” kata Junaidi.

Sesuai keputusan Satgas Covid 19 Kepri, Bandara Hang Nadim Batam dan Pelabuhan Nongsa Batam melayani wisatawan mancanegara dan PMI. Pelabuhan Batam Centre melayani PMI dan Pelabuhan BBT Lagoi melayani wisatawan mancanegara.

“Jadi wisatawan dari 19 negara ini masuk ke Indonesia, khusus berlaku penerbangan langsung ke Bali dan Kepri. Untuk Kepri, harus dipersiapkan Bandara Hang Nadim Batam dan Bandara RHF Tanjungpinang,” kata Junaidi.

Untuk Bandara RHF Tanjungpinang, ujar Junaidi, saat ini General Manager (GM) Angkasa Pura ll Tanjungpinang sedang berkoordinasi dengan Bandara Soekarno Hatta, dan Bandara di Bali, agar mengetahui pola dan prosedurnya.

“Saya baru menghubungi GM-nya, saat ini pihak Angakasa Pura ll Tanjungpinang sedang melakukan koordinasi dengan Bandara Soekarno Hatta. Besok mereka akan ke Bandara di Bali, guna melihat langsung bagaimana prosedur dan kesiapan fasilitas disana,” ucap Junaidi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya mengatakan, akan di izinkan wisatawan dari 19 negara masuk ke Indonesia. Negara-negara itu, yakni Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria dan Norwegia. (*juwono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here